<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Polri: Penembakan Ali Kalora Cs Bermotif Eksistensi, Jumlah Mereka Kecil</title><description>Penembakan Ali Kalora cs bermotif eksistensi.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/01/02/337/1999135/polri-penembakan-ali-kalora-cs-bermotif-eksistensi-jumlah-mereka-kecil</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/01/02/337/1999135/polri-penembakan-ali-kalora-cs-bermotif-eksistensi-jumlah-mereka-kecil"/><item><title>Polri: Penembakan Ali Kalora Cs Bermotif Eksistensi, Jumlah Mereka Kecil</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/01/02/337/1999135/polri-penembakan-ali-kalora-cs-bermotif-eksistensi-jumlah-mereka-kecil</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/01/02/337/1999135/polri-penembakan-ali-kalora-cs-bermotif-eksistensi-jumlah-mereka-kecil</guid><pubDate>Rabu 02 Januari 2019 19:09 WIB</pubDate><dc:creator>Puteranegara Batubara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/01/02/337/1999135/polri-penembakan-ali-kalora-cs-bermotif-eksistensi-jumlah-mereka-kecil-IhO3MXALqA.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo.</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/01/02/337/1999135/polri-penembakan-ali-kalora-cs-bermotif-eksistensi-jumlah-mereka-kecil-IhO3MXALqA.jpg</image><title>Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo.</title></images><description>JAKARTA - Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengungkapkan, serangan kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso pimpinan Ali Kalora terhadap dua anggota Polri bermotif sekadar menunjukan eksistensi.
&quot;Jadi motifnya yang pertama memang menunjukan eksistensinya. Jumlah mereka tidak banyak, kecil, jumlahnya 10 orang. Sudah diidentifikasi jumlahnya segitu,&quot; kata Dedi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (2/1/2019).
Selain itu, Dedi menyebut bahwa berdasarkan hasil pemetaan, kelompok teroris yang berafiliasi dengan ISIS itu hanya memiliki beberapa senjata api dan senjata tajam.
&quot;Kekuatannya sudah diidentifikasi hanya 3 senjata. Dua senjata laras panjang, satu rakitan, satu senjata laras pendek rakitan dan sisanya senjata tajam,&quot; tutur Dedi.
(Baca juga: Polri Identifikasi Kelompok Ali Kalora Cs Miliki Senjata Laras Panjang)
Kelompok MIT kembali meresahkan masyarakat dengan melakukan pembunuhan disertai mutilasi terhadap warga Sulteng. Selain itu mereka menembak polisi saat melakukan evakuasi terhadap jasad korban.

Dua anggota polisi yakni Bripka Andrew dan Bripda Baso ditembak oleh sekelompok orang yang diduga teroris anak buah Santoso pada Senin, 31 Desember 2018.
Kedua polisi tersebut ditembak saat membersihkan ranting pohon yang menutup jalan rombongan saat melakukan proses evakusi dan olah TKP mutilasi seorang warga Poso.
Kontak senjata pun sempat terjadi antara polisi dengan kelompok terduga teroris. Dua polisi yang tertembak berhasil dievakuasi ke puskesmas dan kelompok teroris masih dalam pengejaran.&amp;lrm;
</description><content:encoded>JAKARTA - Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengungkapkan, serangan kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso pimpinan Ali Kalora terhadap dua anggota Polri bermotif sekadar menunjukan eksistensi.
&quot;Jadi motifnya yang pertama memang menunjukan eksistensinya. Jumlah mereka tidak banyak, kecil, jumlahnya 10 orang. Sudah diidentifikasi jumlahnya segitu,&quot; kata Dedi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (2/1/2019).
Selain itu, Dedi menyebut bahwa berdasarkan hasil pemetaan, kelompok teroris yang berafiliasi dengan ISIS itu hanya memiliki beberapa senjata api dan senjata tajam.
&quot;Kekuatannya sudah diidentifikasi hanya 3 senjata. Dua senjata laras panjang, satu rakitan, satu senjata laras pendek rakitan dan sisanya senjata tajam,&quot; tutur Dedi.
(Baca juga: Polri Identifikasi Kelompok Ali Kalora Cs Miliki Senjata Laras Panjang)
Kelompok MIT kembali meresahkan masyarakat dengan melakukan pembunuhan disertai mutilasi terhadap warga Sulteng. Selain itu mereka menembak polisi saat melakukan evakuasi terhadap jasad korban.

Dua anggota polisi yakni Bripka Andrew dan Bripda Baso ditembak oleh sekelompok orang yang diduga teroris anak buah Santoso pada Senin, 31 Desember 2018.
Kedua polisi tersebut ditembak saat membersihkan ranting pohon yang menutup jalan rombongan saat melakukan proses evakusi dan olah TKP mutilasi seorang warga Poso.
Kontak senjata pun sempat terjadi antara polisi dengan kelompok terduga teroris. Dua polisi yang tertembak berhasil dievakuasi ke puskesmas dan kelompok teroris masih dalam pengejaran.&amp;lrm;
</content:encoded></item></channel></rss>
