<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pencarian Korban Belum Usai, Longsor Susulan Terjang Sukabumi</title><description>Menurut Joshua, untuk pencarian di hari keempat ini akan difokuskan untuk mencari korban yang masih dinyatakan hilang.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/01/03/525/1999452/pencarian-korban-belum-usai-longsor-susulan-terjang-sukabumi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/01/03/525/1999452/pencarian-korban-belum-usai-longsor-susulan-terjang-sukabumi"/><item><title>Pencarian Korban Belum Usai, Longsor Susulan Terjang Sukabumi</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/01/03/525/1999452/pencarian-korban-belum-usai-longsor-susulan-terjang-sukabumi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/01/03/525/1999452/pencarian-korban-belum-usai-longsor-susulan-terjang-sukabumi</guid><pubDate>Kamis 03 Januari 2019 14:42 WIB</pubDate><dc:creator>CDB Yudistira</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/01/03/525/1999452/pencarian-korban-belum-usai-longsor-susulan-terjang-sukabumi-mbZRatGTw0.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Longsor menerjang Sukabumi (Foto: BNPB)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/01/03/525/1999452/pencarian-korban-belum-usai-longsor-susulan-terjang-sukabumi-mbZRatGTw0.jpeg</image><title>Longsor menerjang Sukabumi (Foto: BNPB)</title></images><description>BANDUNG - Hari keempat, pencarian korban longsor di Dusun Cimapag, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi masih terus dilakukan &amp;lrm;Tim SAR gabungan. Namun, pencarian belum usai, longsor sempat kembali menerjang kawasan tersebut.

&quot;Informasi sebagai tambahan saja semalam pukul 10.30 malam, terjadi longsor susulan, pergeseran tanah yang cukup signifikan. Namun, tidak ada korban jiwa hanya perubahan kontur tanah&amp;lrm;,&quot; ujar Juru Bicara Kantor SAR Bandung, Joshua Banjarnahor, saat dikonfirmasi melalui pesan singkatnya, Kamis (3/1/2019).
(Baca Juga:&amp;nbsp;20 Korban Longsor Sukabumi Belum Ditemukan, Berikut Identitasnya)&amp;nbsp;
Menurut Joshua, untuk pencarian di hari keempat ini akan difokuskan untuk mencari korban yang masih dinyatakan hilang. Adapun korban hilang sebanyak 20 orang.

&quot;Pencariannya dibagi, menjadi dua shift,&quot; ujarnya.
&amp;nbsp;
Pembagian shift yang dimaksud, yakni &amp;lrm;shift 1 melakukan pencarian dari pagi hingga siang dengan teknik manual menggunakan cangkul, sekop, fire pump portable dan excavator&amp;lrm;.

Kemudian, &amp;lrm;shif 2 dari siang hingga sore dengan teknik pencarian menggunakan alat serupa dengan cara manual. (Baca Juga:&amp;nbsp;Hampir 10 Tahun Terakhir, Longsor Jadi Bencana Paling Banyak Terjadi di Sukabumi)

Untuk data sementara Basarnas, korban yang selamat 64 jiwa. Kemudian, korban meninggal 14 orang, dan korban luka berat 2 orang dan korban hilang 20 orang. Untuk keseluruhan jumlah korban mencapai 100 orang.</description><content:encoded>BANDUNG - Hari keempat, pencarian korban longsor di Dusun Cimapag, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi masih terus dilakukan &amp;lrm;Tim SAR gabungan. Namun, pencarian belum usai, longsor sempat kembali menerjang kawasan tersebut.

&quot;Informasi sebagai tambahan saja semalam pukul 10.30 malam, terjadi longsor susulan, pergeseran tanah yang cukup signifikan. Namun, tidak ada korban jiwa hanya perubahan kontur tanah&amp;lrm;,&quot; ujar Juru Bicara Kantor SAR Bandung, Joshua Banjarnahor, saat dikonfirmasi melalui pesan singkatnya, Kamis (3/1/2019).
(Baca Juga:&amp;nbsp;20 Korban Longsor Sukabumi Belum Ditemukan, Berikut Identitasnya)&amp;nbsp;
Menurut Joshua, untuk pencarian di hari keempat ini akan difokuskan untuk mencari korban yang masih dinyatakan hilang. Adapun korban hilang sebanyak 20 orang.

&quot;Pencariannya dibagi, menjadi dua shift,&quot; ujarnya.
&amp;nbsp;
Pembagian shift yang dimaksud, yakni &amp;lrm;shift 1 melakukan pencarian dari pagi hingga siang dengan teknik manual menggunakan cangkul, sekop, fire pump portable dan excavator&amp;lrm;.

Kemudian, &amp;lrm;shif 2 dari siang hingga sore dengan teknik pencarian menggunakan alat serupa dengan cara manual. (Baca Juga:&amp;nbsp;Hampir 10 Tahun Terakhir, Longsor Jadi Bencana Paling Banyak Terjadi di Sukabumi)

Untuk data sementara Basarnas, korban yang selamat 64 jiwa. Kemudian, korban meninggal 14 orang, dan korban luka berat 2 orang dan korban hilang 20 orang. Untuk keseluruhan jumlah korban mencapai 100 orang.</content:encoded></item></channel></rss>
