<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kontroversi Andi Arief, Jenderal Kardus hingga 7 Kontainer Surat Suara Sudah Dicoblos</title><description>Kritikan-kritikan pedasnya hingga kabar yang ia lontarkan melalui cuitannya di akun Twitter sering menuai kontroversi.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/01/03/605/1999442/kontroversi-andi-arief-jenderal-kardus-hingga-7-kontainer-surat-suara-sudah-dicoblos</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/01/03/605/1999442/kontroversi-andi-arief-jenderal-kardus-hingga-7-kontainer-surat-suara-sudah-dicoblos"/><item><title>Kontroversi Andi Arief, Jenderal Kardus hingga 7 Kontainer Surat Suara Sudah Dicoblos</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/01/03/605/1999442/kontroversi-andi-arief-jenderal-kardus-hingga-7-kontainer-surat-suara-sudah-dicoblos</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/01/03/605/1999442/kontroversi-andi-arief-jenderal-kardus-hingga-7-kontainer-surat-suara-sudah-dicoblos</guid><pubDate>Kamis 03 Januari 2019 14:30 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/01/03/605/1999442/kontroversi-andi-arief-jenderal-kardus-hingga-7-kontainer-surat-suara-sudah-dicoblos-jg9Rj8dZj3.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wasekjen Partai Demokrat, Andi Arief (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/01/03/605/1999442/kontroversi-andi-arief-jenderal-kardus-hingga-7-kontainer-surat-suara-sudah-dicoblos-jg9Rj8dZj3.jpg</image><title>Wasekjen Partai Demokrat, Andi Arief (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Demokrat Andi Arief kembali menghebohkan jagat perpolitikan. Kritikan-kritikan pedasnya hingga kabar yang ia lontarkan melalui cuitannya di akun Twitter sering menuai kontroversi.

Berikut Okezone telah merangkum sejumlah cuitan Andi Arief yang menuai kontroversi publik, Kamis (03/01/19).

1. Jenderal Kardus

Andi Arief mengeluarkan pernyataan frontal terhadap Prabowo Subianto, sebelum penetapan Sandiaga Uno menjadi pendampingnya di Pilpres 2019. Cuitannya yang menyebut Prabowo sebagai jenderal kardus menggambarkan kekecewaan Andi Arief sebab Prabowo memilih Sandiaga Uno sebagai cawapresnya.



Dalam cuitannya, ia menyebutkan pihaknya malam itu menolak kedatangan Prabowo ke kuningan. Ia juga menyebutkan bahwa Prabowo lebih menghargai uang daripada perjuangan.

&amp;ldquo;Prabowo ternyata kardus, malam ini kami menolak kedatangannya ke Kuningan. Bahkan keinginan dia menjelaakan lewat surat sudah tak perlu lagi. Prabowo lebih menghatgai uang ketimbang perjuangan. Jenderal kardus,&quot; katanya dalam akun @AndiArief_, pada 8 Agustus 2018.

2. Sandiaga Uno Beri Uang Rp500 miliar ke PKS dan PAN

Cuitan keduanya menuding Sandiaga telah membayar Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Amanat Nasional (PAN) masing-masing sebesar Rp500 miliar agar sepakat memilih Sandi sebagai cawapres Prabowo. Andi Arief merasa geram akan hal itu, karena tidak sejalan dengan kesepakatan sebelumnya.

Hal ini dibantah oleh Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan. Ia mengibaratkan pernyataan Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief bagaikan sampah. Ia juga menegaskan perkataan itu adalah informasi yang tak bisa dibuktikan kebenarannya.



&quot;Namanya apa tuh, itu boleh dikatakan sampah, kan. Iya, hoaks kali,&quot; kata Zulhas di kediaman Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Kertanegara, Jakarta Selatan, Rabu 8 Agustus 2018.

3. Prabowo Tak Serius Nyapres

Dalam cuitan selanjutnya, Andi Arief menganggap Prabowo kurang serius mengikuti kontestasi Pilpres 2019 karena malas berkeliling Indonesia untuk berkampanye. Saat itu, ia juga telah menyarankan Prabowo untuk keluar dari sarang dan berkeliling Indonesia untuk menyapa masyarakat serta menyampaikan apa yang akan dilakukannya kalau menang di tengah ekonomi yang sulit ini.

&quot;Ini otokritik: Kalau dilihat cara berkempanyenya sebetulnya yang mau jadi presiden itu @sandiuno atau Pak Prabowo ya. Saya menangkap kesan Pak Prabowo agak kurang serius ini mau jadi presiden,&quot; ungkap Andi dalam cuitan di akun Twitter-nya @AndiArief_, Jumat 12 Oktober 2018.

4. Kader PDIP Pelaku Perusak Atribut Demokrat

Melalui akun Twitter-nya, Andi Arief mengungkapkan pelaku perusak  atribut Partai Demokrat di Pekanbaru, Riau yang ditangkap berjumlah 35  orang, dengan dibagi dalam 5 kelompok yang satu regu berisi 7 orang.  Oknum-oknum tersebut dibayar 150 ribu/orang. Andi juga menambahkan,  mereka suruhan dari pengurus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan  (PDIP).



&amp;ldquo;Keterangan pelaku perusakan yang ditangkap DPC Demokrat malam tadi  menyebut dia disuruh Pengurus PDIP,&amp;rdquo; tulis Andi di Twitternya  @AndiArief_ Sabtu 15 Desember 2018.

5. 7 Kontainer surat suara sudah dicoblos

Seolah tidak ada rasa lelah, Andi Arief kembali menuai kontroversi di  dunia perpolitikan. Kali ini ia menyebarkan isu tentang penemuan 80  juta surat suara yang berada di dalam 7 kontainer di Pelabuhan Tanjung  Priok, Jakarta Utara telah tercoblos.

&amp;ldquo;Mohon dicek kabarnya ada 7 kontainer surat suara yang sudah dicoblos  di tanjung supaya tidak fitnah harap dicek kebenarannya. Karena ini  kabar sudah beredar,&amp;rdquo; tulis Andi di Twitternya @AndiArief_ pukul 20.05  WIB.

Namun, hal itu dipastikan tidak benar oleh Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI Arief Budiman.



&quot;Kami memastikan berdasarkan keterangan bea cukai tidak ada berita  tentang 7 kontainer tersebut. Itu tidak benar dan tidak ada juga TNI AL  yang temukan itu,&quot; kata Arief di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara,  Kamis (3/1/2018).

Kemudian, cuitan yang sudah heboh di media sosial ini sudah tidak ada  wujudnya di beranda akunnya, Andi menerangkan bahwa cuitannya itu  terhapus. &amp;ldquo;Tuit saya terhapus, saya memang mentuit,&amp;rdquo; tulisnya pada Kamis  (3/1/19).
</description><content:encoded>JAKARTA - Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Demokrat Andi Arief kembali menghebohkan jagat perpolitikan. Kritikan-kritikan pedasnya hingga kabar yang ia lontarkan melalui cuitannya di akun Twitter sering menuai kontroversi.

Berikut Okezone telah merangkum sejumlah cuitan Andi Arief yang menuai kontroversi publik, Kamis (03/01/19).

1. Jenderal Kardus

Andi Arief mengeluarkan pernyataan frontal terhadap Prabowo Subianto, sebelum penetapan Sandiaga Uno menjadi pendampingnya di Pilpres 2019. Cuitannya yang menyebut Prabowo sebagai jenderal kardus menggambarkan kekecewaan Andi Arief sebab Prabowo memilih Sandiaga Uno sebagai cawapresnya.



Dalam cuitannya, ia menyebutkan pihaknya malam itu menolak kedatangan Prabowo ke kuningan. Ia juga menyebutkan bahwa Prabowo lebih menghargai uang daripada perjuangan.

&amp;ldquo;Prabowo ternyata kardus, malam ini kami menolak kedatangannya ke Kuningan. Bahkan keinginan dia menjelaakan lewat surat sudah tak perlu lagi. Prabowo lebih menghatgai uang ketimbang perjuangan. Jenderal kardus,&quot; katanya dalam akun @AndiArief_, pada 8 Agustus 2018.

2. Sandiaga Uno Beri Uang Rp500 miliar ke PKS dan PAN

Cuitan keduanya menuding Sandiaga telah membayar Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Amanat Nasional (PAN) masing-masing sebesar Rp500 miliar agar sepakat memilih Sandi sebagai cawapres Prabowo. Andi Arief merasa geram akan hal itu, karena tidak sejalan dengan kesepakatan sebelumnya.

Hal ini dibantah oleh Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan. Ia mengibaratkan pernyataan Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief bagaikan sampah. Ia juga menegaskan perkataan itu adalah informasi yang tak bisa dibuktikan kebenarannya.



&quot;Namanya apa tuh, itu boleh dikatakan sampah, kan. Iya, hoaks kali,&quot; kata Zulhas di kediaman Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Kertanegara, Jakarta Selatan, Rabu 8 Agustus 2018.

3. Prabowo Tak Serius Nyapres

Dalam cuitan selanjutnya, Andi Arief menganggap Prabowo kurang serius mengikuti kontestasi Pilpres 2019 karena malas berkeliling Indonesia untuk berkampanye. Saat itu, ia juga telah menyarankan Prabowo untuk keluar dari sarang dan berkeliling Indonesia untuk menyapa masyarakat serta menyampaikan apa yang akan dilakukannya kalau menang di tengah ekonomi yang sulit ini.

&quot;Ini otokritik: Kalau dilihat cara berkempanyenya sebetulnya yang mau jadi presiden itu @sandiuno atau Pak Prabowo ya. Saya menangkap kesan Pak Prabowo agak kurang serius ini mau jadi presiden,&quot; ungkap Andi dalam cuitan di akun Twitter-nya @AndiArief_, Jumat 12 Oktober 2018.

4. Kader PDIP Pelaku Perusak Atribut Demokrat

Melalui akun Twitter-nya, Andi Arief mengungkapkan pelaku perusak  atribut Partai Demokrat di Pekanbaru, Riau yang ditangkap berjumlah 35  orang, dengan dibagi dalam 5 kelompok yang satu regu berisi 7 orang.  Oknum-oknum tersebut dibayar 150 ribu/orang. Andi juga menambahkan,  mereka suruhan dari pengurus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan  (PDIP).



&amp;ldquo;Keterangan pelaku perusakan yang ditangkap DPC Demokrat malam tadi  menyebut dia disuruh Pengurus PDIP,&amp;rdquo; tulis Andi di Twitternya  @AndiArief_ Sabtu 15 Desember 2018.

5. 7 Kontainer surat suara sudah dicoblos

Seolah tidak ada rasa lelah, Andi Arief kembali menuai kontroversi di  dunia perpolitikan. Kali ini ia menyebarkan isu tentang penemuan 80  juta surat suara yang berada di dalam 7 kontainer di Pelabuhan Tanjung  Priok, Jakarta Utara telah tercoblos.

&amp;ldquo;Mohon dicek kabarnya ada 7 kontainer surat suara yang sudah dicoblos  di tanjung supaya tidak fitnah harap dicek kebenarannya. Karena ini  kabar sudah beredar,&amp;rdquo; tulis Andi di Twitternya @AndiArief_ pukul 20.05  WIB.

Namun, hal itu dipastikan tidak benar oleh Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI Arief Budiman.



&quot;Kami memastikan berdasarkan keterangan bea cukai tidak ada berita  tentang 7 kontainer tersebut. Itu tidak benar dan tidak ada juga TNI AL  yang temukan itu,&quot; kata Arief di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara,  Kamis (3/1/2018).

Kemudian, cuitan yang sudah heboh di media sosial ini sudah tidak ada  wujudnya di beranda akunnya, Andi menerangkan bahwa cuitannya itu  terhapus. &amp;ldquo;Tuit saya terhapus, saya memang mentuit,&amp;rdquo; tulisnya pada Kamis  (3/1/19).
</content:encoded></item></channel></rss>
