<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>2.500 Bencana di 2019, DPR Minta Relawan Terlihat dalam Kegiatan Mitigasi</title><description>Sodik meminta relawan bergerak tak hanya di saat ada bencana.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/01/04/337/1999726/2-500-bencana-di-2019-dpr-minta-relawan-terlihat-dalam-kegiatan-mitigasi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/01/04/337/1999726/2-500-bencana-di-2019-dpr-minta-relawan-terlihat-dalam-kegiatan-mitigasi"/><item><title>2.500 Bencana di 2019, DPR Minta Relawan Terlihat dalam Kegiatan Mitigasi</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/01/04/337/1999726/2-500-bencana-di-2019-dpr-minta-relawan-terlihat-dalam-kegiatan-mitigasi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/01/04/337/1999726/2-500-bencana-di-2019-dpr-minta-relawan-terlihat-dalam-kegiatan-mitigasi</guid><pubDate>Jum'at 04 Januari 2019 07:21 WIB</pubDate><dc:creator>Fahreza Rizky</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/01/04/337/1999726/2-500-bencana-di-2019-dpr-minta-relawan-terlihat-dalam-kegiatan-mitigasi-NklezzXrOD.jpg" expression="full" type="image/jpeg">(Foto: Rus Akbar/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/01/04/337/1999726/2-500-bencana-di-2019-dpr-minta-relawan-terlihat-dalam-kegiatan-mitigasi-NklezzXrOD.jpg</image><title>(Foto: Rus Akbar/Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Sodik Mudjahid meminta agar mutu relawan ditingkatkan dan jumlahnya diperbanyak. Para relawan tersebut tak hanya dilibatkan ketika datang bencana saja, melainkan juga dalam kegiatan mitigasi.
Hal tersebut dikatakan Sodik merespons prediksi BNPB yang menyebut 2.500 bencana alam bakal melanda Indonesia di 2019. bencana alam yang kemungkinan mendominasi ialah hidrometerologi, meliputi banjir, longsor dan angin puting beliung.
&quot;Termasuk di dalamnya adalah pengawasan pengunaaan tata ruang yang merusak lingkungan,&quot; kata Sodik kepada Okezone, Jumat (4/1/2019).
Selain itu, Ketua DPP Gerinra itu meminta pemerintah daerah (pemda) mengimplementasikan penggunaan lahan yang aman sehingga tidak menimbulkan atau mempercepat terjadinya bencana.
&quot;Pemkab, Pemkot, Pemprov agar konsisten membuat dan mengimplementasikan penggunaan lahan yang aman dan tidak merusak lingkungan agar tidak menimbulkan atau mempercepat bencana,&quot;
(Baca juga: Diprediksi 2.500 Bencana Akan Terjadi di Tahun 2019)
Lebih lanjut, Sodik juga mengimbau dunia usaha tak hanya membantu pada saat terjadinya bencana, tapi juga memberi bantuan untuk kegiatan mitigasi seperti sosialisasi dan diklat-diklat masyarakat. Dengan begitu ia yakin risiko bencana dapat diminimalisir.
Kepala BNPB Willem Rampangilei menjelaskan, salah satu penyebab terjadinya hidrometerologi yaitu meluasnya kerusakan daerah aliran sungai (DAS). Selain itu faktor lainnya adalah lahan kritis, laju kerusakan hutan semakin tinggi, kerusakan lingkungan, perubahan penggunaan lahan dan tingginya kerentanan.

Dalam rinciannya, Sumatera Utara menempati urutan pertama daerah yang mempunyai lahan kritis sebesar 1,3 juta hektare. Kamudian Kalimantan Barat dengan 1 juta hektare, Jawa Barat 911 ribu hektare, dan Kalimantan Tengah 861 ribu hektare.
BNPB juga mendata sebanyak 489 Kabupaten/Kota berada di daerah bahaya banjir dengan kategori sedang hingga tinggi. Di daerah itu pula terdapat 63,7 juta jiwa manusia yang tersebar. Sedangkan untuk bencana tanah longsor sendiri terdapat 441 Kabupaten/Kota yang rawan terdampak bencana itu.
</description><content:encoded>JAKARTA - Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Sodik Mudjahid meminta agar mutu relawan ditingkatkan dan jumlahnya diperbanyak. Para relawan tersebut tak hanya dilibatkan ketika datang bencana saja, melainkan juga dalam kegiatan mitigasi.
Hal tersebut dikatakan Sodik merespons prediksi BNPB yang menyebut 2.500 bencana alam bakal melanda Indonesia di 2019. bencana alam yang kemungkinan mendominasi ialah hidrometerologi, meliputi banjir, longsor dan angin puting beliung.
&quot;Termasuk di dalamnya adalah pengawasan pengunaaan tata ruang yang merusak lingkungan,&quot; kata Sodik kepada Okezone, Jumat (4/1/2019).
Selain itu, Ketua DPP Gerinra itu meminta pemerintah daerah (pemda) mengimplementasikan penggunaan lahan yang aman sehingga tidak menimbulkan atau mempercepat terjadinya bencana.
&quot;Pemkab, Pemkot, Pemprov agar konsisten membuat dan mengimplementasikan penggunaan lahan yang aman dan tidak merusak lingkungan agar tidak menimbulkan atau mempercepat bencana,&quot;
(Baca juga: Diprediksi 2.500 Bencana Akan Terjadi di Tahun 2019)
Lebih lanjut, Sodik juga mengimbau dunia usaha tak hanya membantu pada saat terjadinya bencana, tapi juga memberi bantuan untuk kegiatan mitigasi seperti sosialisasi dan diklat-diklat masyarakat. Dengan begitu ia yakin risiko bencana dapat diminimalisir.
Kepala BNPB Willem Rampangilei menjelaskan, salah satu penyebab terjadinya hidrometerologi yaitu meluasnya kerusakan daerah aliran sungai (DAS). Selain itu faktor lainnya adalah lahan kritis, laju kerusakan hutan semakin tinggi, kerusakan lingkungan, perubahan penggunaan lahan dan tingginya kerentanan.

Dalam rinciannya, Sumatera Utara menempati urutan pertama daerah yang mempunyai lahan kritis sebesar 1,3 juta hektare. Kamudian Kalimantan Barat dengan 1 juta hektare, Jawa Barat 911 ribu hektare, dan Kalimantan Tengah 861 ribu hektare.
BNPB juga mendata sebanyak 489 Kabupaten/Kota berada di daerah bahaya banjir dengan kategori sedang hingga tinggi. Di daerah itu pula terdapat 63,7 juta jiwa manusia yang tersebar. Sedangkan untuk bencana tanah longsor sendiri terdapat 441 Kabupaten/Kota yang rawan terdampak bencana itu.
</content:encoded></item></channel></rss>
