<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mendagri: Demokrasi Harus Berlandaskan Etika dan Budaya!</title><description>Mendagri Tjahjo Kumolo memiliki pandangan bahwa Pemilu adalah siklus bernegara yang harus terjadi dalam siklus setiap 5 tahun sekali.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/01/04/337/2000146/mendagri-demokrasi-harus-berlandaskan-etika-dan-budaya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/01/04/337/2000146/mendagri-demokrasi-harus-berlandaskan-etika-dan-budaya"/><item><title>Mendagri: Demokrasi Harus Berlandaskan Etika dan Budaya!</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/01/04/337/2000146/mendagri-demokrasi-harus-berlandaskan-etika-dan-budaya</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/01/04/337/2000146/mendagri-demokrasi-harus-berlandaskan-etika-dan-budaya</guid><pubDate>Jum'at 04 Januari 2019 20:12 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/01/04/337/2000146/mendagri-demokrasi-harus-berlandaskan-etika-dan-budaya-wdvbgvK5XE.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Mendagri Tjahjo Kumolo (Foto: Ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/01/04/337/2000146/mendagri-demokrasi-harus-berlandaskan-etika-dan-budaya-wdvbgvK5XE.jpg</image><title>Mendagri Tjahjo Kumolo (Foto: Ist)</title></images><description>JAKARTA  - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo memiliki pandangan bahwa Pemilu adalah siklus bernegara yang harus terjadi dalam siklus setiap 5 tahun sekali sesuai amanat Konstitusi UUD 1945.

&quot;Pemilu adalah ciri bahwa NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) adalah negara kesatuan yang berbentuk republik dengan sistem politik demokrasi,&quot; ujarnya, Jumat (4/1/2019).

Setiap dari penyelenggaraan Pemilu di samping tahapan proses pelaksanaaan, Pemilu juga membutuhkan iklim yang sehat, sejuk, dan damai.
(Baca Juga:&amp;nbsp;KPU, Parpol, dan Timses Sepakati Format Surat Suara Pemilu 2019)&amp;nbsp;
Tjahjo memaknai dalam kontestasi Pemilu merupakan arena pertarungan gagasan, ide, konsep, dan pemikiran bagaimana cara mengelola negara yang disampaikan kontestan dan tim suksesnya.
&amp;nbsp;
Masalah perbedaan pilihan politik masyarakat, baik Pileg dan Pilres harus didudukan dalam koridor dan bingkai komitmen merawat persatuan dan kesatuan bangsa.

&quot;Mari berpolitik dengan tetap berkarakter ke-Indonesiaan, yakni penuh tatakrama, etika dan budaya Indonesia,&quot; kata Tjahjo.
(Baca Juga:&amp;nbsp;Suhu Politik Memanas Jelang Pilpres, Menhub Minta Masyarakat Jauhi Aura Kebencian)&amp;nbsp;
Peradaban demokrasi yang berkarakter ke-Indonesiaan, yaitu demokrasi yang berbasis budaya dan etika yang dianut masyarakat Indonesia. Hal itulah yang menjadi kekuatan dan pembeda karakterisktik dari nilai demokrasi Indonesia dibandingkan praktik demokrasi bangsa-bangsa lain di dunia.

&quot;Hoax adalah sumber penyakit sekaligus racun yang merusak peradaban demokrasi Indonesia dan bahkan lebih jauh dari itu bisa menjadi sumber konflik yang menghancurkan persatuan dan kesatuan bangsa,&quot; tegas Tjahjo.

Oleh karena itu, semua elemen bangsa harus bersatu menolak dan melawan hoax atau berita bohong.
</description><content:encoded>JAKARTA  - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo memiliki pandangan bahwa Pemilu adalah siklus bernegara yang harus terjadi dalam siklus setiap 5 tahun sekali sesuai amanat Konstitusi UUD 1945.

&quot;Pemilu adalah ciri bahwa NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) adalah negara kesatuan yang berbentuk republik dengan sistem politik demokrasi,&quot; ujarnya, Jumat (4/1/2019).

Setiap dari penyelenggaraan Pemilu di samping tahapan proses pelaksanaaan, Pemilu juga membutuhkan iklim yang sehat, sejuk, dan damai.
(Baca Juga:&amp;nbsp;KPU, Parpol, dan Timses Sepakati Format Surat Suara Pemilu 2019)&amp;nbsp;
Tjahjo memaknai dalam kontestasi Pemilu merupakan arena pertarungan gagasan, ide, konsep, dan pemikiran bagaimana cara mengelola negara yang disampaikan kontestan dan tim suksesnya.
&amp;nbsp;
Masalah perbedaan pilihan politik masyarakat, baik Pileg dan Pilres harus didudukan dalam koridor dan bingkai komitmen merawat persatuan dan kesatuan bangsa.

&quot;Mari berpolitik dengan tetap berkarakter ke-Indonesiaan, yakni penuh tatakrama, etika dan budaya Indonesia,&quot; kata Tjahjo.
(Baca Juga:&amp;nbsp;Suhu Politik Memanas Jelang Pilpres, Menhub Minta Masyarakat Jauhi Aura Kebencian)&amp;nbsp;
Peradaban demokrasi yang berkarakter ke-Indonesiaan, yaitu demokrasi yang berbasis budaya dan etika yang dianut masyarakat Indonesia. Hal itulah yang menjadi kekuatan dan pembeda karakterisktik dari nilai demokrasi Indonesia dibandingkan praktik demokrasi bangsa-bangsa lain di dunia.

&quot;Hoax adalah sumber penyakit sekaligus racun yang merusak peradaban demokrasi Indonesia dan bahkan lebih jauh dari itu bisa menjadi sumber konflik yang menghancurkan persatuan dan kesatuan bangsa,&quot; tegas Tjahjo.

Oleh karena itu, semua elemen bangsa harus bersatu menolak dan melawan hoax atau berita bohong.
</content:encoded></item></channel></rss>
