<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>&quot;Sentil&quot; Timses Capres, KPU: Jangan dalam Rapat Senyam-senyum, di Luar Teriak</title><description>&amp;nbsp;
Menurut dia, keputusan itu diambil setelah ada kesepakatan dari masing-masing tim sukses.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/01/07/605/2001049/sentil-timses-capres-kpu-jangan-dalam-rapat-senyam-senyum-di-luar-teriak</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/01/07/605/2001049/sentil-timses-capres-kpu-jangan-dalam-rapat-senyam-senyum-di-luar-teriak"/><item><title>&quot;Sentil&quot; Timses Capres, KPU: Jangan dalam Rapat Senyam-senyum, di Luar Teriak</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/01/07/605/2001049/sentil-timses-capres-kpu-jangan-dalam-rapat-senyam-senyum-di-luar-teriak</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/01/07/605/2001049/sentil-timses-capres-kpu-jangan-dalam-rapat-senyam-senyum-di-luar-teriak</guid><pubDate>Senin 07 Januari 2019 15:31 WIB</pubDate><dc:creator>Fadel Prayoga</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/01/07/605/2001049/sentil-timses-capres-kpu-jangan-dalam-rapat-senyam-senyum-di-luar-teriak-qi6jHbXMhd.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Komisioner KPU Pramono Ubaid (Foto: Fadel Prayoga)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/01/07/605/2001049/sentil-timses-capres-kpu-jangan-dalam-rapat-senyam-senyum-di-luar-teriak-qi6jHbXMhd.jpg</image><title>Komisioner KPU Pramono Ubaid (Foto: Fadel Prayoga)</title></images><description>JAKARTA - Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Pramono Ubaid menyesalkan adanya perdebatan di media sosial terkait keputusan KPU ihwal dibatalkannya pemaparan visi-misi calon presiden dan wakil presiden dan pemberian materi debat Pilpres kepada kedua pasangan calon.
Menurut dia, keputusan itu diambil setelah ada kesepakatan dari masing-masing tim sukses. Sehingga, ia merasa heran bila ada salah satu pasangan calon yang mempermasalahkannya.
&quot;Jangan dalam rapat senyam-senyum tidak ada protes tidak ada apa. Tetapi di luar teriak-teriak. Menurut saya itu tidak bertanggung jawab,&quot; kata Pramono, ditemui di kantor KPU RI, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Senin (7/1/2019).
(Baca Juga:&amp;nbsp;KPU Tak Fasilitasi Penyampaian Visi dan Misi Capres-Cawapres)&amp;nbsp;
Seharusnya, kata dia, pembahasan itu diperdebatkan di dalam rapat dengan KPU RI. Saat rapat terakhir pada Jumat 4 Januari 2019 lalu, tim sukses kedua pasangan calon menerima keputusan tersebut.
&quot;Isu ini sudah muncul lama, kalau mau kan diskusi hari Jumat lalu bisa disampaikan. Tetapi kan tetap saja rapatnya kami dengan akrab bersahabat terbuka, tidak ada sampaikan keberatan,&quot; ujarnya.
&amp;nbsp;
Timses kedua pasangan calon, kata dia, harus bertanggung jawab terhadap hasil kesepakatan yang dibuat di dalam sesi rapat tersebut.
(Baca Juga:&amp;nbsp;Daftar Soal Debat Capres-Cawapres Sudah Selesai Disusun Panelis)&amp;nbsp;
Menurutnya, beban itu tidak bisa dilimpahkan semua kepada KPU sebagai pihak penyelenggara pesta demokrasi.
&quot;Itu bagian dari tanggung jawab peserta rapat dari tim koalisi 01 dan 02 untuk sosialisasikan kesepakatan kepada koalisi parpol kepada sesama tim kampanye juga kepada konstituen,&quot; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Pramono Ubaid menyesalkan adanya perdebatan di media sosial terkait keputusan KPU ihwal dibatalkannya pemaparan visi-misi calon presiden dan wakil presiden dan pemberian materi debat Pilpres kepada kedua pasangan calon.
Menurut dia, keputusan itu diambil setelah ada kesepakatan dari masing-masing tim sukses. Sehingga, ia merasa heran bila ada salah satu pasangan calon yang mempermasalahkannya.
&quot;Jangan dalam rapat senyam-senyum tidak ada protes tidak ada apa. Tetapi di luar teriak-teriak. Menurut saya itu tidak bertanggung jawab,&quot; kata Pramono, ditemui di kantor KPU RI, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Senin (7/1/2019).
(Baca Juga:&amp;nbsp;KPU Tak Fasilitasi Penyampaian Visi dan Misi Capres-Cawapres)&amp;nbsp;
Seharusnya, kata dia, pembahasan itu diperdebatkan di dalam rapat dengan KPU RI. Saat rapat terakhir pada Jumat 4 Januari 2019 lalu, tim sukses kedua pasangan calon menerima keputusan tersebut.
&quot;Isu ini sudah muncul lama, kalau mau kan diskusi hari Jumat lalu bisa disampaikan. Tetapi kan tetap saja rapatnya kami dengan akrab bersahabat terbuka, tidak ada sampaikan keberatan,&quot; ujarnya.
&amp;nbsp;
Timses kedua pasangan calon, kata dia, harus bertanggung jawab terhadap hasil kesepakatan yang dibuat di dalam sesi rapat tersebut.
(Baca Juga:&amp;nbsp;Daftar Soal Debat Capres-Cawapres Sudah Selesai Disusun Panelis)&amp;nbsp;
Menurutnya, beban itu tidak bisa dilimpahkan semua kepada KPU sebagai pihak penyelenggara pesta demokrasi.
&quot;Itu bagian dari tanggung jawab peserta rapat dari tim koalisi 01 dan 02 untuk sosialisasikan kesepakatan kepada koalisi parpol kepada sesama tim kampanye juga kepada konstituen,&quot; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
