<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Diberi Kisi-Kisi, Fadli Zon: Debat Capres Jadi Gak Ada Gregetnya</title><description>Masyarakat ingin mengetahui sejauh mana pemikiran kedua kandidat dalam menanggapi pertanyaan-pertanyaan yang diajukan nantinya.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/01/07/605/2001071/diberi-kisi-kisi-fadli-zon-debat-capres-jadi-gak-ada-gregetnya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/01/07/605/2001071/diberi-kisi-kisi-fadli-zon-debat-capres-jadi-gak-ada-gregetnya"/><item><title>Diberi Kisi-Kisi, Fadli Zon: Debat Capres Jadi Gak Ada Gregetnya</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/01/07/605/2001071/diberi-kisi-kisi-fadli-zon-debat-capres-jadi-gak-ada-gregetnya</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/01/07/605/2001071/diberi-kisi-kisi-fadli-zon-debat-capres-jadi-gak-ada-gregetnya</guid><pubDate>Senin 07 Januari 2019 16:07 WIB</pubDate><dc:creator>Muhamad Rizky</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/01/07/605/2001071/diberi-kisi-kisi-fadli-zon-debat-capres-jadi-gak-ada-gregetnya-ZorzIs19e2.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wakil Ketua DPR Fadli Zon (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/01/07/605/2001071/diberi-kisi-kisi-fadli-zon-debat-capres-jadi-gak-ada-gregetnya-ZorzIs19e2.jpg</image><title>Wakil Ketua DPR Fadli Zon (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Wakil Ketua DPR Fadli Zon menilai kebijakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) memberikan kisi-kisi debat terhadap tim pasangan calon presiden dan wakil presiden hal yang aneh. Bahkan, KPU dianggap membuat debat menjadi kurang greget.

&quot;Cukup aneh menurut saya, kenapa harus pertanyaan-pertanyaan itu dibocorkan atau diberikan. Itu kan enggak asyik lagi, enggak ada gregetnya, enggak ada efek kejutnya,&quot; kata Fadli di Gedung Parlemen, Senayan, Senin (7/1/2018).
(Baca Juga:&amp;nbsp;&quot;Sentil&quot; Timses Capres, KPU: Jangan dalam Rapat Senyam-senyum, di Luar Teriak)&amp;nbsp;
Padahal, lanjut politikus Gerindra itu, masyarakat ingin mengetahui sejauh mana pemikiran kedua kandidat dalam menanggapi pertanyaan-pertanyaan yang diajukan nantinya. Di seluruh dunia, juga tidak ada yang memberikan kisi-kisi kepada capres-cawapres.

&quot;Di seluruh dunia juga begitu. Jadi, nanti kalau sekarang dikasih bocoran soalnya, ya nanti tinggal ngapalin. Ini ya enggak asyik lagi lah,&quot; ungkapnya.
&amp;nbsp;
Kecuali, yang diberikan adalah tema debat. Sebab, dengan adanya kisi-kisi juga memberikan kesan bahwa debat yang nantinya dilakukan hanya sebagai formalitas.

&quot;Kalau misalnya tema debat oke lah. Tetapi kemudian angle-nya seperti apa, ya jadi kurang, jadi debatnya formalitas itu yang kita sayangkan,&quot; terangnya.
(Baca Juga:&amp;nbsp;Buat 'Kebohongan Award', Grace Natalie dan 3 Kader PSI Dilaporkan ke Polisi)&amp;nbsp;
Di samping itu, Fadli juga menyesalkan pembatalan pemaparan visi misi oleh masing-masing kandidat. Ia mengaku heran dengan kebijakan KPU yang terkesan dibuat-buat.

&quot;Harusnya difasilitasi visi misi ini, dan itu harus datang dari kandidat. Karena yang akan memimpin kandidat bukan timses, bukan stuntman. Jadi, kandidat yang harus menyampaikan visi misinya,&quot; tukasnya.
Pada Pilpres 2019, ada dua pasangan capres-cawapres yang terdiri dari Joko Widodo-Ma'ruf Amin sebagai pasangan nomor urut 01, dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno pasangan nomor urut 02. Debat sendiri akan dilakukan selama 5 kali.</description><content:encoded>JAKARTA - Wakil Ketua DPR Fadli Zon menilai kebijakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) memberikan kisi-kisi debat terhadap tim pasangan calon presiden dan wakil presiden hal yang aneh. Bahkan, KPU dianggap membuat debat menjadi kurang greget.

&quot;Cukup aneh menurut saya, kenapa harus pertanyaan-pertanyaan itu dibocorkan atau diberikan. Itu kan enggak asyik lagi, enggak ada gregetnya, enggak ada efek kejutnya,&quot; kata Fadli di Gedung Parlemen, Senayan, Senin (7/1/2018).
(Baca Juga:&amp;nbsp;&quot;Sentil&quot; Timses Capres, KPU: Jangan dalam Rapat Senyam-senyum, di Luar Teriak)&amp;nbsp;
Padahal, lanjut politikus Gerindra itu, masyarakat ingin mengetahui sejauh mana pemikiran kedua kandidat dalam menanggapi pertanyaan-pertanyaan yang diajukan nantinya. Di seluruh dunia, juga tidak ada yang memberikan kisi-kisi kepada capres-cawapres.

&quot;Di seluruh dunia juga begitu. Jadi, nanti kalau sekarang dikasih bocoran soalnya, ya nanti tinggal ngapalin. Ini ya enggak asyik lagi lah,&quot; ungkapnya.
&amp;nbsp;
Kecuali, yang diberikan adalah tema debat. Sebab, dengan adanya kisi-kisi juga memberikan kesan bahwa debat yang nantinya dilakukan hanya sebagai formalitas.

&quot;Kalau misalnya tema debat oke lah. Tetapi kemudian angle-nya seperti apa, ya jadi kurang, jadi debatnya formalitas itu yang kita sayangkan,&quot; terangnya.
(Baca Juga:&amp;nbsp;Buat 'Kebohongan Award', Grace Natalie dan 3 Kader PSI Dilaporkan ke Polisi)&amp;nbsp;
Di samping itu, Fadli juga menyesalkan pembatalan pemaparan visi misi oleh masing-masing kandidat. Ia mengaku heran dengan kebijakan KPU yang terkesan dibuat-buat.

&quot;Harusnya difasilitasi visi misi ini, dan itu harus datang dari kandidat. Karena yang akan memimpin kandidat bukan timses, bukan stuntman. Jadi, kandidat yang harus menyampaikan visi misinya,&quot; tukasnya.
Pada Pilpres 2019, ada dua pasangan capres-cawapres yang terdiri dari Joko Widodo-Ma'ruf Amin sebagai pasangan nomor urut 01, dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno pasangan nomor urut 02. Debat sendiri akan dilakukan selama 5 kali.</content:encoded></item></channel></rss>
