<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bom di Rumah Agus Rahardjo Palsu, KPK: Apapun Bentuknya Itu Teror!   </title><description>Mabes Polri memastikan bahwa tas yang digantungkan di pagar depan rumah Ketua KPK, Agus Rahardjo berisikan bom palsu.&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/01/10/337/2002738/bom-di-rumah-agus-rahardjo-palsu-kpk-apapun-bentuknya-itu-teror</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/01/10/337/2002738/bom-di-rumah-agus-rahardjo-palsu-kpk-apapun-bentuknya-itu-teror"/><item><title>Bom di Rumah Agus Rahardjo Palsu, KPK: Apapun Bentuknya Itu Teror!   </title><link>https://news.okezone.com/read/2019/01/10/337/2002738/bom-di-rumah-agus-rahardjo-palsu-kpk-apapun-bentuknya-itu-teror</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/01/10/337/2002738/bom-di-rumah-agus-rahardjo-palsu-kpk-apapun-bentuknya-itu-teror</guid><pubDate>Kamis 10 Januari 2019 18:46 WIB</pubDate><dc:creator>Arie Dwi Satrio</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/01/10/337/2002738/bom-di-rumah-agus-rahardjo-palsu-kpk-apapun-bentuknya-itu-teror-r1Lu2nHAqW.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Juru Bicara KPK, Febri Diansyah (foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/01/10/337/2002738/bom-di-rumah-agus-rahardjo-palsu-kpk-apapun-bentuknya-itu-teror-r1Lu2nHAqW.jpg</image><title>Juru Bicara KPK, Febri Diansyah (foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lrm;JAKARTA - Mabes Polri memastikan bahwa tas yang digantungkan di pagar depan rumah Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Agus Rahardjo berisikan bom palsu. Namun, polisi masih tetap mengusut pelaku yang menaruh bom palsu di rumah Ketua KPK tersebut.
Juru Bicara KPK, Febri Diansyah menanggapi santai pernyataan Polri tersebut. Yang terpenting, kata Febri, temuan tas berisi pipa paralon, serbuk, paku, dan yang lainnya &amp;lrm;di depan rumah pimpinannya merupakan bentuk teror.
&quot;Tentu kita juga paham, apakah itu misalnya pipa yang diisi semen putih, tetapi yang kita pahami ini bisa saja merupakan upaya untuk mengganggu atau banyak pihak menyebutnya meneror pimpinan KPK,&quot; kata Febri di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (10/1/2019).
&amp;nbsp;(Baca juga: Reaksi Menkum HAM soal Teror di Rumah Pimpinan KPK)
Febri sendiri masih menunggu laporan spesifikasi rinci hasil analisis forensik Labfor Mabes Polri terkait adanya temuan tas berisi paralon, paku, dan serbuk semen putih di&amp;lrm; rumah Ketua KPK, Agus Rahardjo.
&amp;nbsp;
Menurut Febri, apapun bentuk teror yang terjadi di rumah dua pimpinan KPK yakni Agus Rahardjo dan Laode M Syarief tidak menimbulkan akibat yang sangat besar. Sebab, kata Febri, tidak ada korban hingga kerugian yang cukup berarti dari teror itu.
&quot;Tentu kami di satu sisi bersyukur, karena tidak ada korban ataupun kerugiaan materIil dan imateriil,&quot; terangnya.
&amp;nbsp;(Baca juga: Johan Budi: Teror Terhadap KPK Tak Hanya Terjadi di Era Jokowi)
Diketahui sebelumnya, dua rumah pimpinan KPK yakni, Agus Rahardjo dan Laode M Syarief diteror benda yang diduga bom oleh orang tidak dikenal, pada Rabu (9/1/2019), dini hari. Kejadian di dua lokasi tersebut waktunya tidak berselang lama.
&amp;nbsp;
Di rumah Agus di daerah&amp;lrm; Bekasi ditemukan tas berisi benda mencurigakan berupa paku, kabel, paralon, batre panasonic, hingga serbuk yang diduga semen putih. Benda tersebut diduga bom rakitan berjenis high ekspolsive.
Sementara di rumah Syarief, terdapat pecahan botol dengan sumbu serta bekas kepulan asap yang diduga merupakan bom molotov. Hingga kini, polisi masih menyelidiki kasus dugaan teror di rumah dua pimpinan KPK tersebut.</description><content:encoded>&amp;lrm;JAKARTA - Mabes Polri memastikan bahwa tas yang digantungkan di pagar depan rumah Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Agus Rahardjo berisikan bom palsu. Namun, polisi masih tetap mengusut pelaku yang menaruh bom palsu di rumah Ketua KPK tersebut.
Juru Bicara KPK, Febri Diansyah menanggapi santai pernyataan Polri tersebut. Yang terpenting, kata Febri, temuan tas berisi pipa paralon, serbuk, paku, dan yang lainnya &amp;lrm;di depan rumah pimpinannya merupakan bentuk teror.
&quot;Tentu kita juga paham, apakah itu misalnya pipa yang diisi semen putih, tetapi yang kita pahami ini bisa saja merupakan upaya untuk mengganggu atau banyak pihak menyebutnya meneror pimpinan KPK,&quot; kata Febri di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (10/1/2019).
&amp;nbsp;(Baca juga: Reaksi Menkum HAM soal Teror di Rumah Pimpinan KPK)
Febri sendiri masih menunggu laporan spesifikasi rinci hasil analisis forensik Labfor Mabes Polri terkait adanya temuan tas berisi paralon, paku, dan serbuk semen putih di&amp;lrm; rumah Ketua KPK, Agus Rahardjo.
&amp;nbsp;
Menurut Febri, apapun bentuk teror yang terjadi di rumah dua pimpinan KPK yakni Agus Rahardjo dan Laode M Syarief tidak menimbulkan akibat yang sangat besar. Sebab, kata Febri, tidak ada korban hingga kerugian yang cukup berarti dari teror itu.
&quot;Tentu kami di satu sisi bersyukur, karena tidak ada korban ataupun kerugiaan materIil dan imateriil,&quot; terangnya.
&amp;nbsp;(Baca juga: Johan Budi: Teror Terhadap KPK Tak Hanya Terjadi di Era Jokowi)
Diketahui sebelumnya, dua rumah pimpinan KPK yakni, Agus Rahardjo dan Laode M Syarief diteror benda yang diduga bom oleh orang tidak dikenal, pada Rabu (9/1/2019), dini hari. Kejadian di dua lokasi tersebut waktunya tidak berselang lama.
&amp;nbsp;
Di rumah Agus di daerah&amp;lrm; Bekasi ditemukan tas berisi benda mencurigakan berupa paku, kabel, paralon, batre panasonic, hingga serbuk yang diduga semen putih. Benda tersebut diduga bom rakitan berjenis high ekspolsive.
Sementara di rumah Syarief, terdapat pecahan botol dengan sumbu serta bekas kepulan asap yang diduga merupakan bom molotov. Hingga kini, polisi masih menyelidiki kasus dugaan teror di rumah dua pimpinan KPK tersebut.</content:encoded></item></channel></rss>
