<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Hujan Es Guyur Bandung, Ini Penjelasan BMKG</title><description>Kota Bandung diguyur hujan es. Ada beberapa wilayah yang terkena dampak dari hujan disertai angin kencang tersebut.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/01/10/525/2002773/hujan-es-guyur-bandung-ini-penjelasan-bmkg</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/01/10/525/2002773/hujan-es-guyur-bandung-ini-penjelasan-bmkg"/><item><title>Hujan Es Guyur Bandung, Ini Penjelasan BMKG</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/01/10/525/2002773/hujan-es-guyur-bandung-ini-penjelasan-bmkg</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/01/10/525/2002773/hujan-es-guyur-bandung-ini-penjelasan-bmkg</guid><pubDate>Kamis 10 Januari 2019 20:02 WIB</pubDate><dc:creator>CDB Yudistira</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/01/10/525/2002773/hujan-es-guyur-bandung-ini-penjelasan-bmkg-yS8LY22KOh.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi hujan es (Foto: Ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/01/10/525/2002773/hujan-es-guyur-bandung-ini-penjelasan-bmkg-yS8LY22KOh.jpg</image><title>Ilustrasi hujan es (Foto: Ist)</title></images><description>BANDUNG - Kota Bandung diguyur hujan es disertai angin kencang pada Kamis (10/1/2019) siang. Penjelasan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Bandung, hujan yang terjadi di Bandung&amp;nbsp;karena pembentukan awan cumulonimbus (Cb).
Menurut Kepala BMKG Bandung Toni Agus Wijaya, awan yang terbentuk di Kota Kembang itu berpotensi hujan sedang. Selain itu, terdapat faktor regional yakni&amp;lrm;, adanya pertemuan dan belokan angin melewati Jawa Barat bagian tengah.
&quot;Faktor globalnya, karena terdapat anomali suhu permukaan laut di perairan Jawa Barat yang cenderung hangat, sehingga berpeluang terjadi pembentukan awan konvektif potensial hujan,&quot; kata Toni saat dikonfirmasi melalui sambungan telefonnya.
(Baca Juga:&amp;nbsp;Hujan Es Melanda Depok, Dikira Warga Rumah Ada yang Menimpuk)

Dari pengamatan BMKG, &amp;lrm;suhu siang tadi di udara mencapai 29,0. Untuk kelembaban udara 57% pada awal pembentukan awan Cb pada siang hari dengan arah angin dari arah selatan berkecepatan maksimum 11 km/jam.
&quot;Dari pantauan citra radar terdeteksi adanya pembentukan awan konvektif dengan kategori hujan sedang (yang jadi penyebab hujan es),&quot; ujarnya.
(Baca Juga:&amp;nbsp;Hujan Es Guyur Thamrin City Jakpus)</description><content:encoded>BANDUNG - Kota Bandung diguyur hujan es disertai angin kencang pada Kamis (10/1/2019) siang. Penjelasan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Bandung, hujan yang terjadi di Bandung&amp;nbsp;karena pembentukan awan cumulonimbus (Cb).
Menurut Kepala BMKG Bandung Toni Agus Wijaya, awan yang terbentuk di Kota Kembang itu berpotensi hujan sedang. Selain itu, terdapat faktor regional yakni&amp;lrm;, adanya pertemuan dan belokan angin melewati Jawa Barat bagian tengah.
&quot;Faktor globalnya, karena terdapat anomali suhu permukaan laut di perairan Jawa Barat yang cenderung hangat, sehingga berpeluang terjadi pembentukan awan konvektif potensial hujan,&quot; kata Toni saat dikonfirmasi melalui sambungan telefonnya.
(Baca Juga:&amp;nbsp;Hujan Es Melanda Depok, Dikira Warga Rumah Ada yang Menimpuk)

Dari pengamatan BMKG, &amp;lrm;suhu siang tadi di udara mencapai 29,0. Untuk kelembaban udara 57% pada awal pembentukan awan Cb pada siang hari dengan arah angin dari arah selatan berkecepatan maksimum 11 km/jam.
&quot;Dari pantauan citra radar terdeteksi adanya pembentukan awan konvektif dengan kategori hujan sedang (yang jadi penyebab hujan es),&quot; ujarnya.
(Baca Juga:&amp;nbsp;Hujan Es Guyur Thamrin City Jakpus)</content:encoded></item></channel></rss>
