<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Survei Y Publica: Elektabilitas Jokowi-Ma'ruf 53,5%, Prabowo-Sandi 31,9%</title><description>Direktur Eksekutif Y Publica Rudi Hartono mengatakan, elektabilitas pasangan calon nomor urut 01 dan 02 terpaut lebih dari 20%.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/01/14/605/2004181/survei-y-publica-elektabilitas-jokowi-ma-ruf-53-5-prabowo-sandi-31-9</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/01/14/605/2004181/survei-y-publica-elektabilitas-jokowi-ma-ruf-53-5-prabowo-sandi-31-9"/><item><title>Survei Y Publica: Elektabilitas Jokowi-Ma'ruf 53,5%, Prabowo-Sandi 31,9%</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/01/14/605/2004181/survei-y-publica-elektabilitas-jokowi-ma-ruf-53-5-prabowo-sandi-31-9</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/01/14/605/2004181/survei-y-publica-elektabilitas-jokowi-ma-ruf-53-5-prabowo-sandi-31-9</guid><pubDate>Senin 14 Januari 2019 14:29 WIB</pubDate><dc:creator>Fahreza Rizky</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/01/14/605/2004181/survei-y-publica-elektabilitas-jokowi-ma-ruf-53-5-prabowo-sandi-31-9-9qzjZW1V2p.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Capres-Cawapres Jokowi-Ma'ruf Amin dan Prabowo-Sandiaga Uno  (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/01/14/605/2004181/survei-y-publica-elektabilitas-jokowi-ma-ruf-53-5-prabowo-sandi-31-9-9qzjZW1V2p.jpeg</image><title>Capres-Cawapres Jokowi-Ma'ruf Amin dan Prabowo-Sandiaga Uno  (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Lembaga survei Y Publica merilis survei tentang suara pemilih perempuan di Pemilu 2019. Hasilnya, elektabilitas Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin lebih unggul ketimbang Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.&amp;nbsp;
Direktur Eksekutif Y Publica Rudi Hartono mengatakan, elektabilitas pasangan calon nomor urut 01 dan 02 terpaut lebih dari 20%. Namun, elektabilitas Jokowi-Ma'ruf stagnan kendati unggul dari rivalnya.
&quot;Jokowi-Ma'ruf 53,5%, sedangkan Prabowo-Sandi 31,9%. Namun, jika dilihat dari empat kali survei Y Publica sejak penetapan capres-cawapres Agustus 2018, elektabilitas Jokowi &amp;ndash; Ma'ruf Amin stagnan di angka 53-54%,&quot; ujar Rudi saat jumpa pers di Menteng, Jakarta Pusat, Senin (14/1/2019).
Sementara itu, sambung Rudi, Prabowo-Sandiaga cenderung naik tipis dari angka 28% ke 31%. Sementara swing voters cenderung di angka 14%. (Baca Juga:&amp;nbsp;Ada Foto Gatot Nurmantyo di Baliho Prabowo-Sandi, PKS Terheran-heran)
Rudi menambahkan, Jokowi-Ma'ruf didukung mayoritas responden perempuan. Sebanyak 54,5% responden perempuan memilih Jokowi-Ma&amp;rsquo;ruf dan 31,6% responden perempuan mendukung Prabowo-Sandiaga.
&amp;ldquo;Di mata pemilih perempuan, 50,7% responden menganggap pasangan Jokowi-Ma&amp;rsquo;ruf paling peduli dengan hak-hak perempuan. Hanya 30,2% yang menganggap Prabowo-Sandiaga peduli dengan hak-hak perempuan,&amp;rdquo; katanya.

Menurut Rudi, kedua kubu Capres-Cawapres memang mempunyai narasi untuk menggaet pemilih perempuan. Di kubu Prabowo-Sandiaga ada narasi &amp;ldquo;The Power of Emak-Emak&amp;rdquo;, sedangkan kubu Jokowi-Ma&amp;rsquo;ruf mengusung narasi &amp;ldquo;Ibu Bangsa&amp;rdquo;.
(Baca Juga:&amp;nbsp;Pendukung Jokowi Paling Banyak Tolak Poligami Ketimbang Prabowo)
Hanya saja, kata Rudi, narasi kedua kubu ini kurang membumi di tengah pemilih, terutama perempuan. Faktanya, hanya 47,6% responden yang mengaku mengetahui atau pernah mendengar narasi-narasi itu. Sebaliknya, 52,4% mengaku belum pernah dengar.
&amp;ldquo;Masalahnya lagi, 60,7% responden yang pernah mendengar/mengetahui narasi itu merasa aspirasinya tidak terwakili oleh narasi tersebut,&amp;rdquo; tegasnya.
Survei Y Publica dilakukan pada 26 Desember 2018 hingga 8 Januari 2019, dengan mewawancarai 1.200 responden yang dipilih menggunakan metode multistage random sampling (acak bertingkat). Margin of error dalam survei ini adalah 2,98% dengan tingkat kepercayaan 95%..</description><content:encoded>JAKARTA - Lembaga survei Y Publica merilis survei tentang suara pemilih perempuan di Pemilu 2019. Hasilnya, elektabilitas Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin lebih unggul ketimbang Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.&amp;nbsp;
Direktur Eksekutif Y Publica Rudi Hartono mengatakan, elektabilitas pasangan calon nomor urut 01 dan 02 terpaut lebih dari 20%. Namun, elektabilitas Jokowi-Ma'ruf stagnan kendati unggul dari rivalnya.
&quot;Jokowi-Ma'ruf 53,5%, sedangkan Prabowo-Sandi 31,9%. Namun, jika dilihat dari empat kali survei Y Publica sejak penetapan capres-cawapres Agustus 2018, elektabilitas Jokowi &amp;ndash; Ma'ruf Amin stagnan di angka 53-54%,&quot; ujar Rudi saat jumpa pers di Menteng, Jakarta Pusat, Senin (14/1/2019).
Sementara itu, sambung Rudi, Prabowo-Sandiaga cenderung naik tipis dari angka 28% ke 31%. Sementara swing voters cenderung di angka 14%. (Baca Juga:&amp;nbsp;Ada Foto Gatot Nurmantyo di Baliho Prabowo-Sandi, PKS Terheran-heran)
Rudi menambahkan, Jokowi-Ma'ruf didukung mayoritas responden perempuan. Sebanyak 54,5% responden perempuan memilih Jokowi-Ma&amp;rsquo;ruf dan 31,6% responden perempuan mendukung Prabowo-Sandiaga.
&amp;ldquo;Di mata pemilih perempuan, 50,7% responden menganggap pasangan Jokowi-Ma&amp;rsquo;ruf paling peduli dengan hak-hak perempuan. Hanya 30,2% yang menganggap Prabowo-Sandiaga peduli dengan hak-hak perempuan,&amp;rdquo; katanya.

Menurut Rudi, kedua kubu Capres-Cawapres memang mempunyai narasi untuk menggaet pemilih perempuan. Di kubu Prabowo-Sandiaga ada narasi &amp;ldquo;The Power of Emak-Emak&amp;rdquo;, sedangkan kubu Jokowi-Ma&amp;rsquo;ruf mengusung narasi &amp;ldquo;Ibu Bangsa&amp;rdquo;.
(Baca Juga:&amp;nbsp;Pendukung Jokowi Paling Banyak Tolak Poligami Ketimbang Prabowo)
Hanya saja, kata Rudi, narasi kedua kubu ini kurang membumi di tengah pemilih, terutama perempuan. Faktanya, hanya 47,6% responden yang mengaku mengetahui atau pernah mendengar narasi-narasi itu. Sebaliknya, 52,4% mengaku belum pernah dengar.
&amp;ldquo;Masalahnya lagi, 60,7% responden yang pernah mendengar/mengetahui narasi itu merasa aspirasinya tidak terwakili oleh narasi tersebut,&amp;rdquo; tegasnya.
Survei Y Publica dilakukan pada 26 Desember 2018 hingga 8 Januari 2019, dengan mewawancarai 1.200 responden yang dipilih menggunakan metode multistage random sampling (acak bertingkat). Margin of error dalam survei ini adalah 2,98% dengan tingkat kepercayaan 95%..</content:encoded></item></channel></rss>
