<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Survei Charta Politika: Pergantian Tagar Jadi #2019PrabowoPresiden Justru Merugikan</title><description>Pergantian tanda pagar dari #2019GantiPresiden menjadi #2019PrabowoPresiden dinilai justru merugikan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/01/16/605/2005358/survei-charta-politika-pergantian-tagar-jadi-2019prabowopresiden-justru-merugikan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/01/16/605/2005358/survei-charta-politika-pergantian-tagar-jadi-2019prabowopresiden-justru-merugikan"/><item><title>Survei Charta Politika: Pergantian Tagar Jadi #2019PrabowoPresiden Justru Merugikan</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/01/16/605/2005358/survei-charta-politika-pergantian-tagar-jadi-2019prabowopresiden-justru-merugikan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/01/16/605/2005358/survei-charta-politika-pergantian-tagar-jadi-2019prabowopresiden-justru-merugikan</guid><pubDate>Rabu 16 Januari 2019 17:51 WIB</pubDate><dc:creator>Harits Tryan Akhmad</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/01/16/605/2005358/survei-charta-politika-pergantian-tagar-jadi-2019prabowopresiden-justru-merugikan-nPKRiirZ6x.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya. (Foto: Harits Tryan Akhmad/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/01/16/605/2005358/survei-charta-politika-pergantian-tagar-jadi-2019prabowopresiden-justru-merugikan-nPKRiirZ6x.jpg</image><title>Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya. (Foto: Harits Tryan Akhmad/Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya mengatakan bahwa usulan dari Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab yang ingin mengganti tagar #2019GantiPresiden menjadi #2019PrabowoPresiden justru akan merugikan pihak Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno.
Ia mengatakan, hal ini dikarenakan hasil survei tagar #2019GantiPresiden lebih banyak disetujui masyarakat dibandingkan dengan tagar #2019PrabowoPresiden yang belum banyak mengetahuinya.
&quot;Yang mengetahui (#2019GantiPresiden) itu ada 75,0 persen ya,&quot; ungkap Yunarto ketika memaparkan hasil survei di Kantor Charta Politika, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (16/1/2019).
(Baca juga: Survei Charta Politika: Jokowi-Ma'ruf Amin 53,2%, Prabowo-Sandiaga 34,1%)
 
Dia melanjutkan, lalu untuk tagar #2019GantiPresiden meski banyak yang mengetahui hanya mendapat 44,1 persen yang menyetujui. Sementara sebanyak 41,4 persen tidak menyetujui tagar tersebut.
&quot;Dan, sebanyak 14,5 persen tidak tahu dan tidak jawab,&quot; tutur Yunarto.
Maka itu, ia menilai inisiatif Habib Rizieq untuk mengganti tagar #2019GantiPresiden menjadi #2019PrabowoPresiden justru akan merugikan sisi elektoral pasangan Prabowo-Sandi di Pilpres 2019.

&quot;Kalau saya berani berspekulasi, kalau dalam konteks pertarungan tagar, ini akan berpotensi malah merugikan sisi elektoral dari Pak Prabowo-Sandi, minimal dalam konteks pertarungan di social media, dibandingkan mereka meneruskan gerakannya Mardani Ali Sera (#2019GantiPresiden),&quot; jelasnya.
(Baca juga: Sosok Ma'ruf Amin bagi Elektoral Jokowi Menurut Survei Charta Politika)
 
Di sisi lain, Yunarto turut memaparkan bahwa tagar #2019JokowiLagi masih kalah pamor dengan #2019GantiPresiden. Jumlah orang yang mengetahui gerakan tagar ini hanya 58,3 persen.
&quot;Angka ini kalah dengan #2019GantiPresiden,&quot; beber dia.
Ia menyebutkan, ada sejumlah faktor yang membuat gerakan #2019JokowiLagi belum diketahui banyak orang. Seperti tagar #2019GantiPresiden lebih dahulu muncul di dunia maya dan lebih luas segmennya.
&quot;Ini bukan hanya yang suka dengan Prabowo. Tapi, menampung keseluruhan massa pemilih yang anti-incumbent atau Jokowi,&quot; jelasnya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya mengatakan bahwa usulan dari Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab yang ingin mengganti tagar #2019GantiPresiden menjadi #2019PrabowoPresiden justru akan merugikan pihak Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno.
Ia mengatakan, hal ini dikarenakan hasil survei tagar #2019GantiPresiden lebih banyak disetujui masyarakat dibandingkan dengan tagar #2019PrabowoPresiden yang belum banyak mengetahuinya.
&quot;Yang mengetahui (#2019GantiPresiden) itu ada 75,0 persen ya,&quot; ungkap Yunarto ketika memaparkan hasil survei di Kantor Charta Politika, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (16/1/2019).
(Baca juga: Survei Charta Politika: Jokowi-Ma'ruf Amin 53,2%, Prabowo-Sandiaga 34,1%)
 
Dia melanjutkan, lalu untuk tagar #2019GantiPresiden meski banyak yang mengetahui hanya mendapat 44,1 persen yang menyetujui. Sementara sebanyak 41,4 persen tidak menyetujui tagar tersebut.
&quot;Dan, sebanyak 14,5 persen tidak tahu dan tidak jawab,&quot; tutur Yunarto.
Maka itu, ia menilai inisiatif Habib Rizieq untuk mengganti tagar #2019GantiPresiden menjadi #2019PrabowoPresiden justru akan merugikan sisi elektoral pasangan Prabowo-Sandi di Pilpres 2019.

&quot;Kalau saya berani berspekulasi, kalau dalam konteks pertarungan tagar, ini akan berpotensi malah merugikan sisi elektoral dari Pak Prabowo-Sandi, minimal dalam konteks pertarungan di social media, dibandingkan mereka meneruskan gerakannya Mardani Ali Sera (#2019GantiPresiden),&quot; jelasnya.
(Baca juga: Sosok Ma'ruf Amin bagi Elektoral Jokowi Menurut Survei Charta Politika)
 
Di sisi lain, Yunarto turut memaparkan bahwa tagar #2019JokowiLagi masih kalah pamor dengan #2019GantiPresiden. Jumlah orang yang mengetahui gerakan tagar ini hanya 58,3 persen.
&quot;Angka ini kalah dengan #2019GantiPresiden,&quot; beber dia.
Ia menyebutkan, ada sejumlah faktor yang membuat gerakan #2019JokowiLagi belum diketahui banyak orang. Seperti tagar #2019GantiPresiden lebih dahulu muncul di dunia maya dan lebih luas segmennya.
&quot;Ini bukan hanya yang suka dengan Prabowo. Tapi, menampung keseluruhan massa pemilih yang anti-incumbent atau Jokowi,&quot; jelasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
