<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jokowi Diyakini Bakal Menang Mudah di Debat Perdana</title><description>Kalau untuk topik Hukum, HAM dan Korupsi, Pak Jokowi akan menang mudah dalam debat.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/01/17/605/2005809/jokowi-diyakini-bakal-menang-mudah-di-debat-perdana</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/01/17/605/2005809/jokowi-diyakini-bakal-menang-mudah-di-debat-perdana"/><item><title>Jokowi Diyakini Bakal Menang Mudah di Debat Perdana</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/01/17/605/2005809/jokowi-diyakini-bakal-menang-mudah-di-debat-perdana</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/01/17/605/2005809/jokowi-diyakini-bakal-menang-mudah-di-debat-perdana</guid><pubDate>Kamis 17 Januari 2019 15:54 WIB</pubDate><dc:creator>Fahreza Rizky</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/01/17/605/2005809/jokowi-diyakini-bakal-menang-mudah-di-debat-perdana-tZhOcVdS4b.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jokowi dan Prabowo </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/01/17/605/2005809/jokowi-diyakini-bakal-menang-mudah-di-debat-perdana-tZhOcVdS4b.jpg</image><title>Jokowi dan Prabowo </title></images><description>JAKARTA - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yakin pasangan Capres nomor urut 01, Joko Widodo &amp;ndash; KH Ma&amp;rsquo;ruf Amin bakal menang mudah dalam debat Capres putaran pertama, yang akan diselenggarakan malam ini, Kamis (17/1/2019). Hal itu diungkap oleh Jubir PSI, Surya Tjandra.

&amp;ldquo;Kalau untuk topik Hukum, HAM dan Korupsi, Pak Jokowi akan menang mudah dalam debat,&amp;rdquo; ujar dia di Basecamp DPP PSI, Jalan KH Wahid Hasyim, Jakarta Pusat.

Pernyataan itu muncul di acara temu awak media dan membahas isu-isu seputar debat perdana Capres-Cawapres 2019, yang mengusung tema Hukum, Hak Asasi Manusia (HAM), Korupsi dan Terorisme.

Menurut Surya, keunggulan tersebut tak terlepas dari pengalaman matang Presiden Jokowi selama menjabat. &amp;ldquo;Beliau tidak cuma memahami konsep, tapi juga sudah menerapkannya dalam praktek secara langsung 4 tahun terakhir ini.&amp;rdquo;

Ia juga menambahkan, ada indikator dan kebijakan yang mencerminkan komitmen memerangi korupsi di era Presiden Jokowi.

&amp;ldquo;Kita melihat Corruption Perception Index (CPI) kita naik cukup signifikan justru di kepemimpinan Pak Jokowi, dari 34 sekarang ke 37. Ranking negara terkorup pun sudah turun dari 107 jadi 90,&amp;rdquo; ujarnya


(Baca Juga: Prabowo Bilang Hardi Gantung Diri karena Terlilit Utang, Ini Faktanya!)

Surya menambahkan, di era Jokowi semua pihak dapat menjadi pelapor kasus korupsi. Sebab sudah ada peraturan dari pemerintah yang memberikan reward seandainya orang tersebut bersedia melaporkan kasus rasuah.

Komitmen Jokowi lainnya dalam gerakan anti korupsi, yakni menaikkan anggaran yang signifikan bagi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

&quot;Sekarang udah hampir Rp 1,2 triliun ini lumayan banyak karena staf KPK juga tidak terlalu banyak.&amp;rdquo; imbuh dia.

Sementara itu, politikus PSI, Rian Ernest, justru mempertanyakan gagasan dari kubu Prabowo-Sandi dalam debat perdana nanti. Bahkan, Rian Ernest juga menyebut pengalaman pasangan Prabowo dan Sandi minim dalam pelayanan publik.

&amp;ldquo;Pak Prabowo ini tidak punya pengalaman administratur sipil, jadi kita belum tahu ni konkritnya apa, gagasannya apa. Mas Sandi pun biasa di swasta tentu minim pengalaman juga di sektor publik. Dia menjadi Wakil Gubernur dalam hitungan bulan udah pamit, ya kan? Jadi kami menunggu gagasan dari kubu Pak Prabowo dan Sandi,&quot; ujar Rian.

Lebih jauh, Rian turut menjabarkan tiga strategi konkret untuk menekan laju korupsi oleh Presiden Jokowi. Pertama, perizinan dilakukan dengan satu atap. Dengan begitu celah untuk korupsi menjadi tertutup.

Kedua, sambung dia, meningkatkan risiko orang untuk melakukan korupsi. Dengan peraturan baru, semua orang di Indonesia bisa menjadi &amp;ldquo;penyidik&amp;rdquo; tambahan KPK.

&quot;Jadi semua orang bisa melaporkan korupsi yang mereka ketahui, dan nanti akan diberikan imbalan. Jadi koruptor-koruptor ini bukan hanya takut dengan kamera di kantor sekarang, takut dengan semua orang yang bisa melaporkan perbuatan korupsi,&quot; tambahnya.


(Baca Juga: Berikut Rute Dua Pasangan Capres-Cawapres Menuju Lokasi Debat)

Ketiga, lanjut Rian, Jokowi menghilangkan alasan orang untuk berbuat korupsi, di antaranya dengan cara menaikkan gaji aparatur sipil negara (ASN).

&quot;Kenapa naik? Ya gimana kita mau memberantas korupsi kalau sapunya itu nggak bersih, ya kalau gaji pas-pasan, operasional pas-pasan, ya repot juga gitu,&amp;rdquo; tukas dia.

Di sisi lain, politisi PSI lainnya, Dedek Prayudi menambahkan, komitmen Presiden Jokowi memerangi korupsi sudah dimulai sedari diri sendiri dan keluarga, dan balik mempertanyakan rekam jejak Prabowo sendiri.

&amp;ldquo;Komitmen antikorupsi Pak Jokowi ini sudah beliau mulai dari diri sendiri dan keluarga. Kita sama-sama tahu bahwa keluarga Pak Jokowi tidak ada yang bermain dengan proyek-proyek APBN,&amp;rdquo; kata pria disapa Uki.

&amp;ldquo;Kalau kita refleksikan dengan standar yang sama dengan Pak Prabowo, di sini banyak sekali tanda tanya soal bagaimana beliau sendiri, bagaimana keluarga beliau, bagaimana masa lalu beliau,&quot; tegasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yakin pasangan Capres nomor urut 01, Joko Widodo &amp;ndash; KH Ma&amp;rsquo;ruf Amin bakal menang mudah dalam debat Capres putaran pertama, yang akan diselenggarakan malam ini, Kamis (17/1/2019). Hal itu diungkap oleh Jubir PSI, Surya Tjandra.

&amp;ldquo;Kalau untuk topik Hukum, HAM dan Korupsi, Pak Jokowi akan menang mudah dalam debat,&amp;rdquo; ujar dia di Basecamp DPP PSI, Jalan KH Wahid Hasyim, Jakarta Pusat.

Pernyataan itu muncul di acara temu awak media dan membahas isu-isu seputar debat perdana Capres-Cawapres 2019, yang mengusung tema Hukum, Hak Asasi Manusia (HAM), Korupsi dan Terorisme.

Menurut Surya, keunggulan tersebut tak terlepas dari pengalaman matang Presiden Jokowi selama menjabat. &amp;ldquo;Beliau tidak cuma memahami konsep, tapi juga sudah menerapkannya dalam praktek secara langsung 4 tahun terakhir ini.&amp;rdquo;

Ia juga menambahkan, ada indikator dan kebijakan yang mencerminkan komitmen memerangi korupsi di era Presiden Jokowi.

&amp;ldquo;Kita melihat Corruption Perception Index (CPI) kita naik cukup signifikan justru di kepemimpinan Pak Jokowi, dari 34 sekarang ke 37. Ranking negara terkorup pun sudah turun dari 107 jadi 90,&amp;rdquo; ujarnya


(Baca Juga: Prabowo Bilang Hardi Gantung Diri karena Terlilit Utang, Ini Faktanya!)

Surya menambahkan, di era Jokowi semua pihak dapat menjadi pelapor kasus korupsi. Sebab sudah ada peraturan dari pemerintah yang memberikan reward seandainya orang tersebut bersedia melaporkan kasus rasuah.

Komitmen Jokowi lainnya dalam gerakan anti korupsi, yakni menaikkan anggaran yang signifikan bagi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

&quot;Sekarang udah hampir Rp 1,2 triliun ini lumayan banyak karena staf KPK juga tidak terlalu banyak.&amp;rdquo; imbuh dia.

Sementara itu, politikus PSI, Rian Ernest, justru mempertanyakan gagasan dari kubu Prabowo-Sandi dalam debat perdana nanti. Bahkan, Rian Ernest juga menyebut pengalaman pasangan Prabowo dan Sandi minim dalam pelayanan publik.

&amp;ldquo;Pak Prabowo ini tidak punya pengalaman administratur sipil, jadi kita belum tahu ni konkritnya apa, gagasannya apa. Mas Sandi pun biasa di swasta tentu minim pengalaman juga di sektor publik. Dia menjadi Wakil Gubernur dalam hitungan bulan udah pamit, ya kan? Jadi kami menunggu gagasan dari kubu Pak Prabowo dan Sandi,&quot; ujar Rian.

Lebih jauh, Rian turut menjabarkan tiga strategi konkret untuk menekan laju korupsi oleh Presiden Jokowi. Pertama, perizinan dilakukan dengan satu atap. Dengan begitu celah untuk korupsi menjadi tertutup.

Kedua, sambung dia, meningkatkan risiko orang untuk melakukan korupsi. Dengan peraturan baru, semua orang di Indonesia bisa menjadi &amp;ldquo;penyidik&amp;rdquo; tambahan KPK.

&quot;Jadi semua orang bisa melaporkan korupsi yang mereka ketahui, dan nanti akan diberikan imbalan. Jadi koruptor-koruptor ini bukan hanya takut dengan kamera di kantor sekarang, takut dengan semua orang yang bisa melaporkan perbuatan korupsi,&quot; tambahnya.


(Baca Juga: Berikut Rute Dua Pasangan Capres-Cawapres Menuju Lokasi Debat)

Ketiga, lanjut Rian, Jokowi menghilangkan alasan orang untuk berbuat korupsi, di antaranya dengan cara menaikkan gaji aparatur sipil negara (ASN).

&quot;Kenapa naik? Ya gimana kita mau memberantas korupsi kalau sapunya itu nggak bersih, ya kalau gaji pas-pasan, operasional pas-pasan, ya repot juga gitu,&amp;rdquo; tukas dia.

Di sisi lain, politisi PSI lainnya, Dedek Prayudi menambahkan, komitmen Presiden Jokowi memerangi korupsi sudah dimulai sedari diri sendiri dan keluarga, dan balik mempertanyakan rekam jejak Prabowo sendiri.

&amp;ldquo;Komitmen antikorupsi Pak Jokowi ini sudah beliau mulai dari diri sendiri dan keluarga. Kita sama-sama tahu bahwa keluarga Pak Jokowi tidak ada yang bermain dengan proyek-proyek APBN,&amp;rdquo; kata pria disapa Uki.

&amp;ldquo;Kalau kita refleksikan dengan standar yang sama dengan Pak Prabowo, di sini banyak sekali tanda tanya soal bagaimana beliau sendiri, bagaimana keluarga beliau, bagaimana masa lalu beliau,&quot; tegasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
