<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tak Pernah Intervensi Hukum, Jokowi Diprediksi Kuasai Panggung Debat</title><description>Semua disikat kan? Itu bukti bahwa penegakan hukum di bawah pemerintahan Jokowi tidak mengintervensi sama sekali.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/01/17/605/2005897/tak-pernah-intervensi-hukum-jokowi-diprediksi-kuasai-panggung-debat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/01/17/605/2005897/tak-pernah-intervensi-hukum-jokowi-diprediksi-kuasai-panggung-debat"/><item><title>Tak Pernah Intervensi Hukum, Jokowi Diprediksi Kuasai Panggung Debat</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/01/17/605/2005897/tak-pernah-intervensi-hukum-jokowi-diprediksi-kuasai-panggung-debat</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/01/17/605/2005897/tak-pernah-intervensi-hukum-jokowi-diprediksi-kuasai-panggung-debat</guid><pubDate>Kamis 17 Januari 2019 19:13 WIB</pubDate><dc:creator>Fahreza Rizky</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/01/17/605/2005897/tak-pernah-intervensi-hukum-jokowi-diprediksi-kuasai-panggung-debat-NE6wY1pHXI.jpg" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/01/17/605/2005897/tak-pernah-intervensi-hukum-jokowi-diprediksi-kuasai-panggung-debat-NE6wY1pHXI.jpg</image><title></title></images><description>JAKARTA - Pasangan calon nomor urut 01, Joko Widodo-Ma'ruf Amin diprediksi lebih unggul dari lawan politiknya dalam debat perdana capres-cawapres dengan tema hukum, HAM, anti-korupsi dan terorisme. Sebab, petahana dinilai memiliki kinerja positif di bidang tersebut.

&quot;Dalam penegakan hukum di masa pemerintahan Joko Widodo, Pak Jokowi mengetahui persis perannya. Karena persoalan hukum itu bukan ranahnya eksekutif, tetapi ranahnya yudikatif, Jokowi tidak pernah melakukan intervensi,&quot; ujar pengamat politik Emrus Sihombing, Kamis (17/1/2019).

Menurut Emrus, Jokowi sangat menghormati profesionalitas KPK, Kepolisian dan Kejaksaan dalam konteks penyelidikan dan penyidikan. Dia mencontohkan sejumlah kasus yang menjerat orang dari partai pendukung pemerintah, semua diproses lembaga antirasuah tanpa sedikit pun diintervensi.

&quot;Semua disikat kan? Itu bukti bahwa penegakan hukum di bawah pemerintahan Jokowi tidak mengintervensi sama sekali,&quot; kata dia.


(Baca Juga: Tak Hadiri Debat Perdana, Ini Pesan SBY ke Prabowo)
(Baca Juga: Jelang Debat Pilpres, Perasaan Ma'ruf Amin Campur Aduk)

Bukti lain dari kinerja positif Jokowi di bidang hukum adalah meningkatnya jumlah operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK. Menurut Emrus itu bisa dijadikan tolok ukur keberhasilan Jokowi di bidang hukum.

&quot;Dan itu dari berbagai partai, baik mereka pendukung pemerintah atau di luar pemerintah. Artinya tidak ada perlindungan atau upaya pemerintah untuk menghalang-halangi. Dilepas aja,&quot; ujarnya.

Emrus menambahkan, pemerintahan Jokowi juga terus menggemborkan jajarannya untuk tidak bermain dengan APBN/APBD. Bahkan hal tersebut kerap diingatkan oleh Kepala Negara.

&quot;Saya kira dia adalah tokoh yang bersih, juga tokoh antikorupsi. Belum lagi anak-anaknya hanya penjual martabak dan pisang goreng. Jadi tidak memanfaatkan kekuasaan bapaknya,&quot; tuturnya.

Emrus berpendapat, petahana diyakini akan unggul ketimbang paslon 02 Prabowo-Sandiaga. Pasalnya, petshana meguasai fakta, data dan bukti karena keluasan jaringan yang dimilikinya.

&quot;Ini hipotesis. Biasanya petahana lebih unggul karena mereka menguasai fakta, data, dan bukti, karena mereka memiliki jaringan yang begitu luas. Yang kedua petahana tidak mencampuri urusan hukum. Selama itu dilakukan saya kira hampir pasti (Jokowi leading),&quot; imbuh Emrus.

&quot;Yang akan unggul di perdebatan nanti, siapa yang bisa menyajikan fakta, data dan bukti. Itulah pemenangnya. Karena itu secara hipotesis panggung itu nanti akan dikuasai petahana,&quot; kata dia.</description><content:encoded>JAKARTA - Pasangan calon nomor urut 01, Joko Widodo-Ma'ruf Amin diprediksi lebih unggul dari lawan politiknya dalam debat perdana capres-cawapres dengan tema hukum, HAM, anti-korupsi dan terorisme. Sebab, petahana dinilai memiliki kinerja positif di bidang tersebut.

&quot;Dalam penegakan hukum di masa pemerintahan Joko Widodo, Pak Jokowi mengetahui persis perannya. Karena persoalan hukum itu bukan ranahnya eksekutif, tetapi ranahnya yudikatif, Jokowi tidak pernah melakukan intervensi,&quot; ujar pengamat politik Emrus Sihombing, Kamis (17/1/2019).

Menurut Emrus, Jokowi sangat menghormati profesionalitas KPK, Kepolisian dan Kejaksaan dalam konteks penyelidikan dan penyidikan. Dia mencontohkan sejumlah kasus yang menjerat orang dari partai pendukung pemerintah, semua diproses lembaga antirasuah tanpa sedikit pun diintervensi.

&quot;Semua disikat kan? Itu bukti bahwa penegakan hukum di bawah pemerintahan Jokowi tidak mengintervensi sama sekali,&quot; kata dia.


(Baca Juga: Tak Hadiri Debat Perdana, Ini Pesan SBY ke Prabowo)
(Baca Juga: Jelang Debat Pilpres, Perasaan Ma'ruf Amin Campur Aduk)

Bukti lain dari kinerja positif Jokowi di bidang hukum adalah meningkatnya jumlah operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK. Menurut Emrus itu bisa dijadikan tolok ukur keberhasilan Jokowi di bidang hukum.

&quot;Dan itu dari berbagai partai, baik mereka pendukung pemerintah atau di luar pemerintah. Artinya tidak ada perlindungan atau upaya pemerintah untuk menghalang-halangi. Dilepas aja,&quot; ujarnya.

Emrus menambahkan, pemerintahan Jokowi juga terus menggemborkan jajarannya untuk tidak bermain dengan APBN/APBD. Bahkan hal tersebut kerap diingatkan oleh Kepala Negara.

&quot;Saya kira dia adalah tokoh yang bersih, juga tokoh antikorupsi. Belum lagi anak-anaknya hanya penjual martabak dan pisang goreng. Jadi tidak memanfaatkan kekuasaan bapaknya,&quot; tuturnya.

Emrus berpendapat, petahana diyakini akan unggul ketimbang paslon 02 Prabowo-Sandiaga. Pasalnya, petshana meguasai fakta, data dan bukti karena keluasan jaringan yang dimilikinya.

&quot;Ini hipotesis. Biasanya petahana lebih unggul karena mereka menguasai fakta, data, dan bukti, karena mereka memiliki jaringan yang begitu luas. Yang kedua petahana tidak mencampuri urusan hukum. Selama itu dilakukan saya kira hampir pasti (Jokowi leading),&quot; imbuh Emrus.

&quot;Yang akan unggul di perdebatan nanti, siapa yang bisa menyajikan fakta, data dan bukti. Itulah pemenangnya. Karena itu secara hipotesis panggung itu nanti akan dikuasai petahana,&quot; kata dia.</content:encoded></item></channel></rss>
