<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>KPU Tidak Akan Beri Bocoran Lagi di Debat Capres Selanjutnya</title><description>KPU mengakui dalam debat Capres-Cawapres pertama tampaknya belum sepenuhnya memenuhi harapan publik.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/01/19/605/2006687/kpu-tidak-akan-beri-bocoran-lagi-di-debat-capres-selanjutnya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/01/19/605/2006687/kpu-tidak-akan-beri-bocoran-lagi-di-debat-capres-selanjutnya"/><item><title>KPU Tidak Akan Beri Bocoran Lagi di Debat Capres Selanjutnya</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/01/19/605/2006687/kpu-tidak-akan-beri-bocoran-lagi-di-debat-capres-selanjutnya</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/01/19/605/2006687/kpu-tidak-akan-beri-bocoran-lagi-di-debat-capres-selanjutnya</guid><pubDate>Sabtu 19 Januari 2019 14:38 WIB</pubDate><dc:creator>Muhamad Rizky</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/01/19/605/2006687/kpu-tidak-akan-beri-bocoran-lagi-di-debat-capres-selanjutnya-rQjUAWiMOF.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Komisioner KPU RI Wahyu Setiawan (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/01/19/605/2006687/kpu-tidak-akan-beri-bocoran-lagi-di-debat-capres-selanjutnya-rQjUAWiMOF.jpg</image><title>Komisioner KPU RI Wahyu Setiawan (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) melakukan evaluasi pasca debat perdana yang dilaksanakan di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan. Dalam pelaksanaan debat tersebut publik menilai kurang maksimal.
Komisioner KPU Wahyu Setiawan mengakui, dalam debat Capres-Cawapres pertama yang mengangkat tema hukum, HAM, korupsi, dan terorisme tersebut tampaknya belum sepenuhnya  memenuhi harapan publik.
Baca Juga: Makan di Republik Jengkol, Sekjen PDIP Anggap Menunya 'Bercita Rasa Surga'

Untuk itu lanjutnya, KPU telah melakukan evaluasi terkait format dan mekanisme debat untuk perbaikan debat selanjutnya. &quot;Salah satu yang dievaluasi adalah terkait isu pemberitahuan abstraksi kisi-kisi soal kepada kandidat,&quot; kata Wahyu kepada wartawan, Sabtu (19/1/2019).
&quot;KPU RI berupaya mengartikulasikan harapan publik sehingga untuk debat berikutnya abstraksi soal yang dibuat panelis tidak diberitahukan kepada kandidat,&quot; tambahnya.
Wahyu mengatakan, hal ini menunjukkan bahwa KPU RI berupaya untuk terbuka dan siap untuk menerima setiap kritikan dari masyarakat.
&quot;Sebagai pelayan publik dalam bidang kepemiluan, KPU RI terbuka terhadap kritik dan saran dari masyarakat,&quot; paparnya.

Baca Juga: TKN Jokowi: Tunggu Kejutan Penampilan Pak Ma'ruf Amin di Debat Selanjutnya!</description><content:encoded>JAKARTA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) melakukan evaluasi pasca debat perdana yang dilaksanakan di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan. Dalam pelaksanaan debat tersebut publik menilai kurang maksimal.
Komisioner KPU Wahyu Setiawan mengakui, dalam debat Capres-Cawapres pertama yang mengangkat tema hukum, HAM, korupsi, dan terorisme tersebut tampaknya belum sepenuhnya  memenuhi harapan publik.
Baca Juga: Makan di Republik Jengkol, Sekjen PDIP Anggap Menunya 'Bercita Rasa Surga'

Untuk itu lanjutnya, KPU telah melakukan evaluasi terkait format dan mekanisme debat untuk perbaikan debat selanjutnya. &quot;Salah satu yang dievaluasi adalah terkait isu pemberitahuan abstraksi kisi-kisi soal kepada kandidat,&quot; kata Wahyu kepada wartawan, Sabtu (19/1/2019).
&quot;KPU RI berupaya mengartikulasikan harapan publik sehingga untuk debat berikutnya abstraksi soal yang dibuat panelis tidak diberitahukan kepada kandidat,&quot; tambahnya.
Wahyu mengatakan, hal ini menunjukkan bahwa KPU RI berupaya untuk terbuka dan siap untuk menerima setiap kritikan dari masyarakat.
&quot;Sebagai pelayan publik dalam bidang kepemiluan, KPU RI terbuka terhadap kritik dan saran dari masyarakat,&quot; paparnya.

Baca Juga: TKN Jokowi: Tunggu Kejutan Penampilan Pak Ma'ruf Amin di Debat Selanjutnya!</content:encoded></item></channel></rss>
