<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jokowi Dinilai Miliki Program Konkret soal Kesetaraan Gender</title><description>Ruby Kholifah, Sekjen Divisi Perempuan Bravo 5 menegaskan bahwa pasangan calon 01 lebih paham dan memiliki komitmen pada kesetaraan gender</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/01/19/605/2006759/jokowi-dinilai-miliki-program-konkret-soal-kesetaraan-gender</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/01/19/605/2006759/jokowi-dinilai-miliki-program-konkret-soal-kesetaraan-gender"/><item><title>Jokowi Dinilai Miliki Program Konkret soal Kesetaraan Gender</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/01/19/605/2006759/jokowi-dinilai-miliki-program-konkret-soal-kesetaraan-gender</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/01/19/605/2006759/jokowi-dinilai-miliki-program-konkret-soal-kesetaraan-gender</guid><pubDate>Sabtu 19 Januari 2019 20:09 WIB</pubDate><dc:creator>Sarah Hutagaol</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/01/19/605/2006759/jokowi-dinilai-miliki-program-konkret-soal-kesetaraan-gender-FcTOCAZCuS.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Debat Capres 2019 (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/01/19/605/2006759/jokowi-dinilai-miliki-program-konkret-soal-kesetaraan-gender-FcTOCAZCuS.jpg</image><title>Debat Capres 2019 (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Debat pertama Pilpres 2019 yang belum lama ini digelar di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, menunjukkan kesiapan dan keunggulan pasangan Capres-Cawapres nomor urut 01 Joko Widodo-KH Ma&amp;rsquo;ruf Amin.
Pada debat perdana Pilpres 2019 yang membahas masalah hukum, HAM, korupsi dan terorisme ini, mpasangan calon dengan nomor urut 01 ini dinilai mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan oleh para panelis.
Pasangan calon 01 juga mampu menjawab pertanyaan dari pasangan calon 02, sekaligus memberikan contoh nyata, secara meyakinkan tentang berbagai kebijakan yang telah dilakukan, dan yang akan dilakukan kemudian.
Baca Juga: Debat Capres, TKN: Jokowi Beri Bukti Konkret, Prabowo-Sandi Sibuk Beretorika

Dalam pengantar yang disampaikan sebelum debat, calon presiden Joko Widodo menyatakan bahwa visi paslon 01 adalah Indonesia Maju, dengan menawarkan optimisme dan masa depan Indonesia yang berkeadilan.
&quot;Saya  berkeyakinan  semakin  maju  semakin  demokratis  dan  modern  sebuah  negara  maka  penegakan  hukum  dan HAM akan semakin baik,&quot; tegas Joko Widodo.
Ruby Kholifah, Sekjen Divisi Perempuan Bravo 5, juga menegaskan bahwa pasangan calon 01 lebih paham dan memiliki komitmen pada kesetaraan gender.
Hal ini terbukti pada visi misi dan juga hal konkret yang telah dilakukan, dengan dipilihnya menteri-menteri perempuan dalam kabinetnya.
Terdapat 9 menteri perempuan yang menduduki posisi strategis, di antaranya Menko Bidang Pembangunan Manusia dan kebudayaan, Menteri Luar Negeri, Menteri BUMN, Menteri Keuangan, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta Menteri Kelautan dan Perikanan.
Baca Juga: Lady Orange Jokowi-Ma'ruf, Siap Hadapi Barisan Emak-Emak Prabowo-Sandi

Di samping itu, 9 Panitia Seleksi (Pansel) untuk menyeleksi anggota Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) seluruhnya terdiri dari perempuan.
&quot;Sebaliknya,&quot; tambah Ruby Kholifah, &quot;Pasangan Calon 02 terlihat kurang siap dan terkesan menganggap kesetaraan gender bukanlah hal penting, bahkan mendegradasi menteri-menteri perempuan.&quot;
Kami sangat yakin kalau Paslon 01 terus membawa narasi perempuan dalam debat-debat selanjutnya, maka akan banyak pemilih perempuan mulai melakukan reposisi.
Namun demikian, kami berharap isu gender tidaklah dipakai untuk saling serang, tetapi isu gender harus diposisikan menjadi isu penting yang tak terpisahkan dari isu HAM, hukum, korupsi dan Terorisme.</description><content:encoded>JAKARTA - Debat pertama Pilpres 2019 yang belum lama ini digelar di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, menunjukkan kesiapan dan keunggulan pasangan Capres-Cawapres nomor urut 01 Joko Widodo-KH Ma&amp;rsquo;ruf Amin.
Pada debat perdana Pilpres 2019 yang membahas masalah hukum, HAM, korupsi dan terorisme ini, mpasangan calon dengan nomor urut 01 ini dinilai mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan oleh para panelis.
Pasangan calon 01 juga mampu menjawab pertanyaan dari pasangan calon 02, sekaligus memberikan contoh nyata, secara meyakinkan tentang berbagai kebijakan yang telah dilakukan, dan yang akan dilakukan kemudian.
Baca Juga: Debat Capres, TKN: Jokowi Beri Bukti Konkret, Prabowo-Sandi Sibuk Beretorika

Dalam pengantar yang disampaikan sebelum debat, calon presiden Joko Widodo menyatakan bahwa visi paslon 01 adalah Indonesia Maju, dengan menawarkan optimisme dan masa depan Indonesia yang berkeadilan.
&quot;Saya  berkeyakinan  semakin  maju  semakin  demokratis  dan  modern  sebuah  negara  maka  penegakan  hukum  dan HAM akan semakin baik,&quot; tegas Joko Widodo.
Ruby Kholifah, Sekjen Divisi Perempuan Bravo 5, juga menegaskan bahwa pasangan calon 01 lebih paham dan memiliki komitmen pada kesetaraan gender.
Hal ini terbukti pada visi misi dan juga hal konkret yang telah dilakukan, dengan dipilihnya menteri-menteri perempuan dalam kabinetnya.
Terdapat 9 menteri perempuan yang menduduki posisi strategis, di antaranya Menko Bidang Pembangunan Manusia dan kebudayaan, Menteri Luar Negeri, Menteri BUMN, Menteri Keuangan, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta Menteri Kelautan dan Perikanan.
Baca Juga: Lady Orange Jokowi-Ma'ruf, Siap Hadapi Barisan Emak-Emak Prabowo-Sandi

Di samping itu, 9 Panitia Seleksi (Pansel) untuk menyeleksi anggota Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) seluruhnya terdiri dari perempuan.
&quot;Sebaliknya,&quot; tambah Ruby Kholifah, &quot;Pasangan Calon 02 terlihat kurang siap dan terkesan menganggap kesetaraan gender bukanlah hal penting, bahkan mendegradasi menteri-menteri perempuan.&quot;
Kami sangat yakin kalau Paslon 01 terus membawa narasi perempuan dalam debat-debat selanjutnya, maka akan banyak pemilih perempuan mulai melakukan reposisi.
Namun demikian, kami berharap isu gender tidaklah dipakai untuk saling serang, tetapi isu gender harus diposisikan menjadi isu penting yang tak terpisahkan dari isu HAM, hukum, korupsi dan Terorisme.</content:encoded></item></channel></rss>
