<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Operasi Pasar, Bea Cukai Mataram Sita Ribuan Rokok, dan Cairan Vape Ilegal </title><description>Total kerugian negara dari barang-barang tersebut mencapai Rp 33.193.920.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/01/21/1/2007209/operasi-pasar-bea-cukai-mataram-sita-ribuan-rokok-dan-cairan-vape-ilegal</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/01/21/1/2007209/operasi-pasar-bea-cukai-mataram-sita-ribuan-rokok-dan-cairan-vape-ilegal"/><item><title>Operasi Pasar, Bea Cukai Mataram Sita Ribuan Rokok, dan Cairan Vape Ilegal </title><link>https://news.okezone.com/read/2019/01/21/1/2007209/operasi-pasar-bea-cukai-mataram-sita-ribuan-rokok-dan-cairan-vape-ilegal</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/01/21/1/2007209/operasi-pasar-bea-cukai-mataram-sita-ribuan-rokok-dan-cairan-vape-ilegal</guid><pubDate>Senin 21 Januari 2019 12:12 WIB</pubDate><dc:creator>Fahmi Firdaus </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/01/21/1/2007209/operasi-pasar-bea-cukai-mataram-sita-ribuan-rokok-dan-cairan-vape-ilegal-I0wGoqRoRO.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: dok Bea Cukai</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/01/21/1/2007209/operasi-pasar-bea-cukai-mataram-sita-ribuan-rokok-dan-cairan-vape-ilegal-I0wGoqRoRO.jpg</image><title>Foto: dok Bea Cukai</title></images><description>MATARAM&amp;ndash; Bea Cukai Mataram mengawali kegiatan tahun 2019 dengan melakukan Operasi Pasar terhitung mulai tanggal 7 s.d. 11 Januari. Kegiatan ini dimaksudkan untuk mengawasi peredaran barang kena cukai (BKC) yang menimbulkan dampak negatif terhadap masyarakat serta menimbulkan kerugian negara.
Kepala Kantor Bea Cukai Mataram, M. Budi Iswantoro menyatakan Dalam operasi kali ini, petugas Bea Cukai Mataram menemukan sejumlah pelanggaran di bidang cukai, &amp;ldquo;antara lain liquid vape sebanyak 789 botol yang tidak dilekati pita cukai, di mana kerugian negara diperkirakan sebesar Rp. 32.583.400,&amp;rdquo; ungkap Budi.
Sebagaimana diketahui, liquid vape merupakan salah satu hasil produk tembakau lainnya (HPTL) yang termasuk obyek cukai dan wajib dilekati pita cukai.
&amp;ldquo;Selain itu, juga ditemukan pelanggaran berupa rokok yang tidak dilekati pita cukai sebanyak 2.244 batang dan tembakau iris (TIS) yang tidak dilekati pita cukai seberat 15.956 gram dari berbagai wilayah di pulau Lombok,&amp;rdquo; tambah Budi.
Total kerugian negara dari barang-barang tersebut mencapai Rp 33.193.920. Penindakan di bulan pertama tahun ini dimaksudkan untuk memberikan sinyalemen kepada pelaku usaha agar selalu mematuhi ketentuan perundang-undangan yang ada.

</description><content:encoded>MATARAM&amp;ndash; Bea Cukai Mataram mengawali kegiatan tahun 2019 dengan melakukan Operasi Pasar terhitung mulai tanggal 7 s.d. 11 Januari. Kegiatan ini dimaksudkan untuk mengawasi peredaran barang kena cukai (BKC) yang menimbulkan dampak negatif terhadap masyarakat serta menimbulkan kerugian negara.
Kepala Kantor Bea Cukai Mataram, M. Budi Iswantoro menyatakan Dalam operasi kali ini, petugas Bea Cukai Mataram menemukan sejumlah pelanggaran di bidang cukai, &amp;ldquo;antara lain liquid vape sebanyak 789 botol yang tidak dilekati pita cukai, di mana kerugian negara diperkirakan sebesar Rp. 32.583.400,&amp;rdquo; ungkap Budi.
Sebagaimana diketahui, liquid vape merupakan salah satu hasil produk tembakau lainnya (HPTL) yang termasuk obyek cukai dan wajib dilekati pita cukai.
&amp;ldquo;Selain itu, juga ditemukan pelanggaran berupa rokok yang tidak dilekati pita cukai sebanyak 2.244 batang dan tembakau iris (TIS) yang tidak dilekati pita cukai seberat 15.956 gram dari berbagai wilayah di pulau Lombok,&amp;rdquo; tambah Budi.
Total kerugian negara dari barang-barang tersebut mencapai Rp 33.193.920. Penindakan di bulan pertama tahun ini dimaksudkan untuk memberikan sinyalemen kepada pelaku usaha agar selalu mematuhi ketentuan perundang-undangan yang ada.

</content:encoded></item></channel></rss>
