<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Perludem Soroti 3 Aspek untuk Format Debat Kedua Pilpres 2019</title><description>Perludem menyoroti segi teknis, substansi, dan panelis pada debat perdana, yang perlu diperbaiki oleh KPU untuk debat kedua nantinya.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/01/21/605/2007161/perludem-soroti-3-aspek-untuk-format-debat-kedua-pilpres-2019</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/01/21/605/2007161/perludem-soroti-3-aspek-untuk-format-debat-kedua-pilpres-2019"/><item><title>Perludem Soroti 3 Aspek untuk Format Debat Kedua Pilpres 2019</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/01/21/605/2007161/perludem-soroti-3-aspek-untuk-format-debat-kedua-pilpres-2019</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/01/21/605/2007161/perludem-soroti-3-aspek-untuk-format-debat-kedua-pilpres-2019</guid><pubDate>Senin 21 Januari 2019 10:52 WIB</pubDate><dc:creator>Arie Dwi Satrio</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/01/21/605/2007161/perludem-soroti-3-aspek-untuk-format-debat-kedua-pilpres-2019-8ZOC3KWYTN.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jokowi-Ma'ruf Amin dan Prabowo-Sandiaga dalam debat perdana Pilpres 2019 di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Kamis (17/1/2019). (Foto : Arif Julianto/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/01/21/605/2007161/perludem-soroti-3-aspek-untuk-format-debat-kedua-pilpres-2019-8ZOC3KWYTN.jpg</image><title>Jokowi-Ma'ruf Amin dan Prabowo-Sandiaga dalam debat perdana Pilpres 2019 di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Kamis (17/1/2019). (Foto : Arif Julianto/Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) mengkritisi format debat pertama pilpres 2019 yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU). Sedikitnya, ada tiga aspek yang disoroti Perludem dan perlu diubah oleh KPU pada debat kedua.

Menurut Peneliti Perludem, Fadli Ramadhanil, debat pertama pilpres 2019 yang mengangkat tema hukum, HAM (hak asasi manusia), korupsi, dan terorisme, belum dapat menjawab kebutuhan masyarakat.&amp;lrm; Jadi, tiga aspek utama yakni terkait segi teknis, substansi, dan panelis dalam debat perlu diubah pada putaran kedua.

&quot;KPU punya tanggung jawab mengonkretkan tema serta diharapkan berhasil menunjukkan perbedaan dari tiap calon. Pembahasan singkat aspek teknis, substansi, dan panelis menyertakan,&quot; terang Fadli kepada Okezone, Senin (21/1/2019).

Terkait masalah teknis, Perludem menyayangkan adanya pembocoran contekan pertanyaan pada debat perdana. Meskipun telah mendapatkan bocoran pertanyaan, kata Fadli, ternyata dua paslon capres-cawapres belum dapat memaksimalkan jawabannya.

&quot;Tiap paslon malah sangat normatif sehingga tak menghasilkan perbedaan argumen mengenai visi, misi, dan program terkait tema debat,&quot; katanya.

Fadli menambahkan, pada debat kedua, KPU juga diharapkan bisa membatasi secara signifikan pengunjung debat. Menurut Fadli, pendukung cenderung banyak yang bising dan bisa ciptakan kondisi tak nyaman dan mengganggu konsentrasi serta fokus paslon dalam berdebat.

&quot;Moderator debat dipilih KPU dari kalangan profesional dan akademisi yang berintegritas tinggi, jujur, simpatik, dan tidak memihak kepada paslon serta dilarang memberikan komentar, penilaian, dan simpulan apa pun terhadap penyampaian dan materi dari tiap Paslon,&quot; sambungnya.

&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2019/01/18/55410/280615_medium.jpg&quot; alt=&quot;Pesona Ira Koesno Moderator Cantik Acara Debat Capres Putaran Pertama&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;

Kemudian, terkait soal substansi, beberapa pertanyaan panelis pada debat perdana dinilai Perludem kurang mendorong dua paslon untuk menjelaskan permasalahan, solusi, dan komitmen konkret.

&quot;Pertanyaan panelis pun tak optimal mengonkretkan visi, misi, dan program yang butuh dipertimbangkan penonton untuk menentukan pilihannya nanti pada 17 April 2019 sebagai hari pemungutan suara Pemilu 2019,&quot; tambah Fadli.

Terakhir, Perludem menyoroti masalah panelis pada debat pertama yang perlu dirubah pada format debat kedua. &amp;lrm;Fadli meminta panelis debat kedua mempunyai kriteria netral, imparsial yang berarti tak partisan, dan tidak punya jejak partisan ke peserta pemilu ataupun parpol.

&quot;Kedua, berlatar belakang akademisi atau unsur lembaga masyarakat sipil. Ketiga, menguasai bidang serta tema debat,&quot; imbuhnya.

&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2019/01/18/55405/280577_medium.jpg&quot; alt=&quot;Debat Capres, Visi &amp;amp; Misi HAM Jokowi Dinilai Lebih Maju&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;

Fadli meminta, KPU hendaknya mengoptimalkan kemandirian dalam menentukan panelis. Ditekankan Fadli, KPU tidak perlu meminta atau menerima usulan nama dari para paslon. Menurutnya, hal itu penting untuk menjaga kredibilitas dan netralitas panelis.

&quot;KPU pun diharapkan bisa mengoptimalkan peran panelis melalui segmen debat yang mempersilahkan panelis bertanya langsung kepada tiap paslon sehingga bisa leluasa membahas kasus konkret terkiat tema debat sebagaimana format debat dalam penyelenggaraan Pilkada,&quot; pungkasnya.



KPU telah mengevaluasi pelaksanaan debat pertama. Dari hasil evaluasi  yang dilakukan dan dengan adanya kritik serta masukan berbagai kelompok  masyarakat, KPU memastikan bakal mengubah format dan mekanisme debat  kedua.

&amp;nbsp;&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2019/01/17/55402/280561_medium.jpg&quot; alt=&quot;Jokowi Ingin Bawa Indonesia Maju, Prabowo Jamin Kesejahteraan Aparat&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;

Selain memastikan tidak akan lagi memberikan kisi-kisi pertanyaan  kepada masing-masing pasangan calon, dalam debat kedua nanti, KPU juga  membuka kemungkinan untuk lebih mengaktifkan peran panelis.

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOS8wMS8xOC8xLzExODMwMi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

Tak tertutup kemungkinan pada debat kedua nanti, panelis dapat  langsung bertanya kepada pasangan calon. Hal ini dilakukan agar visi  misi dan program masing-masing calon dapat digali lebih dalam.

(Baca Juga : Persiapkan Pemilu 2019, Ketua DPR Ingatkan Pemerintah Tak Lengah Terhadap Isu Global)

&quot;Itu tergantung dari format dan mekanisme debat yang akan kita  perbaharui. Tentu saja ke depan kita punya komitmen agar debat itu jadi  lebih baik format dan mekanismenya. Lebih substansial lebih mengedukasi  tetapi juga menarik untuk ditonton,&quot; kata Komisioner KPU, Wahyu  Setiawan.

Debat pilpres 2019 putaran kedua rencananya digelar pada 17 Februari  2019. Debat kedua yang mengangkat tema energi, pangan, sumber daya alam  dan lingkungan hidup hanya akan diikuti capres, yakni Jokowi dan  Prabowo.

(Baca Juga : Timses Jokowi Setuju Kisi-Kisi Debat Dihilangkan)
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) mengkritisi format debat pertama pilpres 2019 yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU). Sedikitnya, ada tiga aspek yang disoroti Perludem dan perlu diubah oleh KPU pada debat kedua.

Menurut Peneliti Perludem, Fadli Ramadhanil, debat pertama pilpres 2019 yang mengangkat tema hukum, HAM (hak asasi manusia), korupsi, dan terorisme, belum dapat menjawab kebutuhan masyarakat.&amp;lrm; Jadi, tiga aspek utama yakni terkait segi teknis, substansi, dan panelis dalam debat perlu diubah pada putaran kedua.

&quot;KPU punya tanggung jawab mengonkretkan tema serta diharapkan berhasil menunjukkan perbedaan dari tiap calon. Pembahasan singkat aspek teknis, substansi, dan panelis menyertakan,&quot; terang Fadli kepada Okezone, Senin (21/1/2019).

Terkait masalah teknis, Perludem menyayangkan adanya pembocoran contekan pertanyaan pada debat perdana. Meskipun telah mendapatkan bocoran pertanyaan, kata Fadli, ternyata dua paslon capres-cawapres belum dapat memaksimalkan jawabannya.

&quot;Tiap paslon malah sangat normatif sehingga tak menghasilkan perbedaan argumen mengenai visi, misi, dan program terkait tema debat,&quot; katanya.

Fadli menambahkan, pada debat kedua, KPU juga diharapkan bisa membatasi secara signifikan pengunjung debat. Menurut Fadli, pendukung cenderung banyak yang bising dan bisa ciptakan kondisi tak nyaman dan mengganggu konsentrasi serta fokus paslon dalam berdebat.

&quot;Moderator debat dipilih KPU dari kalangan profesional dan akademisi yang berintegritas tinggi, jujur, simpatik, dan tidak memihak kepada paslon serta dilarang memberikan komentar, penilaian, dan simpulan apa pun terhadap penyampaian dan materi dari tiap Paslon,&quot; sambungnya.

&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2019/01/18/55410/280615_medium.jpg&quot; alt=&quot;Pesona Ira Koesno Moderator Cantik Acara Debat Capres Putaran Pertama&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;

Kemudian, terkait soal substansi, beberapa pertanyaan panelis pada debat perdana dinilai Perludem kurang mendorong dua paslon untuk menjelaskan permasalahan, solusi, dan komitmen konkret.

&quot;Pertanyaan panelis pun tak optimal mengonkretkan visi, misi, dan program yang butuh dipertimbangkan penonton untuk menentukan pilihannya nanti pada 17 April 2019 sebagai hari pemungutan suara Pemilu 2019,&quot; tambah Fadli.

Terakhir, Perludem menyoroti masalah panelis pada debat pertama yang perlu dirubah pada format debat kedua. &amp;lrm;Fadli meminta panelis debat kedua mempunyai kriteria netral, imparsial yang berarti tak partisan, dan tidak punya jejak partisan ke peserta pemilu ataupun parpol.

&quot;Kedua, berlatar belakang akademisi atau unsur lembaga masyarakat sipil. Ketiga, menguasai bidang serta tema debat,&quot; imbuhnya.

&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2019/01/18/55405/280577_medium.jpg&quot; alt=&quot;Debat Capres, Visi &amp;amp; Misi HAM Jokowi Dinilai Lebih Maju&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;

Fadli meminta, KPU hendaknya mengoptimalkan kemandirian dalam menentukan panelis. Ditekankan Fadli, KPU tidak perlu meminta atau menerima usulan nama dari para paslon. Menurutnya, hal itu penting untuk menjaga kredibilitas dan netralitas panelis.

&quot;KPU pun diharapkan bisa mengoptimalkan peran panelis melalui segmen debat yang mempersilahkan panelis bertanya langsung kepada tiap paslon sehingga bisa leluasa membahas kasus konkret terkiat tema debat sebagaimana format debat dalam penyelenggaraan Pilkada,&quot; pungkasnya.



KPU telah mengevaluasi pelaksanaan debat pertama. Dari hasil evaluasi  yang dilakukan dan dengan adanya kritik serta masukan berbagai kelompok  masyarakat, KPU memastikan bakal mengubah format dan mekanisme debat  kedua.

&amp;nbsp;&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2019/01/17/55402/280561_medium.jpg&quot; alt=&quot;Jokowi Ingin Bawa Indonesia Maju, Prabowo Jamin Kesejahteraan Aparat&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;

Selain memastikan tidak akan lagi memberikan kisi-kisi pertanyaan  kepada masing-masing pasangan calon, dalam debat kedua nanti, KPU juga  membuka kemungkinan untuk lebih mengaktifkan peran panelis.

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOS8wMS8xOC8xLzExODMwMi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

Tak tertutup kemungkinan pada debat kedua nanti, panelis dapat  langsung bertanya kepada pasangan calon. Hal ini dilakukan agar visi  misi dan program masing-masing calon dapat digali lebih dalam.

(Baca Juga : Persiapkan Pemilu 2019, Ketua DPR Ingatkan Pemerintah Tak Lengah Terhadap Isu Global)

&quot;Itu tergantung dari format dan mekanisme debat yang akan kita  perbaharui. Tentu saja ke depan kita punya komitmen agar debat itu jadi  lebih baik format dan mekanismenya. Lebih substansial lebih mengedukasi  tetapi juga menarik untuk ditonton,&quot; kata Komisioner KPU, Wahyu  Setiawan.

Debat pilpres 2019 putaran kedua rencananya digelar pada 17 Februari  2019. Debat kedua yang mengangkat tema energi, pangan, sumber daya alam  dan lingkungan hidup hanya akan diikuti capres, yakni Jokowi dan  Prabowo.

(Baca Juga : Timses Jokowi Setuju Kisi-Kisi Debat Dihilangkan)
</content:encoded></item></channel></rss>
