<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Hoaks Merajela saat Pilpres, Ini Cara agar Tidak Mudah Membagikan Info Bohong</title><description>Masyarakat harus mengecek setiap informasi yang diterima sebelum dibagikan kembali.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/01/22/605/2008007/hoaks-merajela-saat-pilpres-ini-cara-agar-tidak-mudah-membagikan-info-bohong</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/01/22/605/2008007/hoaks-merajela-saat-pilpres-ini-cara-agar-tidak-mudah-membagikan-info-bohong"/><item><title>Hoaks Merajela saat Pilpres, Ini Cara agar Tidak Mudah Membagikan Info Bohong</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/01/22/605/2008007/hoaks-merajela-saat-pilpres-ini-cara-agar-tidak-mudah-membagikan-info-bohong</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/01/22/605/2008007/hoaks-merajela-saat-pilpres-ini-cara-agar-tidak-mudah-membagikan-info-bohong</guid><pubDate>Selasa 22 Januari 2019 20:29 WIB</pubDate><dc:creator>Fahreza Rizky</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/01/22/605/2008007/hoaks-merajela-saat-pilpres-ini-cara-agar-tidak-mudah-membagikan-info-bohong-KEzWGzgZDs.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi Foto/Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/01/22/605/2008007/hoaks-merajela-saat-pilpres-ini-cara-agar-tidak-mudah-membagikan-info-bohong-KEzWGzgZDs.jpg</image><title>Ilustrasi Foto/Okezone</title></images><description>

JAKARTA &amp;ndash; Ketua Umum Cyber Indonesia, Muannas Alaidid, mengimbau masyarakat dapat bersosial media dengan sehat dan membantu pemerintah menyuarakan penanggulangan penyebaran hoaks yang kian marak menjelang Pilpres 2019.

Ia pun memberikan solusi agar masyarakat tidak mudah terseret berita bohong atau hoaks yang sering muncul di media sosial.

Kata Muannas, masyarakat harus mengecek setiap informasi yang diterima sebelum dibagikan kembali.

&quot;Dengan cara mengklarifikasi setiap berita disertakan dengan data dan fakta kepada media, agar pemilu ke depan dapat meredam kekhawatiran terjadinya disintegrasi bangsa dan konflik kepentingan yang akan mengorbankan rakyat,&quot; ujar Muannas kepada Okezone, Selasa (22/1/2019).
Baca: JK Tidak Tahu Uang yang&amp;nbsp;Digunakan Jokowi untuk Borong Sabun Rp2 Miliar&amp;nbsp;
Baca:&amp;nbsp;Kominfo Temukan 62 Konten Hoaks Jelang Pilpres dan Pileg
Dia mengatakan, dunia media sosial dan digital menjadi hal penting dalam mengawal terciptanya pesta demokrasi yang damai. Tidak dapat dipungkiri instrumen itu menjadi energi pendorong pasangan capres dan cawapres untuk meraih suara pemilih.

Selain itu, sambung Muannas, energi tersebut juga bisa menjadi energi yang menyesatkan, seperti halnya banyak sekali fakta di lapangan penyebaran informasi hoaks, ujaran kebencian atau hate speech, dan upaya penghasutan yang berujung pada pendiskreditan salah satu pasangan calon.

&quot;Dalam menuju pada hari pemilihan, banyak sekali korban-korban yang berasal dari masyarakat karena ketidaktahuannya ikut menyebarkan informasi hoaks yang berujung pada penindadakan hukum,&quot; ucap dia.
&amp;nbsp;
&quot;Banyak sekali pola hoaks yang berdar ditengah masyarakat, mulai dari konten kata hinaan, fitnah, gambar-gambar yang diedit dan isu-isu keagamaan yang kesemuanya dapat membunuh karakter putera-putera terbaik bangsa yang sedang berkontestasi dalam pemilu capres cawapres,&quot; sambung Muannas.

Karena itu, pihaknya mengimbau masyarakat dapat bersosial media dengan sehat dan membantu pemerintah menyuarakan penanggulangan penyebaran hoaks yang kian marak menjelang penyelenggaraan pesta demokrasi tahun 2019.
</description><content:encoded>

JAKARTA &amp;ndash; Ketua Umum Cyber Indonesia, Muannas Alaidid, mengimbau masyarakat dapat bersosial media dengan sehat dan membantu pemerintah menyuarakan penanggulangan penyebaran hoaks yang kian marak menjelang Pilpres 2019.

Ia pun memberikan solusi agar masyarakat tidak mudah terseret berita bohong atau hoaks yang sering muncul di media sosial.

Kata Muannas, masyarakat harus mengecek setiap informasi yang diterima sebelum dibagikan kembali.

&quot;Dengan cara mengklarifikasi setiap berita disertakan dengan data dan fakta kepada media, agar pemilu ke depan dapat meredam kekhawatiran terjadinya disintegrasi bangsa dan konflik kepentingan yang akan mengorbankan rakyat,&quot; ujar Muannas kepada Okezone, Selasa (22/1/2019).
Baca: JK Tidak Tahu Uang yang&amp;nbsp;Digunakan Jokowi untuk Borong Sabun Rp2 Miliar&amp;nbsp;
Baca:&amp;nbsp;Kominfo Temukan 62 Konten Hoaks Jelang Pilpres dan Pileg
Dia mengatakan, dunia media sosial dan digital menjadi hal penting dalam mengawal terciptanya pesta demokrasi yang damai. Tidak dapat dipungkiri instrumen itu menjadi energi pendorong pasangan capres dan cawapres untuk meraih suara pemilih.

Selain itu, sambung Muannas, energi tersebut juga bisa menjadi energi yang menyesatkan, seperti halnya banyak sekali fakta di lapangan penyebaran informasi hoaks, ujaran kebencian atau hate speech, dan upaya penghasutan yang berujung pada pendiskreditan salah satu pasangan calon.

&quot;Dalam menuju pada hari pemilihan, banyak sekali korban-korban yang berasal dari masyarakat karena ketidaktahuannya ikut menyebarkan informasi hoaks yang berujung pada penindadakan hukum,&quot; ucap dia.
&amp;nbsp;
&quot;Banyak sekali pola hoaks yang berdar ditengah masyarakat, mulai dari konten kata hinaan, fitnah, gambar-gambar yang diedit dan isu-isu keagamaan yang kesemuanya dapat membunuh karakter putera-putera terbaik bangsa yang sedang berkontestasi dalam pemilu capres cawapres,&quot; sambung Muannas.

Karena itu, pihaknya mengimbau masyarakat dapat bersosial media dengan sehat dan membantu pemerintah menyuarakan penanggulangan penyebaran hoaks yang kian marak menjelang penyelenggaraan pesta demokrasi tahun 2019.
</content:encoded></item></channel></rss>
