<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> TKN Jokowi-Ma'ruf Tak Tahu Peredaran Tabloid Indonesia Barokah   </title><description>TB Ace Hasan Syadzily tidak tahu menahu adanya peredaran Tabloid Indonesia.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/01/23/605/2008247/tkn-jokowi-ma-ruf-tak-tahu-peredaran-tabloid-indonesia-barokah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/01/23/605/2008247/tkn-jokowi-ma-ruf-tak-tahu-peredaran-tabloid-indonesia-barokah"/><item><title> TKN Jokowi-Ma'ruf Tak Tahu Peredaran Tabloid Indonesia Barokah   </title><link>https://news.okezone.com/read/2019/01/23/605/2008247/tkn-jokowi-ma-ruf-tak-tahu-peredaran-tabloid-indonesia-barokah</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/01/23/605/2008247/tkn-jokowi-ma-ruf-tak-tahu-peredaran-tabloid-indonesia-barokah</guid><pubDate>Rabu 23 Januari 2019 12:36 WIB</pubDate><dc:creator>Achmad Fardiansyah </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/01/23/605/2008247/tkn-jokowi-ma-ruf-tak-tahu-peredaran-tabloid-indonesia-barokah-jgGrI4tZtu.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/01/23/605/2008247/tkn-jokowi-ma-ruf-tak-tahu-peredaran-tabloid-indonesia-barokah-jgGrI4tZtu.jpg</image><title>Foto: Okezone</title></images><description>
JAKARTA - Juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi) - Maruf Amin, TB Ace Hasan Syadzily tidak tahu menahu adanya peredaran Tabloid Indonesia Barokah yang sedang ramai dibicarakan masyarakat.

&quot;Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowo-Kyai Ma&amp;rsquo;ruf tidak tahu menahu tentang tabloid Indonesia Barokah,&quot; katanya kepada wartawan, Rabu (23/1/2019).
&amp;nbsp;(Baca juga: BPN Ingin Debat Kedua Dilakukan dengan Format &quot;Tarung Bebas&quot;)

Meskipun dalam tabloid tersebut, tidak ada ditemukan unsur pelanggaran yang berkonten ujaran kebencian, berita bohong atau pembangunan opini dan narasi negatif.

&quot;Kalau dilihat dari segi konten, sebagaimana yang disampaikan Bawaslu di Blora, tidak ditemukan pelanggaran atas konten Tabloid tersebut,&quot; ujarnya.
&amp;nbsp;(Baca juga: Grind Banten: Hoaks dan Fitnah Tak Mampu Hentikan Komitmen Jokowi Bangun Indonesia)
Ace menegaskan, bahwa TKN Jokowi - Maruf berkomitmen untuk mengedepankan narasi positif, bukan hoax yang dapat memecah belah persatuan

&quot;Kami akan memerintahkan kepada para pendukung kami, jika ada pihak-pihak yang menyampaikan narasi negatif, menyebarkan hoax dan kebohongan, untuk dihentikan kampanye seperti itu,&quot; tutupnya.
</description><content:encoded>
JAKARTA - Juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi) - Maruf Amin, TB Ace Hasan Syadzily tidak tahu menahu adanya peredaran Tabloid Indonesia Barokah yang sedang ramai dibicarakan masyarakat.

&quot;Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowo-Kyai Ma&amp;rsquo;ruf tidak tahu menahu tentang tabloid Indonesia Barokah,&quot; katanya kepada wartawan, Rabu (23/1/2019).
&amp;nbsp;(Baca juga: BPN Ingin Debat Kedua Dilakukan dengan Format &quot;Tarung Bebas&quot;)

Meskipun dalam tabloid tersebut, tidak ada ditemukan unsur pelanggaran yang berkonten ujaran kebencian, berita bohong atau pembangunan opini dan narasi negatif.

&quot;Kalau dilihat dari segi konten, sebagaimana yang disampaikan Bawaslu di Blora, tidak ditemukan pelanggaran atas konten Tabloid tersebut,&quot; ujarnya.
&amp;nbsp;(Baca juga: Grind Banten: Hoaks dan Fitnah Tak Mampu Hentikan Komitmen Jokowi Bangun Indonesia)
Ace menegaskan, bahwa TKN Jokowi - Maruf berkomitmen untuk mengedepankan narasi positif, bukan hoax yang dapat memecah belah persatuan

&quot;Kami akan memerintahkan kepada para pendukung kami, jika ada pihak-pihak yang menyampaikan narasi negatif, menyebarkan hoax dan kebohongan, untuk dihentikan kampanye seperti itu,&quot; tutupnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
