<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>8 Anak Menderita Gizi Buruk di NTT, Kondisinya Memprihatinkan</title><description>Delapan anak di NTT menderita gizi buruk.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/01/24/340/2008862/8-anak-menderita-gizi-buruk-di-ntt-kondisinya-memprihatinkan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/01/24/340/2008862/8-anak-menderita-gizi-buruk-di-ntt-kondisinya-memprihatinkan"/><item><title>8 Anak Menderita Gizi Buruk di NTT, Kondisinya Memprihatinkan</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/01/24/340/2008862/8-anak-menderita-gizi-buruk-di-ntt-kondisinya-memprihatinkan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/01/24/340/2008862/8-anak-menderita-gizi-buruk-di-ntt-kondisinya-memprihatinkan</guid><pubDate>Kamis 24 Januari 2019 15:22 WIB</pubDate><dc:creator>Sefnat Besie</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/01/24/340/2008862/8-anak-menderita-gizi-buruk-di-ntt-kondisinya-memprihatinkan-WnV8OAkjTI.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Anak penderita gizi buruk di NTT. (Foto: Sefnat Besie/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/01/24/340/2008862/8-anak-menderita-gizi-buruk-di-ntt-kondisinya-memprihatinkan-WnV8OAkjTI.jpg</image><title>Anak penderita gizi buruk di NTT. (Foto: Sefnat Besie/Okezone)</title></images><description>SOE - Selain kasus Demam Berdarah Dengue (DBD), kasus anak gizi buruk juga meningkat di di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), NTT. Saat ini RSUD setempat sedang merawat 8 orang anak.
Dokter spesialis anak di RSUD Soe, dr. Angelina Susanto, SPA, mengatakan, sesuai hasil pemeriksaan, pasien gizi buruk yang dirawat bukan bawaan sejak lahir, namun karena asupan gizi yang kurang.
&amp;ldquo;Orang tua pasien juga terbiasa membawa anak ke dokter saat kritis, selain itu pasien yang menderita gizi buruk karena kebanyakan dirawat oleh nenek yang tidak mengerti akan asupan gizi,&amp;rdquo; ujar Angelina.

Pihaknya memberikan layanan kesehatan semaksimal mungkin untuk mnyelamatkan pasien.
(Baca juga: Sudah Satu Bayi Meninggal Dunia karena Gizi Buruk di Tangsel)
Direktur RSUD Soe, dr. Karolina Tahun mengatakan, 8 penderita gizi buruk yang dirawat datang dengan kondisi memprihatinkan.
&amp;ldquo;Tadi baru satu anak masuk lagi dengan kondisi gizi buruk, jadi sudah 8 anak yang dirawat saat ini.&amp;rdquo; Ujarnya.
Pihak rumah sakit berharap orang tua pasien yang menderita gizi buruk segera dibawa ke puskesmas terdekat, atau rumah sakit guna mendapat perawatan secepatnya.
</description><content:encoded>SOE - Selain kasus Demam Berdarah Dengue (DBD), kasus anak gizi buruk juga meningkat di di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), NTT. Saat ini RSUD setempat sedang merawat 8 orang anak.
Dokter spesialis anak di RSUD Soe, dr. Angelina Susanto, SPA, mengatakan, sesuai hasil pemeriksaan, pasien gizi buruk yang dirawat bukan bawaan sejak lahir, namun karena asupan gizi yang kurang.
&amp;ldquo;Orang tua pasien juga terbiasa membawa anak ke dokter saat kritis, selain itu pasien yang menderita gizi buruk karena kebanyakan dirawat oleh nenek yang tidak mengerti akan asupan gizi,&amp;rdquo; ujar Angelina.

Pihaknya memberikan layanan kesehatan semaksimal mungkin untuk mnyelamatkan pasien.
(Baca juga: Sudah Satu Bayi Meninggal Dunia karena Gizi Buruk di Tangsel)
Direktur RSUD Soe, dr. Karolina Tahun mengatakan, 8 penderita gizi buruk yang dirawat datang dengan kondisi memprihatinkan.
&amp;ldquo;Tadi baru satu anak masuk lagi dengan kondisi gizi buruk, jadi sudah 8 anak yang dirawat saat ini.&amp;rdquo; Ujarnya.
Pihak rumah sakit berharap orang tua pasien yang menderita gizi buruk segera dibawa ke puskesmas terdekat, atau rumah sakit guna mendapat perawatan secepatnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
