<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Rusia, China dan Turki Tuding Kekuatan Asing Berupaya 'Merebut Kekuasaan' di Venezuela</title><description>Rusia menyebut dukungan AS dan beberapa negara lainnya terhadap Guaido sebagai &quot;upaya merebut kekuasaan&quot;.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/01/25/18/2009247/rusia-china-dan-turki-tuding-kekuatan-asing-berupaya-merebut-kekuasaan-di-venezuela</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/01/25/18/2009247/rusia-china-dan-turki-tuding-kekuatan-asing-berupaya-merebut-kekuasaan-di-venezuela"/><item><title>Rusia, China dan Turki Tuding Kekuatan Asing Berupaya 'Merebut Kekuasaan' di Venezuela</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/01/25/18/2009247/rusia-china-dan-turki-tuding-kekuatan-asing-berupaya-merebut-kekuasaan-di-venezuela</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/01/25/18/2009247/rusia-china-dan-turki-tuding-kekuatan-asing-berupaya-merebut-kekuasaan-di-venezuela</guid><pubDate>Jum'at 25 Januari 2019 11:22 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi BBC Indonesia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/01/25/18/2009247/rusia-china-dan-turki-tuding-kekuatan-asing-berupaya-merebut-kekuasaan-di-venezuela-aJReNXadm5.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Venezuela Nicolas Maduro. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/01/25/18/2009247/rusia-china-dan-turki-tuding-kekuatan-asing-berupaya-merebut-kekuasaan-di-venezuela-aJReNXadm5.jpg</image><title>Presiden Venezuela Nicolas Maduro. (Foto: Reuters)</title></images><description>RUSIA mengecam kekuatan asing yang mendukung pemimpin oposisi Venezuela dan menyebutnya sebagai upaya &quot;merebut kekuasaan&quot;.
Moskow mengatakan langkah itu melanggar hukum internasional dan merupakan &quot;jalan langsung menuju pertumpahan darah&quot;.
Pemimpin oposisi Venezuela, Juan Guaido mengumumkan dirinya sebagai pemimpin sementara, Rabu lalu, sebuah langkah yang diakui oleh AS dan beberapa negara lainnya.
BACA JUGA: Washington Akui Oposisi Sebagai Presiden Venezuela, Maduro Usir Puluhan Diplomat AS
Presiden Nicol&amp;aacute;s Maduro, yang didukung sejumlah negara, menanggapi sikap AS itu dengan memutus hubungan diplomatik dengan negara adikuasa itu.
Maduro menduduki kursi presiden sejak 2013. Dia dilantik untuk masa jabatan kedua awal bulan ini, setelah memenangkan pemilu Mei 2018 yang diboikot kelompok oposisi dan diduga ada kecurangan suara.
Juan Guaido, ketua Majelis Nasional, mengatakan ada pasal dalam konstitusi negara yang memungkinkannya mengambil alih kekuasaan sementara, karena dia meyakini terpilihnya Maduro dalam pemilu presiden lalu, tidak sah.
Dia berjanji untuk memimpin pemerintahan transisi dan menggelar pemilihan umum yang bebas.

Bagaimana cekcok diplomatik berkobar?
Presiden AS Donald Trump mengakui Guaido sebagai kepala negara baru Venezuela beberapa menit setelah politikus berusia 35 tahun itu mendeklarasikan dirinya sebagai presiden sementara di ibukota, Caracas, Rabu lalu.
Trump mendesak negara-negara lain agar mengikuti langkahnya - tetapi langkah ini justru memecah belah komunitas internasional.
Sejauh ini tujuh negara di Amerika Selatan, serta Kanada dan Inggris, mendukung seruan Trump.
Menteri Luar Negeri Inggris, Jeremy Hunt mengatakan pada Kamis bahwa Inggris menyetujui bahwa Nicolas Maduro &quot;bukanlah pemimpin Venezuela yang sah&quot;.

Juan Guaido. (Foto: Reuters)
&quot;Inggris meyakini Juan Guaido adalah orang yang tepat untuk membawa Venezuela maju,&quot; katanya dalam sebuah pernyataan.
Adapun Uni Eropa menyerukan agar digelar &quot;pemilihan umum yang bebas dan kredibel&quot; dan mengatakan kebebasan dan keamanan Guaido harus dihormati.
Sementara Meksiko, Bolivia, dan Kuba menyatakan dukungannya kepada Maduro, sementara Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menulis di Twitter: &quot;Saudaraku Maduro! Berdirilah tegak, kami berdiri di samping Anda.&quot;
China, yang memiliki investasi besar di Venezuela, mengatakan pihaknya menentang campur tangan pihak luar.
Adapun Uni Eropa menyerukan agar digelar &quot;pemilihan umum yang bebas dan kredibel&quot; dan mengatakan kebebasan dan keamanan Guaido harus dihormati.
Sementara Meksiko, Bolivia, dan Kuba menyatakan dukungannya kepada Maduro, sementara Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menulis di Twitter: &quot;Saudaraku Maduro! Berdirilah tegak, kami berdiri di samping Anda.&quot;
China, yang memiliki investasi besar di Venezuela, mengatakan pihaknya menentang campur tangan pihak luar.

Mengapa Rusia begitu blak-blakan?
Moskow memandang Venezuela sebagai salah satu negara sekutu terdekatnya di kawasan Amerika Latin.
Rusia telah meminjamkan bantuan senilai miliaran dolar dan mendukung industri minyak dan militer Venezuela. Rusia juga terlibat dalam latihan militer bersama di Venezuela.

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan: &quot;Kami menganggap upaya  merebut kekuasaan pemerintahan yang berdaulat di Venezuela bertentangan  dan melanggar dasar dan prinsip-prinsip hukum internasional.&quot;
&quot;Maduro adalah kepala negara yang sah,&quot; kata Peskov.
Pernyataan Kementerian luar negeri Rusia mengatakan pernyataan Guaido  bahwa dirinya merupakan presiden sementara merupakan &quot;jalan langsung  menuju pelanggaran hukum dan pertumpahan darah&quot;.
Dia menambahkan: &quot;Hanya rakyat Venezuela yang berhak menentukan masa depan mereka.&quot;
&quot;Campur tangan luar dapat merusak, terutama dalam situasi yang sangat tegang saat ini, tidak dapat diterima.&quot;
Rusia juga memperingatkan bahwa campur tangan militer AS di Venezuela  mirip dengan &quot;petualangan yang beresiko dan berpotensi melahirkan  bencana&quot;.

Apa yang dikatakan Trump?
Ketika ditanya apakah ada opsi intervensi militer ke Venezuela, Trump  mengatakan dia tidak mempertimbangkannya. &quot;Semua opsi ada di atas  meja,&quot; tambahnya.
Dalam sebuah pernyataan, dia menggambarkan kepemimpinan Nicolas  Maduro &quot;tidak sah&quot;, dan menambahkan: &quot;Orang-orang Venezuela saat ini  berani berbicara menentang Maduro dan rezimnya serta menuntut kebebasan  dan penegakan aturan hukum.&quot;
AS telah mendesak militer Venezuela untuk mendukung Guaido, tetapi sejauh ini mereka menyatakan berada di belakang Maduro.

Bagaimana tanggapan Maduro?
Nicolas Maduro menuduh Washington berusaha menyetir Venezuela dan  mengatakan bahwa kelompok oposisi berusaha untuk melakukan kudeta.

Presiden Venezuela, Nicolas Maduro. (Foto: Reuters)
&quot;Kami sudah sering dicampuri, di sini kami memiliki martabat!&quot;  katanya dalam pidato yang disiarkan televisi dari istana presiden,  Miraflores, tempat pendukungnya berkumpul untuk memberikan dukungan.
BACA JUGA: Putus Hubungan Diplomatik, Venezuela Perintahkan Penutupan Kedutaan dan Konsulat AS&amp;nbsp; 
Sementara, Menteri Pertahanan Venezuela, Vladimir Padrino Lopez,  menuduh Guaido mencoba melakukan &quot;kudeta&quot; yang didukung kekuatan asing.Pada Rabu lalu, Maduro mengusir puluhan diplomat AS untuk   meninggalkan negara itu dalam waktu 72 jam, tetapi AS mengatakan &quot;mantan   presiden&quot; itu tidak memiliki wewenang untuk mengusir para diplomatnya.
Maduro dan pendukung setianya meyakini bahwa krisis di Venezuela   diakibatkan sanksi oleh AS sehingga membuat mereka kesulitan untuk   membayar hutang.
Di Venezuela, tingkat inflasi tahunan mencapai 1.300.000 persen dalam   12 bulan hingga November 2018, menurut penelitian yang dilakukan   Majelis Nasional.
</description><content:encoded>RUSIA mengecam kekuatan asing yang mendukung pemimpin oposisi Venezuela dan menyebutnya sebagai upaya &quot;merebut kekuasaan&quot;.
Moskow mengatakan langkah itu melanggar hukum internasional dan merupakan &quot;jalan langsung menuju pertumpahan darah&quot;.
Pemimpin oposisi Venezuela, Juan Guaido mengumumkan dirinya sebagai pemimpin sementara, Rabu lalu, sebuah langkah yang diakui oleh AS dan beberapa negara lainnya.
BACA JUGA: Washington Akui Oposisi Sebagai Presiden Venezuela, Maduro Usir Puluhan Diplomat AS
Presiden Nicol&amp;aacute;s Maduro, yang didukung sejumlah negara, menanggapi sikap AS itu dengan memutus hubungan diplomatik dengan negara adikuasa itu.
Maduro menduduki kursi presiden sejak 2013. Dia dilantik untuk masa jabatan kedua awal bulan ini, setelah memenangkan pemilu Mei 2018 yang diboikot kelompok oposisi dan diduga ada kecurangan suara.
Juan Guaido, ketua Majelis Nasional, mengatakan ada pasal dalam konstitusi negara yang memungkinkannya mengambil alih kekuasaan sementara, karena dia meyakini terpilihnya Maduro dalam pemilu presiden lalu, tidak sah.
Dia berjanji untuk memimpin pemerintahan transisi dan menggelar pemilihan umum yang bebas.

Bagaimana cekcok diplomatik berkobar?
Presiden AS Donald Trump mengakui Guaido sebagai kepala negara baru Venezuela beberapa menit setelah politikus berusia 35 tahun itu mendeklarasikan dirinya sebagai presiden sementara di ibukota, Caracas, Rabu lalu.
Trump mendesak negara-negara lain agar mengikuti langkahnya - tetapi langkah ini justru memecah belah komunitas internasional.
Sejauh ini tujuh negara di Amerika Selatan, serta Kanada dan Inggris, mendukung seruan Trump.
Menteri Luar Negeri Inggris, Jeremy Hunt mengatakan pada Kamis bahwa Inggris menyetujui bahwa Nicolas Maduro &quot;bukanlah pemimpin Venezuela yang sah&quot;.

Juan Guaido. (Foto: Reuters)
&quot;Inggris meyakini Juan Guaido adalah orang yang tepat untuk membawa Venezuela maju,&quot; katanya dalam sebuah pernyataan.
Adapun Uni Eropa menyerukan agar digelar &quot;pemilihan umum yang bebas dan kredibel&quot; dan mengatakan kebebasan dan keamanan Guaido harus dihormati.
Sementara Meksiko, Bolivia, dan Kuba menyatakan dukungannya kepada Maduro, sementara Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menulis di Twitter: &quot;Saudaraku Maduro! Berdirilah tegak, kami berdiri di samping Anda.&quot;
China, yang memiliki investasi besar di Venezuela, mengatakan pihaknya menentang campur tangan pihak luar.
Adapun Uni Eropa menyerukan agar digelar &quot;pemilihan umum yang bebas dan kredibel&quot; dan mengatakan kebebasan dan keamanan Guaido harus dihormati.
Sementara Meksiko, Bolivia, dan Kuba menyatakan dukungannya kepada Maduro, sementara Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menulis di Twitter: &quot;Saudaraku Maduro! Berdirilah tegak, kami berdiri di samping Anda.&quot;
China, yang memiliki investasi besar di Venezuela, mengatakan pihaknya menentang campur tangan pihak luar.

Mengapa Rusia begitu blak-blakan?
Moskow memandang Venezuela sebagai salah satu negara sekutu terdekatnya di kawasan Amerika Latin.
Rusia telah meminjamkan bantuan senilai miliaran dolar dan mendukung industri minyak dan militer Venezuela. Rusia juga terlibat dalam latihan militer bersama di Venezuela.

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan: &quot;Kami menganggap upaya  merebut kekuasaan pemerintahan yang berdaulat di Venezuela bertentangan  dan melanggar dasar dan prinsip-prinsip hukum internasional.&quot;
&quot;Maduro adalah kepala negara yang sah,&quot; kata Peskov.
Pernyataan Kementerian luar negeri Rusia mengatakan pernyataan Guaido  bahwa dirinya merupakan presiden sementara merupakan &quot;jalan langsung  menuju pelanggaran hukum dan pertumpahan darah&quot;.
Dia menambahkan: &quot;Hanya rakyat Venezuela yang berhak menentukan masa depan mereka.&quot;
&quot;Campur tangan luar dapat merusak, terutama dalam situasi yang sangat tegang saat ini, tidak dapat diterima.&quot;
Rusia juga memperingatkan bahwa campur tangan militer AS di Venezuela  mirip dengan &quot;petualangan yang beresiko dan berpotensi melahirkan  bencana&quot;.

Apa yang dikatakan Trump?
Ketika ditanya apakah ada opsi intervensi militer ke Venezuela, Trump  mengatakan dia tidak mempertimbangkannya. &quot;Semua opsi ada di atas  meja,&quot; tambahnya.
Dalam sebuah pernyataan, dia menggambarkan kepemimpinan Nicolas  Maduro &quot;tidak sah&quot;, dan menambahkan: &quot;Orang-orang Venezuela saat ini  berani berbicara menentang Maduro dan rezimnya serta menuntut kebebasan  dan penegakan aturan hukum.&quot;
AS telah mendesak militer Venezuela untuk mendukung Guaido, tetapi sejauh ini mereka menyatakan berada di belakang Maduro.

Bagaimana tanggapan Maduro?
Nicolas Maduro menuduh Washington berusaha menyetir Venezuela dan  mengatakan bahwa kelompok oposisi berusaha untuk melakukan kudeta.

Presiden Venezuela, Nicolas Maduro. (Foto: Reuters)
&quot;Kami sudah sering dicampuri, di sini kami memiliki martabat!&quot;  katanya dalam pidato yang disiarkan televisi dari istana presiden,  Miraflores, tempat pendukungnya berkumpul untuk memberikan dukungan.
BACA JUGA: Putus Hubungan Diplomatik, Venezuela Perintahkan Penutupan Kedutaan dan Konsulat AS&amp;nbsp; 
Sementara, Menteri Pertahanan Venezuela, Vladimir Padrino Lopez,  menuduh Guaido mencoba melakukan &quot;kudeta&quot; yang didukung kekuatan asing.Pada Rabu lalu, Maduro mengusir puluhan diplomat AS untuk   meninggalkan negara itu dalam waktu 72 jam, tetapi AS mengatakan &quot;mantan   presiden&quot; itu tidak memiliki wewenang untuk mengusir para diplomatnya.
Maduro dan pendukung setianya meyakini bahwa krisis di Venezuela   diakibatkan sanksi oleh AS sehingga membuat mereka kesulitan untuk   membayar hutang.
Di Venezuela, tingkat inflasi tahunan mencapai 1.300.000 persen dalam   12 bulan hingga November 2018, menurut penelitian yang dilakukan   Majelis Nasional.
</content:encoded></item></channel></rss>
