<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ruhut: Zaman Reformasi Rakyat Sudah Cerdas, yang Menjelekkan Pasti Dijauhi</title><description>Menurutnya, pada Pilpres 2014 lalu, Jokowi juga pernah diserang kampanye hitam oleh Tabloid Obor Rakyat.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/01/26/605/2009705/ruhut-zaman-reformasi-rakyat-sudah-cerdas-yang-menjelekkan-pasti-dijauhi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/01/26/605/2009705/ruhut-zaman-reformasi-rakyat-sudah-cerdas-yang-menjelekkan-pasti-dijauhi"/><item><title>Ruhut: Zaman Reformasi Rakyat Sudah Cerdas, yang Menjelekkan Pasti Dijauhi</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/01/26/605/2009705/ruhut-zaman-reformasi-rakyat-sudah-cerdas-yang-menjelekkan-pasti-dijauhi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/01/26/605/2009705/ruhut-zaman-reformasi-rakyat-sudah-cerdas-yang-menjelekkan-pasti-dijauhi</guid><pubDate>Sabtu 26 Januari 2019 12:32 WIB</pubDate><dc:creator>Harits Tryan Akhmad</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/01/26/605/2009705/ruhut-zaman-reformasi-rakyat-sudah-cerdas-yang-menjelekkan-pasti-dijauhi-XoE1Jcm1qM.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Ruhut Sitompul saat hadir diskusi Polemik MNC Trijaya Network (Foto: Harits Tryan Akhmad/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/01/26/605/2009705/ruhut-zaman-reformasi-rakyat-sudah-cerdas-yang-menjelekkan-pasti-dijauhi-XoE1Jcm1qM.JPG</image><title>Ruhut Sitompul saat hadir diskusi Polemik MNC Trijaya Network (Foto: Harits Tryan Akhmad/Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Anggota Tim Kampanye Nasional (TKN), Joko Widodo-Ma&amp;rsquo;ruf Amin, Ruhut Sitompul menyebut, serangan kampanye hitam tidak hanya dialami pasangan calon nomor urut 02, Prabowo-Sandi, namun juga pasangan nomor urut 01.
Menurutnya, pada Pilpres 2014 lalu, Jokowi juga pernah diserang kampanye hitam oleh Tabloid Obor Rakyat. Dan kini, kampanye hitam itu kembali muncul dengan tagline &quot;katakan tidak pada Jokowi&quot; atau dalam bahasa Inggris; &quot;say no to Jokowi&quot;.
&quot;Kita bicarakan ini saya lihat beda dengan Obor Rakyat dulu. Bahkan sekarang ada mirip katakan tidak pada Pak Jokowi. Mirip-mirip itu pakai bahasa Inggris,&amp;rdquo; kata Ruhut dalam diskusi Polemik yang digelar MNC Trijaya Network bertema 'Hantu Kampanye Hitam', di d'consulate resto &amp;amp; lounge, Jalan KH. Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Sabtu (26/1/2019).
Namun, Ruhut mengaku pihaknya tidak khawatir terhadap serangan kampanye hitam itu. Apalagi kata dia, masyarakat saat ini sudah cerdas dalam memilih konten yang dianggap menjelek-jelekkan salah satu paslon.

&quot;Ini zaman reformasi, rakyat sudah cerdas. Yang menjelek-jelekkan pasti dijauhi rakyat,&quot; ujarnya.
Namun demikian, ia tetap mengimbau jika ada pihak yang merasa dirugikan dengan maraknya kampanye hitam tersebut, maka jangan sungkan untuk menyerahkan urusan itu kepada lembaga-lembaga terkait.
&amp;ldquo;Tapi kalau ada yang tersinggung, ini negara hukum. Ada Bawaslu dan polisi serta kamtibmas,&quot; kata Ruhut.</description><content:encoded>JAKARTA - Anggota Tim Kampanye Nasional (TKN), Joko Widodo-Ma&amp;rsquo;ruf Amin, Ruhut Sitompul menyebut, serangan kampanye hitam tidak hanya dialami pasangan calon nomor urut 02, Prabowo-Sandi, namun juga pasangan nomor urut 01.
Menurutnya, pada Pilpres 2014 lalu, Jokowi juga pernah diserang kampanye hitam oleh Tabloid Obor Rakyat. Dan kini, kampanye hitam itu kembali muncul dengan tagline &quot;katakan tidak pada Jokowi&quot; atau dalam bahasa Inggris; &quot;say no to Jokowi&quot;.
&quot;Kita bicarakan ini saya lihat beda dengan Obor Rakyat dulu. Bahkan sekarang ada mirip katakan tidak pada Pak Jokowi. Mirip-mirip itu pakai bahasa Inggris,&amp;rdquo; kata Ruhut dalam diskusi Polemik yang digelar MNC Trijaya Network bertema 'Hantu Kampanye Hitam', di d'consulate resto &amp;amp; lounge, Jalan KH. Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Sabtu (26/1/2019).
Namun, Ruhut mengaku pihaknya tidak khawatir terhadap serangan kampanye hitam itu. Apalagi kata dia, masyarakat saat ini sudah cerdas dalam memilih konten yang dianggap menjelek-jelekkan salah satu paslon.

&quot;Ini zaman reformasi, rakyat sudah cerdas. Yang menjelek-jelekkan pasti dijauhi rakyat,&quot; ujarnya.
Namun demikian, ia tetap mengimbau jika ada pihak yang merasa dirugikan dengan maraknya kampanye hitam tersebut, maka jangan sungkan untuk menyerahkan urusan itu kepada lembaga-lembaga terkait.
&amp;ldquo;Tapi kalau ada yang tersinggung, ini negara hukum. Ada Bawaslu dan polisi serta kamtibmas,&quot; kata Ruhut.</content:encoded></item></channel></rss>
