<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jokowi: Selamat Harlah Muslimat NU, Tambah Jaya dan Barokah</title><description>Kepala Negara kembali mengingatkan bahwa Indonesia merupakan negara pemeluk agama Islam terbesar di dunia.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/01/27/337/2009924/jokowi-selamat-harlah-muslimat-nu-tambah-jaya-dan-barokah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/01/27/337/2009924/jokowi-selamat-harlah-muslimat-nu-tambah-jaya-dan-barokah"/><item><title>Jokowi: Selamat Harlah Muslimat NU, Tambah Jaya dan Barokah</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/01/27/337/2009924/jokowi-selamat-harlah-muslimat-nu-tambah-jaya-dan-barokah</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/01/27/337/2009924/jokowi-selamat-harlah-muslimat-nu-tambah-jaya-dan-barokah</guid><pubDate>Minggu 27 Januari 2019 10:00 WIB</pubDate><dc:creator>Fakhrizal Fakhri </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/01/27/337/2009924/jokowi-selamat-harlah-muslimat-nu-tambah-jaya-dan-barokah-tnPMksXvun.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Joko Widodo berikan sambutan dalam Harlah Ke-73 Muslimat NU di GBK, Jakarta. Foto: Okezone/Fakhrizal</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/01/27/337/2009924/jokowi-selamat-harlah-muslimat-nu-tambah-jaya-dan-barokah-tnPMksXvun.jpg</image><title>Presiden Joko Widodo berikan sambutan dalam Harlah Ke-73 Muslimat NU di GBK, Jakarta. Foto: Okezone/Fakhrizal</title></images><description>

JAKARTA &amp;ndash; Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengucapkan selamat hari lahir (Harla) ke-73 tahun untuk Muslimat Nahdlatul Ulama (NU). Acara perayaan berlangsung di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, Minggu (27/1/2019).

&quot;Selamat Harlah ke-73 Muslimat NU, tambah jaya, selalu diberikan barokah oleh Allah SWT dan negara kita selalu sejahtera,&quot; kata Jokowi dalam sambutannya.

Jokowi mengingatkan keberagaman Indonesia. Kata dia, perbedaan di Indonesia telah menjadu sunatullah atau hukum Allah SWT.
&amp;nbsp;
Kepala Negara kembali mengingatkan bahwa Indonesia merupakan negara pemeluk agama Islam terbesar di dunia. Ia pun meminta kepada keluarga besar Muslimat NU untuk menjaga nilai-nilai toleransi dan aswaja.

&quot;Indonesia ada 714 suku, 110 lebih bahasa daerah. Sudah menjadi hukum Allah bahwa bangsa kita ini berbeda-beda,&quot; jelasnya.
&amp;nbsp;
Jokowi juga meminta agar umat Islam tak menjadikan pesta demokrasi sebagai perusak silaturahmi antarumat dan warga negara lainnya.

&quot;Baik yang ada pilihan bupati, gubernur, presiden. (Jangan) kita tak saling sapa,&quot; ujar Jokowi mengingatkan.
</description><content:encoded>

JAKARTA &amp;ndash; Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengucapkan selamat hari lahir (Harla) ke-73 tahun untuk Muslimat Nahdlatul Ulama (NU). Acara perayaan berlangsung di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, Minggu (27/1/2019).

&quot;Selamat Harlah ke-73 Muslimat NU, tambah jaya, selalu diberikan barokah oleh Allah SWT dan negara kita selalu sejahtera,&quot; kata Jokowi dalam sambutannya.

Jokowi mengingatkan keberagaman Indonesia. Kata dia, perbedaan di Indonesia telah menjadu sunatullah atau hukum Allah SWT.
&amp;nbsp;
Kepala Negara kembali mengingatkan bahwa Indonesia merupakan negara pemeluk agama Islam terbesar di dunia. Ia pun meminta kepada keluarga besar Muslimat NU untuk menjaga nilai-nilai toleransi dan aswaja.

&quot;Indonesia ada 714 suku, 110 lebih bahasa daerah. Sudah menjadi hukum Allah bahwa bangsa kita ini berbeda-beda,&quot; jelasnya.
&amp;nbsp;
Jokowi juga meminta agar umat Islam tak menjadikan pesta demokrasi sebagai perusak silaturahmi antarumat dan warga negara lainnya.

&quot;Baik yang ada pilihan bupati, gubernur, presiden. (Jangan) kita tak saling sapa,&quot; ujar Jokowi mengingatkan.
</content:encoded></item></channel></rss>
