<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>JK: Bencana Sulsel Disebabkan Cuaca dan Kerusakan Lingkungan!</title><description>Wapres memerintahkan agar daerah hulu yang rusak tersebut harus segera diperbaiki sesuai dengan aturan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/01/27/609/2010117/jk-bencana-sulsel-disebabkan-cuaca-dan-kerusakan-lingkungan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/01/27/609/2010117/jk-bencana-sulsel-disebabkan-cuaca-dan-kerusakan-lingkungan"/><item><title>JK: Bencana Sulsel Disebabkan Cuaca dan Kerusakan Lingkungan!</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/01/27/609/2010117/jk-bencana-sulsel-disebabkan-cuaca-dan-kerusakan-lingkungan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/01/27/609/2010117/jk-bencana-sulsel-disebabkan-cuaca-dan-kerusakan-lingkungan</guid><pubDate>Minggu 27 Januari 2019 21:36 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/01/27/609/2010117/jk-bencana-sulsel-disebabkan-cuaca-dan-kerusakan-lingkungan-MgSPzwFsQh.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wakil Presiden Jusuf Kalla (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/01/27/609/2010117/jk-bencana-sulsel-disebabkan-cuaca-dan-kerusakan-lingkungan-MgSPzwFsQh.jpg</image><title>Wakil Presiden Jusuf Kalla (Foto: Okezone)</title></images><description>MAKASSAR - Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) mengatakan, bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sulawesi Selatan (Sulsel) disebabkan dua faktor, yaitu cuaca dan kerusakan lingkungan.

&quot;Ini masalah dua hal, yaitu cuaca yang tidak bisa kita kontrol tapi juga kerusakan di hulu DAS Bawakaraeng,&quot; kata Wapres usai rapat koordinasi penanganan bencana di Sulawesi Selatan di kantor Gubernur di Makassar seperti dikutip dari Antaranews.com, Minggu (27/1/2019).

Wapres memerintahkan agar daerah hulu yang rusak tersebut harus segera diperbaiki sesuai dengan aturan terutama terkait tanaman-tanaman yang bisa ditanam.
(Baca Juga:&amp;nbsp;Layanan Dukcapil Maros Lumpuh, Mendagri Terjunkan Tim)&amp;nbsp;
Selain itu, daerah ketinggian yang ditanam tanaman-tanaman muda yang bisa menimbulkan longsor seperti jagung dan lainnya diusahakan segera diganti dengan tanaman keras.

&quot;Gubernur dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang akan menyelesaikan itu,&quot; ujar Wapres.
&amp;nbsp;
Wapres menginstruksikan agar Kementerian Sosial segera menyalurkan santunan ahli waris korban meninggal dunia dan segera memperbaiki fasilitas umum yang rusak.

&quot;Kerusakan-kerusakan yang terjadi di masyarakat juga akan dibantu sesuai dengan aturan yang ada, dibantu bukan diganti semua,&quot; katanya.
(Baca Juga:&amp;nbsp;Wapres Jusuf Kalla Tinjau Lokasi Terdampak Bencana Banjir dan Longsor Sulsel)&amp;nbsp;
Wapres yang didampingi Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono sebelumnya meninjau Bendungan Bili-Bili dan jembatan Jenelata di Gowa yang putus.

Data hingga Minggu pagi, tercatat 68 orang meninggal dunia, tujuh orang hilang, 47 orang luka-luka, dan 6.747 jiwa mengungsi akibat banjir, tanah longsor dan angin kencang yang melanda wilayah Sulsel.
</description><content:encoded>MAKASSAR - Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) mengatakan, bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sulawesi Selatan (Sulsel) disebabkan dua faktor, yaitu cuaca dan kerusakan lingkungan.

&quot;Ini masalah dua hal, yaitu cuaca yang tidak bisa kita kontrol tapi juga kerusakan di hulu DAS Bawakaraeng,&quot; kata Wapres usai rapat koordinasi penanganan bencana di Sulawesi Selatan di kantor Gubernur di Makassar seperti dikutip dari Antaranews.com, Minggu (27/1/2019).

Wapres memerintahkan agar daerah hulu yang rusak tersebut harus segera diperbaiki sesuai dengan aturan terutama terkait tanaman-tanaman yang bisa ditanam.
(Baca Juga:&amp;nbsp;Layanan Dukcapil Maros Lumpuh, Mendagri Terjunkan Tim)&amp;nbsp;
Selain itu, daerah ketinggian yang ditanam tanaman-tanaman muda yang bisa menimbulkan longsor seperti jagung dan lainnya diusahakan segera diganti dengan tanaman keras.

&quot;Gubernur dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang akan menyelesaikan itu,&quot; ujar Wapres.
&amp;nbsp;
Wapres menginstruksikan agar Kementerian Sosial segera menyalurkan santunan ahli waris korban meninggal dunia dan segera memperbaiki fasilitas umum yang rusak.

&quot;Kerusakan-kerusakan yang terjadi di masyarakat juga akan dibantu sesuai dengan aturan yang ada, dibantu bukan diganti semua,&quot; katanya.
(Baca Juga:&amp;nbsp;Wapres Jusuf Kalla Tinjau Lokasi Terdampak Bencana Banjir dan Longsor Sulsel)&amp;nbsp;
Wapres yang didampingi Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono sebelumnya meninjau Bendungan Bili-Bili dan jembatan Jenelata di Gowa yang putus.

Data hingga Minggu pagi, tercatat 68 orang meninggal dunia, tujuh orang hilang, 47 orang luka-luka, dan 6.747 jiwa mengungsi akibat banjir, tanah longsor dan angin kencang yang melanda wilayah Sulsel.
</content:encoded></item></channel></rss>
