<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menteri Puspayoga Optimis Sektor Produktif Akan Banyak Serap KUR 2019  </title><description>Menteri Koperasi dan UKM Puspayoga melakukan kunjungan ke sejumlah UKM penerima Kredit Usaha Rakyat (KUR).</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/01/28/1/2010536/menteri-puspayoga-optimis-sektor-produktif-akan-banyak-serap-kur-2019</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/01/28/1/2010536/menteri-puspayoga-optimis-sektor-produktif-akan-banyak-serap-kur-2019"/><item><title>Menteri Puspayoga Optimis Sektor Produktif Akan Banyak Serap KUR 2019  </title><link>https://news.okezone.com/read/2019/01/28/1/2010536/menteri-puspayoga-optimis-sektor-produktif-akan-banyak-serap-kur-2019</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/01/28/1/2010536/menteri-puspayoga-optimis-sektor-produktif-akan-banyak-serap-kur-2019</guid><pubDate>Senin 28 Januari 2019 19:14 WIB</pubDate><dc:creator>Hessy Trishandiani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/01/28/1/2010536/menteri-puspayoga-optimis-sektor-produktif-akan-banyak-serap-kur-2019-yPsVs3LH4r.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Koperasi dan UKM Puspayoga melakukan sejumlah kunjungan ke UKM (Foto: Dok. Kemenkop)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/01/28/1/2010536/menteri-puspayoga-optimis-sektor-produktif-akan-banyak-serap-kur-2019-yPsVs3LH4r.jpeg</image><title>Menteri Koperasi dan UKM Puspayoga melakukan sejumlah kunjungan ke UKM (Foto: Dok. Kemenkop)</title></images><description>BANYUWANGI - Menteri Koperasi dan UKM Puspayoga melakukan kunjungan ke sejumlah UKM penerima Kredit Usaha Rakyat (KUR) di desa Sumber Sewu, Kecamatan Muncar, Kabupaten Banyuwangi Jatim, Minggu 27 Januari 2018. Dalam kunjungan tersebut, Menkop Puspayoga sekaligus menyerahkan secara simbolis program strategis kementrian berupa KUR  dari bank BUMN yaitu BNI, BRI, BRI Syariah dan BTN, kepada UKM . Kunjungan ini bertujuan melihat langsung kegiatan usaha UKM penerima KUR dan memastikan  penyaluran 2019 ini akan lebih banyak ke sektor produktif.
&quot;Tahun ini KUR akan lebih banyak diarahkan untuk sektor produktif dan setelah melihat langsung ke lapangan, saya  optimis KUR  produktif akan  banyak diserap UKM,&quot;  kata Menteri Puspayoga
Pemerintah menaikkkan plafon KUR 2019 menjadi Rp140 triliun atau naik dibandingkan plafon KUR 2018 yang Rp123,8 triliun. Alokasi untuk  KUR sektor produktif juga dinaikkan menjadi 60 persen di 2019 dibanding 2018 yang 50 persen.
Menteri Puspayoga mengatakan penekanan KUR sektor produktif ini karena diyakini sektor ini akan mempercepat kegiatan perekonomian rakyat, membantu penyerapan tenaga kerja, dan memberikan kontribusi pada peningkatan PDB.
Ekspor ke Jerman
Salah satu penerima KUR di Kab Banyuwangi adalah pasangan H Zainur Rasid dan Hj Siti Nuryani. Pemilik UKM 'Rocky Craft ' yang merupakan produsen kap lampu hias berbahan  kulit kerang ini mengungkapkan bahwa usaha yang digelutinya sudah mampu menembus pasar ekspor dengan tujuan Jerman.
Penerima KUR Rp500 juta dari BRI tersebut menjelaskan, usaha kap lampu hias di Banyuwangi ini dalam seharinya bisa memproduksi 60-70 kap lampu dengan harga berkisar Rp300 ribu per buah. Ekspor dikirim tiap dua bulan sekali dan sebulannya omset yang dihasilkan berkisar Rp500 juta.
Beberapa pekerjanya tampak sedang  melumuri lem ke badan lampu hias. Setelah itu, satu per satu, ditempelkan kerang dan hiasan lainnya agar lampu hiasan menjadi cantik. Setelah jadi, lampu lalu ditutup dengan boks kardus dan siap diekspor ke Jerman untuk kemudian dipasarkan di berbagai mall di negara tersebut.

Produsen Petis
Sementara itu Sudiaman, penerima KUR senilai Rp500 juta dari BNI mengakui bahwa usaha produksi petis yang berbahan baku udang mampu menghasilkan  5 kuintal petis  per hari.
Dengan 12 tenaga kerja tetap,  usaha petis Sudiaman mampu menghasilkan  omzet  penjualan Rp10 juta per hari. Sementara pemasarannya sendiri sudah di tersebar ke sejumlah kota di Jatim sepetti Malang dan Surabaya dan Jember.
Sudiaman menjelaskan, KUR sebesar Rp500 juta itu nantinya digunakan untuk memperbesar kapasitas diversifikasi usaha produksi gula tebu.
&quot;Banyuwangi ini banyak lahan tebu sementara kebutuhan pasar akan  gula tebu masih kurang,&quot; jelasnya.
Saat ini produksi gula tebu miliknya mencapai 7 kuintal  per hari dengan harga Rp540 ribu per kuintalnya. Produksi itu dihasilkan dari 7 ton tebu yangd ia beli dari tebu rakyat.  &quot;Untuk tiap 1 ton tebu bisa menghasilkan 1 kuintal tebu, artinya hanya 10 persen saja dari bahan baku  untuk sampai pada produk akhir berupa tebu gula,&quot; tambahnya.
Sementara itu Indra Purnama Wakiil Kacab BNI Banyuwangi mengatakan untuk 2019, pihaknya menargetkan penyaluran KUR sebesar Rp120 miliar di wilayah kab Banyuwangi, atau naik dibandingkan tahun lalu yang berjumlah Rp90 miliar.
&quot;Memang peningkatan plafon itu menjadi tantangan bagi perbankan untuk mencari debitur baru terutama UKM sektor produksi, namun dengan kerja keras kami optimis mampu merealisasikannya,&quot; tambahnya.

</description><content:encoded>BANYUWANGI - Menteri Koperasi dan UKM Puspayoga melakukan kunjungan ke sejumlah UKM penerima Kredit Usaha Rakyat (KUR) di desa Sumber Sewu, Kecamatan Muncar, Kabupaten Banyuwangi Jatim, Minggu 27 Januari 2018. Dalam kunjungan tersebut, Menkop Puspayoga sekaligus menyerahkan secara simbolis program strategis kementrian berupa KUR  dari bank BUMN yaitu BNI, BRI, BRI Syariah dan BTN, kepada UKM . Kunjungan ini bertujuan melihat langsung kegiatan usaha UKM penerima KUR dan memastikan  penyaluran 2019 ini akan lebih banyak ke sektor produktif.
&quot;Tahun ini KUR akan lebih banyak diarahkan untuk sektor produktif dan setelah melihat langsung ke lapangan, saya  optimis KUR  produktif akan  banyak diserap UKM,&quot;  kata Menteri Puspayoga
Pemerintah menaikkkan plafon KUR 2019 menjadi Rp140 triliun atau naik dibandingkan plafon KUR 2018 yang Rp123,8 triliun. Alokasi untuk  KUR sektor produktif juga dinaikkan menjadi 60 persen di 2019 dibanding 2018 yang 50 persen.
Menteri Puspayoga mengatakan penekanan KUR sektor produktif ini karena diyakini sektor ini akan mempercepat kegiatan perekonomian rakyat, membantu penyerapan tenaga kerja, dan memberikan kontribusi pada peningkatan PDB.
Ekspor ke Jerman
Salah satu penerima KUR di Kab Banyuwangi adalah pasangan H Zainur Rasid dan Hj Siti Nuryani. Pemilik UKM 'Rocky Craft ' yang merupakan produsen kap lampu hias berbahan  kulit kerang ini mengungkapkan bahwa usaha yang digelutinya sudah mampu menembus pasar ekspor dengan tujuan Jerman.
Penerima KUR Rp500 juta dari BRI tersebut menjelaskan, usaha kap lampu hias di Banyuwangi ini dalam seharinya bisa memproduksi 60-70 kap lampu dengan harga berkisar Rp300 ribu per buah. Ekspor dikirim tiap dua bulan sekali dan sebulannya omset yang dihasilkan berkisar Rp500 juta.
Beberapa pekerjanya tampak sedang  melumuri lem ke badan lampu hias. Setelah itu, satu per satu, ditempelkan kerang dan hiasan lainnya agar lampu hiasan menjadi cantik. Setelah jadi, lampu lalu ditutup dengan boks kardus dan siap diekspor ke Jerman untuk kemudian dipasarkan di berbagai mall di negara tersebut.

Produsen Petis
Sementara itu Sudiaman, penerima KUR senilai Rp500 juta dari BNI mengakui bahwa usaha produksi petis yang berbahan baku udang mampu menghasilkan  5 kuintal petis  per hari.
Dengan 12 tenaga kerja tetap,  usaha petis Sudiaman mampu menghasilkan  omzet  penjualan Rp10 juta per hari. Sementara pemasarannya sendiri sudah di tersebar ke sejumlah kota di Jatim sepetti Malang dan Surabaya dan Jember.
Sudiaman menjelaskan, KUR sebesar Rp500 juta itu nantinya digunakan untuk memperbesar kapasitas diversifikasi usaha produksi gula tebu.
&quot;Banyuwangi ini banyak lahan tebu sementara kebutuhan pasar akan  gula tebu masih kurang,&quot; jelasnya.
Saat ini produksi gula tebu miliknya mencapai 7 kuintal  per hari dengan harga Rp540 ribu per kuintalnya. Produksi itu dihasilkan dari 7 ton tebu yangd ia beli dari tebu rakyat.  &quot;Untuk tiap 1 ton tebu bisa menghasilkan 1 kuintal tebu, artinya hanya 10 persen saja dari bahan baku  untuk sampai pada produk akhir berupa tebu gula,&quot; tambahnya.
Sementara itu Indra Purnama Wakiil Kacab BNI Banyuwangi mengatakan untuk 2019, pihaknya menargetkan penyaluran KUR sebesar Rp120 miliar di wilayah kab Banyuwangi, atau naik dibandingkan tahun lalu yang berjumlah Rp90 miliar.
&quot;Memang peningkatan plafon itu menjadi tantangan bagi perbankan untuk mencari debitur baru terutama UKM sektor produksi, namun dengan kerja keras kami optimis mampu merealisasikannya,&quot; tambahnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
