<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Moeldoko Minta Polri Bongkar Dalang dari Tabloid Indonesia Barokah</title><description>Moeldoko mengatakan, adanya tabloid Indonesia Barokah itu sebagau upaya merusak demokrasi.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/01/28/605/2010295/moeldoko-minta-polri-bongkar-dalang-dari-tabloid-indonesia-barokah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/01/28/605/2010295/moeldoko-minta-polri-bongkar-dalang-dari-tabloid-indonesia-barokah"/><item><title>Moeldoko Minta Polri Bongkar Dalang dari Tabloid Indonesia Barokah</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/01/28/605/2010295/moeldoko-minta-polri-bongkar-dalang-dari-tabloid-indonesia-barokah</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/01/28/605/2010295/moeldoko-minta-polri-bongkar-dalang-dari-tabloid-indonesia-barokah</guid><pubDate>Senin 28 Januari 2019 12:24 WIB</pubDate><dc:creator>Fakhrizal Fakhri </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/01/28/605/2010295/moeldoko-minta-polri-bongkar-dalang-dari-tabloid-indonesia-barokah-a7l2pUdl9k.jpg" expression="full" type="image/jpeg">KSP Moeldoko. (Foto : Arie Dwi Satrio/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/01/28/605/2010295/moeldoko-minta-polri-bongkar-dalang-dari-tabloid-indonesia-barokah-a7l2pUdl9k.jpg</image><title>KSP Moeldoko. (Foto : Arie Dwi Satrio/Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Kepala Staf Kepresidenan  (KSP) Moeldoko meminta Polri mendalami dalang di balik tabloid Indonesia Barokah yang menyebarkan tulisannya secara massif ke berbagai rumah ibadah hingga pondok pesantren.

Menurut dia, isi tabloid yang menyudutkan pasangan calon presiden (capres) dan cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno merupakan upaya untuk merusak demokrasi di Pilpres 2019.

&quot;Jadi kita bangun demokrasi dengan akal sehat dengan cara-cara yang bermartabat karena cara-cara yang seperti itu tidak bagus untuk perkembangan demokrasi ke depan,&quot; kata Moeldoko di Gedung Bina Graha, Jakarta, Senin (28/1/2019).



Moeldoko juga mendukung pernyataan Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla yang meminta tabloid Indonesia Barokah untuk dibakar saja.

&quot;Saya pikir memang hal-hal yang bisa menimbulkan percikan-percikan, gesekan-gesekan, emosi supaya dihindari, harus dihilangkan karena kurang bagus,&quot; ucapnya.

(Baca Juga : Siapa Aktor di Balik Tabloid Indonesia Barokah? Kubu Prabowo dan Jokowi Ngaku Sama-Sama Dirugikan)

Mantan Panglima TNI itu meminta Polri untuk segera membongkar aktor intelektual dari polemik tabloid Indonesia Barokah agar jalannya pesta demokrasi Indonesia tidak diwarnai penyebaran informasi sesat.

&quot;Saya pikir polisi punya upaya untuk membongkar semuanya,&quot; pungkasnya.

(Baca Juga : Dituduh Timses Prabowo Jadi Dalang Tabloid Indonesia Barokah, Ini Klarifikasi Ipang Wahid)

</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Kepala Staf Kepresidenan  (KSP) Moeldoko meminta Polri mendalami dalang di balik tabloid Indonesia Barokah yang menyebarkan tulisannya secara massif ke berbagai rumah ibadah hingga pondok pesantren.

Menurut dia, isi tabloid yang menyudutkan pasangan calon presiden (capres) dan cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno merupakan upaya untuk merusak demokrasi di Pilpres 2019.

&quot;Jadi kita bangun demokrasi dengan akal sehat dengan cara-cara yang bermartabat karena cara-cara yang seperti itu tidak bagus untuk perkembangan demokrasi ke depan,&quot; kata Moeldoko di Gedung Bina Graha, Jakarta, Senin (28/1/2019).



Moeldoko juga mendukung pernyataan Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla yang meminta tabloid Indonesia Barokah untuk dibakar saja.

&quot;Saya pikir memang hal-hal yang bisa menimbulkan percikan-percikan, gesekan-gesekan, emosi supaya dihindari, harus dihilangkan karena kurang bagus,&quot; ucapnya.

(Baca Juga : Siapa Aktor di Balik Tabloid Indonesia Barokah? Kubu Prabowo dan Jokowi Ngaku Sama-Sama Dirugikan)

Mantan Panglima TNI itu meminta Polri untuk segera membongkar aktor intelektual dari polemik tabloid Indonesia Barokah agar jalannya pesta demokrasi Indonesia tidak diwarnai penyebaran informasi sesat.

&quot;Saya pikir polisi punya upaya untuk membongkar semuanya,&quot; pungkasnya.

(Baca Juga : Dituduh Timses Prabowo Jadi Dalang Tabloid Indonesia Barokah, Ini Klarifikasi Ipang Wahid)

</content:encoded></item></channel></rss>
