<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Polri Tunggu Kajian Komprehensif Dewan Pers Terkait Tabloid Indonesia Barokah</title><description>Polri menyatakan akan menunggu kajian menyeluruh atau komprehensif dari Badan Pers terkait dengan beredarnya tabloid Indonesia Barokah</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/01/28/605/2010421/polri-tunggu-kajian-komprehensif-dewan-pers-terkait-tabloid-indonesia-barokah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/01/28/605/2010421/polri-tunggu-kajian-komprehensif-dewan-pers-terkait-tabloid-indonesia-barokah"/><item><title>Polri Tunggu Kajian Komprehensif Dewan Pers Terkait Tabloid Indonesia Barokah</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/01/28/605/2010421/polri-tunggu-kajian-komprehensif-dewan-pers-terkait-tabloid-indonesia-barokah</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/01/28/605/2010421/polri-tunggu-kajian-komprehensif-dewan-pers-terkait-tabloid-indonesia-barokah</guid><pubDate>Senin 28 Januari 2019 16:03 WIB</pubDate><dc:creator>Puteranegara Batubara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/01/28/605/2010421/polri-tunggu-kajian-komprehensif-dewan-pers-terkait-tabloid-indonesia-barokah-QcL7xmnFOG.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Karo Penmas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/01/28/605/2010421/polri-tunggu-kajian-komprehensif-dewan-pers-terkait-tabloid-indonesia-barokah-QcL7xmnFOG.jpg</image><title>Karo Penmas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Polri menyatakan akan menunggu kajian secara menyeluruh atau komprehensif dari Badan Pers terkait dengan beredarnya tabloid Indonesia Barokah di beberapa wilayah. Hal itu untuk mengetahui apakah informasi di tabloid tersebut mengandung tindak pidana atau tidak.

&quot;Kemudian hasil koordinasi saya dengan Ketua Dewan Pers minggu ini timnya akan membuat kajian yang komprehensif. Kajian komprehensif itu akan diserahkan kepada pihak kepolisian,&quot; kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo dikantornya, Jakarta Selatan, Senin (28/1/2019).

Selain itu, Polri juga mempertimbangkan dari pernyataan resmi dari Bawaslu yang menyebut bahwa tabloid Indonesia Barokah bukannya bentuk Black Campaign.



&quot;Tabloid Indonesia Barokah statement dari Bawaslu bahwa tabloid tersebut tidak ada Black Campaign,&quot; tutur Dedi.

Sementara itu, terkait dengan laporan dari Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto - Sandiaga Salahuddin Uno, Dedi menyebut pihaknya telah menerima laporan dan membentuk tim untuk menyelidiki laporan tersebut.

(Baca Juga: Tabloid Indonesia Barokah Masuk ke 4 Kecamatan di Jakarta)

&quot;Nanti apabila sudah ada kajian secara komprehensif dari tim Bareskrim dan rekomendasi dari Dewan Pers nanti akan dianalisa kembali apa langkah selanjutnya yang dilakukan,&quot; tutup Dedi.</description><content:encoded>JAKARTA - Polri menyatakan akan menunggu kajian secara menyeluruh atau komprehensif dari Badan Pers terkait dengan beredarnya tabloid Indonesia Barokah di beberapa wilayah. Hal itu untuk mengetahui apakah informasi di tabloid tersebut mengandung tindak pidana atau tidak.

&quot;Kemudian hasil koordinasi saya dengan Ketua Dewan Pers minggu ini timnya akan membuat kajian yang komprehensif. Kajian komprehensif itu akan diserahkan kepada pihak kepolisian,&quot; kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo dikantornya, Jakarta Selatan, Senin (28/1/2019).

Selain itu, Polri juga mempertimbangkan dari pernyataan resmi dari Bawaslu yang menyebut bahwa tabloid Indonesia Barokah bukannya bentuk Black Campaign.



&quot;Tabloid Indonesia Barokah statement dari Bawaslu bahwa tabloid tersebut tidak ada Black Campaign,&quot; tutur Dedi.

Sementara itu, terkait dengan laporan dari Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto - Sandiaga Salahuddin Uno, Dedi menyebut pihaknya telah menerima laporan dan membentuk tim untuk menyelidiki laporan tersebut.

(Baca Juga: Tabloid Indonesia Barokah Masuk ke 4 Kecamatan di Jakarta)

&quot;Nanti apabila sudah ada kajian secara komprehensif dari tim Bareskrim dan rekomendasi dari Dewan Pers nanti akan dianalisa kembali apa langkah selanjutnya yang dilakukan,&quot; tutup Dedi.</content:encoded></item></channel></rss>
