<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Usai Pasang Bendera Demokrat, Relawan Caleg Diserang Belasan Orang</title><description>Lagi lagi, beda pilihan diduga menjadi pemicu terjadinya konflik antarwarga.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/01/28/606/2010363/usai-pasang-bendera-demokrat-relawan-caleg-diserang-belasan-orang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/01/28/606/2010363/usai-pasang-bendera-demokrat-relawan-caleg-diserang-belasan-orang"/><item><title>Usai Pasang Bendera Demokrat, Relawan Caleg Diserang Belasan Orang</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/01/28/606/2010363/usai-pasang-bendera-demokrat-relawan-caleg-diserang-belasan-orang</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/01/28/606/2010363/usai-pasang-bendera-demokrat-relawan-caleg-diserang-belasan-orang</guid><pubDate>Senin 28 Januari 2019 14:32 WIB</pubDate><dc:creator>Ade Putra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/01/28/606/2010363/usai-pasang-bendera-demokrat-relawan-caleg-diserang-belasan-orang-2U02z4Skmy.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Relawan Partai Demokrat Terluka Usai Diserang Sekelompok Orang (foto: Ade Putra/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/01/28/606/2010363/usai-pasang-bendera-demokrat-relawan-caleg-diserang-belasan-orang-2U02z4Skmy.jpg</image><title>Relawan Partai Demokrat Terluka Usai Diserang Sekelompok Orang (foto: Ade Putra/Okezone)</title></images><description>PONTIANAK - Lagi lagi, beda pilihan diduga menjadi pemicu terjadinya konflik antarwarga. Seperti di Kecamatan Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya, Kalbar. Relawan Dessy Fitri Anggraeni, calon anggota legislatif (caleg) dari Partai Demokrat, Dapil 4 (Rasau Jaya-Teluk Pakedai), tiba-tiba diserang sekelompok orang.

Kejadian itu, saat para relawan usai memasang bendera partai di kawasan Desa Rasau Jaya III, Kecamatan Rasau Jaya, Minggu (27/1/2019) sekitar pukul 11.30 WIB. Akibat penyerangan tersebut, satu orang relawan bernama Miskari mengalami luka gores di bagian dada. Diduga terkena bagian tajam dari bambu yang tadinya digunakan untuk bendera partai.
(Baca Juga: Banyak Muncul Hoaks &amp;amp; Fitnah, Situasi Politik Saat Ini Mengkhawatirkan)&amp;nbsp;
&quot;Kami diserang saat makan. Saat istirahat usai memasang bendera partai,&quot; kata Zainal Abidin kepada sejumlah wartawan.

Ia mengaku mengetahui betul kejadian itu. Lantaran dia berada di lokasi saat kejadian. Ia pun menduga, sekelompok orang yang menyerang mereka adalah tim sukses dari caleg lain. Dia mengaku bahkan sangat mengenal orang-orang yang melakukan penyerangan itu. &quot;Mereka, orang-orang sekampung kami (satu desa) juga,&quot; ucapnya.

Penyerangan ini, dikatakan Zainal, terjadi secara spontan. Diperkirakan, dilakukan belasan orang. Mereka, kata Zainal, datang dan langsung berteriak sambil mencari dua orang. &quot;Awalnya mereka mencari saya dan Pak Jumadi. Salah satu dari mereka berteriak &amp;lsquo;Siapa paling jago&amp;rsquo;,&quot; ucapnya seraya menirukan.

Setelah itu, lanjut Zainal, belasan orang tersebut langsung mencabut bendera-bendera yang sudah dipasang. Bambu bendera diambil dan dipakai untuk menyerang. &quot;Satu orang teman kami kena goresan bambu. Di bagian dada,&quot; kata dia.

Menurut Zainal, teman-teman relawan lainnya tak melakukan perlawanan saat itu. Ia pun mengaku bingung. Kenapa sekelompok orang itu menyerang mereka. Padahal, mereka tinggal dalam satu desa. Apalagi, menurut Zainal, secara pribadi dan relawan lainnya tak pernah punya masalah dengan orang-orang tersebut. Dia pun menduga, penyerangan yang dilakukan tersebut karena adanya perbedaan pilihan politik.

Senada dengan Ketua Tim Relawan Pemenagan Caleg Dessy Fitri Anggraeni, Priyono. Dia yang juga ada saat peristiwa penyerangan tersebut mengatakan, sempat mencoba melerai sekelompok orang yang tiba-tiba datang dengan emosi itu. &quot;Tapi mereka tak peduli dan langsung membuat keributan,&quot; katanya.

Priyono menambahkan, saat pemasangan bendera partai di TR 5, Rasau Jaya III, memang ada pihak-pihak yang seolah tak terima dengan kegiatan itu. &quot;Tapi, itu hanya mulut saja. Setelah kami istirahat makan siang di rumah salah satu relawan di Jalan Pendidikan, kami diserang. Mungkin gara-gara pasang bendera itu kali,&quot; ucapnya.

Atas kejadian itu, Priyono sebagai Ketua Tim Pemenangan bersama relawan lainnya sudah melaporkan peristiwa penyerangan tersebut ke Polresta Pontianak. Ia berharap, agar laporan ini segera ditindaklanjuti. &quot;Ini kami sudah buat laporan. Kami minta yang melakukan penyerangan ini diproses seadil-adilnya. Sesuai hukum yang berlaku,&quot; harapnya.

Miskari yang menjadi korban tusukan pun sudah dilakukan visum di RS Anton Soedjarwo Polda Kalbar. Nantinya, hasil visum ini dijadikan bukti dugaan penganiyaan.

Dikonfirmasi, Wakasat Reskrim Polresta Pontianak, Iptu M Rezky Rizal membenarkan bahwa pihaknya sudah menerima laporan dari relawan tersebut. &quot;Sudah,&quot; katanya.

Saat ini, laporan tersebut sedang ditindaklanjuti dengan melakukan serangkaian proses penyelidikan. &quot;Sementara perkara masih kita selidiki,&quot; ujar dia.

Terpisah, Ketua Bawaslu Kabupaten Kubu Raya, Urai Juliansyah mengaku pihaknya akan melakukan pengkajian setelah adanya laporan resmi.

&amp;ldquo;Intinya kita akan terima laporan dulu. Setelahnya, kita perlu mengembangkan lagi. Misalnya ada dugaan pelanggaran pidana pemilu. Pelanggaran pemilu kan ada tiga macam yakni pelanggaran kode etik, pelanggaran administrasi dan pelanggaran pidana pemilu,&quot; ucap Urai.

Jika dalam peristiwa tersebut, salah satunya termasuk dalam pelanggaran pidana pemilu, maka itu akan dibahas Gakkumdu (Sentra Penegakan Hukum Terpadu) yang didalamnya ada pihak kepolisian dan kejaksaan. &quot;Kalau hanya pelanggaran administrasi cukup di kita (Bawaslu),&quot; tuturnya.
(Baca Juga: Kampanye Melalui Internet Lebih Marak di Pemilu 2019)&amp;nbsp;
Terkait hal ini, dirinya mengaku telah berkoordinasi dengan Panwascam Rasau Jaya. &quot;Tadi saya monitor tidak ada kegiatan kampanye dan kegiatan partai. Tetapi murni kegiatan simpatisan,&quot; sambunnya.

Urai juga mempersilahkan masyarakat untuk melapor apabila ditemukan dugaan pelanggaran pemilu ke Bawaslu Kubu Raya. Dirinya pun terus mengimbau kepada seluruh relawan, peserta pemilu, penyelenggara pemilu, bahkan seluruh elemen masyarakat untuk dapat menjaga Kubu Raya dengan taat pada aturan. &quot;Tidak boleh mengisukan SARA. Dan kita anti kekerasan,&quot; kata dia.</description><content:encoded>PONTIANAK - Lagi lagi, beda pilihan diduga menjadi pemicu terjadinya konflik antarwarga. Seperti di Kecamatan Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya, Kalbar. Relawan Dessy Fitri Anggraeni, calon anggota legislatif (caleg) dari Partai Demokrat, Dapil 4 (Rasau Jaya-Teluk Pakedai), tiba-tiba diserang sekelompok orang.

Kejadian itu, saat para relawan usai memasang bendera partai di kawasan Desa Rasau Jaya III, Kecamatan Rasau Jaya, Minggu (27/1/2019) sekitar pukul 11.30 WIB. Akibat penyerangan tersebut, satu orang relawan bernama Miskari mengalami luka gores di bagian dada. Diduga terkena bagian tajam dari bambu yang tadinya digunakan untuk bendera partai.
(Baca Juga: Banyak Muncul Hoaks &amp;amp; Fitnah, Situasi Politik Saat Ini Mengkhawatirkan)&amp;nbsp;
&quot;Kami diserang saat makan. Saat istirahat usai memasang bendera partai,&quot; kata Zainal Abidin kepada sejumlah wartawan.

Ia mengaku mengetahui betul kejadian itu. Lantaran dia berada di lokasi saat kejadian. Ia pun menduga, sekelompok orang yang menyerang mereka adalah tim sukses dari caleg lain. Dia mengaku bahkan sangat mengenal orang-orang yang melakukan penyerangan itu. &quot;Mereka, orang-orang sekampung kami (satu desa) juga,&quot; ucapnya.

Penyerangan ini, dikatakan Zainal, terjadi secara spontan. Diperkirakan, dilakukan belasan orang. Mereka, kata Zainal, datang dan langsung berteriak sambil mencari dua orang. &quot;Awalnya mereka mencari saya dan Pak Jumadi. Salah satu dari mereka berteriak &amp;lsquo;Siapa paling jago&amp;rsquo;,&quot; ucapnya seraya menirukan.

Setelah itu, lanjut Zainal, belasan orang tersebut langsung mencabut bendera-bendera yang sudah dipasang. Bambu bendera diambil dan dipakai untuk menyerang. &quot;Satu orang teman kami kena goresan bambu. Di bagian dada,&quot; kata dia.

Menurut Zainal, teman-teman relawan lainnya tak melakukan perlawanan saat itu. Ia pun mengaku bingung. Kenapa sekelompok orang itu menyerang mereka. Padahal, mereka tinggal dalam satu desa. Apalagi, menurut Zainal, secara pribadi dan relawan lainnya tak pernah punya masalah dengan orang-orang tersebut. Dia pun menduga, penyerangan yang dilakukan tersebut karena adanya perbedaan pilihan politik.

Senada dengan Ketua Tim Relawan Pemenagan Caleg Dessy Fitri Anggraeni, Priyono. Dia yang juga ada saat peristiwa penyerangan tersebut mengatakan, sempat mencoba melerai sekelompok orang yang tiba-tiba datang dengan emosi itu. &quot;Tapi mereka tak peduli dan langsung membuat keributan,&quot; katanya.

Priyono menambahkan, saat pemasangan bendera partai di TR 5, Rasau Jaya III, memang ada pihak-pihak yang seolah tak terima dengan kegiatan itu. &quot;Tapi, itu hanya mulut saja. Setelah kami istirahat makan siang di rumah salah satu relawan di Jalan Pendidikan, kami diserang. Mungkin gara-gara pasang bendera itu kali,&quot; ucapnya.

Atas kejadian itu, Priyono sebagai Ketua Tim Pemenangan bersama relawan lainnya sudah melaporkan peristiwa penyerangan tersebut ke Polresta Pontianak. Ia berharap, agar laporan ini segera ditindaklanjuti. &quot;Ini kami sudah buat laporan. Kami minta yang melakukan penyerangan ini diproses seadil-adilnya. Sesuai hukum yang berlaku,&quot; harapnya.

Miskari yang menjadi korban tusukan pun sudah dilakukan visum di RS Anton Soedjarwo Polda Kalbar. Nantinya, hasil visum ini dijadikan bukti dugaan penganiyaan.

Dikonfirmasi, Wakasat Reskrim Polresta Pontianak, Iptu M Rezky Rizal membenarkan bahwa pihaknya sudah menerima laporan dari relawan tersebut. &quot;Sudah,&quot; katanya.

Saat ini, laporan tersebut sedang ditindaklanjuti dengan melakukan serangkaian proses penyelidikan. &quot;Sementara perkara masih kita selidiki,&quot; ujar dia.

Terpisah, Ketua Bawaslu Kabupaten Kubu Raya, Urai Juliansyah mengaku pihaknya akan melakukan pengkajian setelah adanya laporan resmi.

&amp;ldquo;Intinya kita akan terima laporan dulu. Setelahnya, kita perlu mengembangkan lagi. Misalnya ada dugaan pelanggaran pidana pemilu. Pelanggaran pemilu kan ada tiga macam yakni pelanggaran kode etik, pelanggaran administrasi dan pelanggaran pidana pemilu,&quot; ucap Urai.

Jika dalam peristiwa tersebut, salah satunya termasuk dalam pelanggaran pidana pemilu, maka itu akan dibahas Gakkumdu (Sentra Penegakan Hukum Terpadu) yang didalamnya ada pihak kepolisian dan kejaksaan. &quot;Kalau hanya pelanggaran administrasi cukup di kita (Bawaslu),&quot; tuturnya.
(Baca Juga: Kampanye Melalui Internet Lebih Marak di Pemilu 2019)&amp;nbsp;
Terkait hal ini, dirinya mengaku telah berkoordinasi dengan Panwascam Rasau Jaya. &quot;Tadi saya monitor tidak ada kegiatan kampanye dan kegiatan partai. Tetapi murni kegiatan simpatisan,&quot; sambunnya.

Urai juga mempersilahkan masyarakat untuk melapor apabila ditemukan dugaan pelanggaran pemilu ke Bawaslu Kubu Raya. Dirinya pun terus mengimbau kepada seluruh relawan, peserta pemilu, penyelenggara pemilu, bahkan seluruh elemen masyarakat untuk dapat menjaga Kubu Raya dengan taat pada aturan. &quot;Tidak boleh mengisukan SARA. Dan kita anti kekerasan,&quot; kata dia.</content:encoded></item></channel></rss>
