<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kawal Proyek Setnov, Eni Saragih Ngaku Pernah Diingatkan Idrus Marham</title><description>Perintah dari Setnov pun diceritakan Eni kepada Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Golkar, Idrus Marham.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/01/29/337/2011038/kawal-proyek-setnov-eni-saragih-ngaku-pernah-diingatkan-idrus-marham</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/01/29/337/2011038/kawal-proyek-setnov-eni-saragih-ngaku-pernah-diingatkan-idrus-marham"/><item><title>Kawal Proyek Setnov, Eni Saragih Ngaku Pernah Diingatkan Idrus Marham</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/01/29/337/2011038/kawal-proyek-setnov-eni-saragih-ngaku-pernah-diingatkan-idrus-marham</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/01/29/337/2011038/kawal-proyek-setnov-eni-saragih-ngaku-pernah-diingatkan-idrus-marham</guid><pubDate>Selasa 29 Januari 2019 18:47 WIB</pubDate><dc:creator>Arie Dwi Satrio</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/01/29/337/2011038/kawal-proyek-setnov-eni-saragih-pernah-diingatkan-idrus-marham-mzGjwzfazB.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Eni Saragih usai menjalani pemeriksaan oleh KPK (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/01/29/337/2011038/kawal-proyek-setnov-eni-saragih-pernah-diingatkan-idrus-marham-mzGjwzfazB.jpg</image><title>Eni Saragih usai menjalani pemeriksaan oleh KPK (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Eni Maulani Saragih mengakui bahwa sejak awal dirinya memang ditugasi oleh mantan Ketua Fraksi Partai Golkar, Setya Novanto (Setnov)&amp;lrm; untuk membantu pemegang saham Blacgold Natural Resources Limited, Johanes B Kotjo mengawal proyek pembangunan PLTU Riau-1.
Perintah dari Setnov pun diceritakan Eni kepada Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Golkar, Idrus Marham. Kata Eni, Idrus sempat memberikan peringatan kepadanya agar hati-hati membantu Setnov untuk mengawal proyek PLTU Riau-1.
&quot;Jadi, saya dari awal cerita (ke Idrus Marham-red) untuk membantu Pak Kotjo. &amp;lrm;Pak Idrus selalu bilang, hati-hati,&quot; kata Eni saat bersaksi terkait perkara dugaan suap kesepakatan kontrak kerjasama proyek pembangunan PLTU Riau-1, untuk terdakwa Idrus Marham di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Selasa (29/1/2019).
Eni mengaku tidak tahu maksud 'hati-hati' yang diperingatkan Idrus kepadanya. Yang jelas, tekan Eni, Idrus memperingatkan bahwa jika ada masalah dalam proyek tersebut, pasti akan menjadi 'korban&amp;lrm;' hanya dirinya.

&quot;Yang pasti, nanti hati-hati kalau saya salah, nanti salahnya dilimpahkan ke Eni saja. Jadi, saya sudah dari awal, sudah di-warning kayak gitu,&quot; ujarnya.
&amp;lrm;Sebelumnya, Idrus Marham didakwa menerima uang suap proyek pembangunan PLTU Riau-1 sebesar Rp2,25 miliar oleh jaksa penuntut umum pada KPK. Uang tersebut berasal dari pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited, Johanes B Kotjo.</description><content:encoded>JAKARTA - Mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Eni Maulani Saragih mengakui bahwa sejak awal dirinya memang ditugasi oleh mantan Ketua Fraksi Partai Golkar, Setya Novanto (Setnov)&amp;lrm; untuk membantu pemegang saham Blacgold Natural Resources Limited, Johanes B Kotjo mengawal proyek pembangunan PLTU Riau-1.
Perintah dari Setnov pun diceritakan Eni kepada Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Golkar, Idrus Marham. Kata Eni, Idrus sempat memberikan peringatan kepadanya agar hati-hati membantu Setnov untuk mengawal proyek PLTU Riau-1.
&quot;Jadi, saya dari awal cerita (ke Idrus Marham-red) untuk membantu Pak Kotjo. &amp;lrm;Pak Idrus selalu bilang, hati-hati,&quot; kata Eni saat bersaksi terkait perkara dugaan suap kesepakatan kontrak kerjasama proyek pembangunan PLTU Riau-1, untuk terdakwa Idrus Marham di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Selasa (29/1/2019).
Eni mengaku tidak tahu maksud 'hati-hati' yang diperingatkan Idrus kepadanya. Yang jelas, tekan Eni, Idrus memperingatkan bahwa jika ada masalah dalam proyek tersebut, pasti akan menjadi 'korban&amp;lrm;' hanya dirinya.

&quot;Yang pasti, nanti hati-hati kalau saya salah, nanti salahnya dilimpahkan ke Eni saja. Jadi, saya sudah dari awal, sudah di-warning kayak gitu,&quot; ujarnya.
&amp;lrm;Sebelumnya, Idrus Marham didakwa menerima uang suap proyek pembangunan PLTU Riau-1 sebesar Rp2,25 miliar oleh jaksa penuntut umum pada KPK. Uang tersebut berasal dari pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited, Johanes B Kotjo.</content:encoded></item></channel></rss>
