<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>PRT Penganiaya Bayi 2 Bulan hingga Tewas Berhasil Ditangkap saat Hendak Kabur</title><description>Petugas Polsek Pancoran Mas berhasil menangkap PRT berinisial R (66) yang menganiaya bayi usia 2 bulan hingga tewas.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/01/29/338/2010799/prt-penganiaya-bayi-2-bulan-hingga-tewas-berhasil-ditangkap-saat-hendak-kabur</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/01/29/338/2010799/prt-penganiaya-bayi-2-bulan-hingga-tewas-berhasil-ditangkap-saat-hendak-kabur"/><item><title>PRT Penganiaya Bayi 2 Bulan hingga Tewas Berhasil Ditangkap saat Hendak Kabur</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/01/29/338/2010799/prt-penganiaya-bayi-2-bulan-hingga-tewas-berhasil-ditangkap-saat-hendak-kabur</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/01/29/338/2010799/prt-penganiaya-bayi-2-bulan-hingga-tewas-berhasil-ditangkap-saat-hendak-kabur</guid><pubDate>Selasa 29 Januari 2019 12:32 WIB</pubDate><dc:creator>Wahyu Muntinanto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/01/29/338/2010799/pembantu-penganiaya-bayi-2-bulan-hingga-tewas-berhasil-ditangkap-saat-hendak-kabur-awHKUXTYTR.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Penangkapan (foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/01/29/338/2010799/pembantu-penganiaya-bayi-2-bulan-hingga-tewas-berhasil-ditangkap-saat-hendak-kabur-awHKUXTYTR.jpg</image><title>Penangkapan (foto: Shutterstock)</title></images><description>DEPOK - Kapolsek Pancoran Mas Kompol Roni Agus Wowor mengatakan, pembantu rumah tangga (PRT) berinisial R (66) yang menganiaya bayi usia 2 bulan berinisial M hingga tewas, berhasil ditangkap saat hendak melarikan diri ke wilayah Tomang, Jakarta Barat.
&quot;Kita amankan R, asisten rumah tangga keluarga korban yang biasa menjaga bayu M diduga sebagai pelaku. Tersangka R diamankan saat berencana kabur dengan menggunakan taksi online ke Tomang Jakarta Barat,&quot; ujarnya saat dihubungi wartawan, selasa (29/1/2019).
(Baca Juga: Bayi 2 Bulan Tewas Dianiaya Pembantu, Ditemukan Luka Lebam di Mulut dan Pinggang)&amp;nbsp;

Dia menjelaskan, saat polisi berpakaian preman mencoba menggali keterangan, pelaku terus berkelit dan berbohong kepada penyidik jika tidak melakukan percobaan pembunihan terhadap korban.
&quot;Dari hasil pemeriksaan luar oleh petugas polsek ada tanda-tanda luka lebam di pipi, dalam mulut, dan dekat bokong ada bekas lebam biru seperti cubitan diduga meninggal akibat mendapatkan kekerasan fisik,&amp;rdquo; pungkasnya.
Perlu diketahui, saat kejadian, ayah korban tengah bekerja sebagai konsultan di Kalimantan dan Retno bekerja sebagai admin di RS Tarakan Jakarta. Sedangkan dua anak laki-lakinya sekolah di pesantren.</description><content:encoded>DEPOK - Kapolsek Pancoran Mas Kompol Roni Agus Wowor mengatakan, pembantu rumah tangga (PRT) berinisial R (66) yang menganiaya bayi usia 2 bulan berinisial M hingga tewas, berhasil ditangkap saat hendak melarikan diri ke wilayah Tomang, Jakarta Barat.
&quot;Kita amankan R, asisten rumah tangga keluarga korban yang biasa menjaga bayu M diduga sebagai pelaku. Tersangka R diamankan saat berencana kabur dengan menggunakan taksi online ke Tomang Jakarta Barat,&quot; ujarnya saat dihubungi wartawan, selasa (29/1/2019).
(Baca Juga: Bayi 2 Bulan Tewas Dianiaya Pembantu, Ditemukan Luka Lebam di Mulut dan Pinggang)&amp;nbsp;

Dia menjelaskan, saat polisi berpakaian preman mencoba menggali keterangan, pelaku terus berkelit dan berbohong kepada penyidik jika tidak melakukan percobaan pembunihan terhadap korban.
&quot;Dari hasil pemeriksaan luar oleh petugas polsek ada tanda-tanda luka lebam di pipi, dalam mulut, dan dekat bokong ada bekas lebam biru seperti cubitan diduga meninggal akibat mendapatkan kekerasan fisik,&amp;rdquo; pungkasnya.
Perlu diketahui, saat kejadian, ayah korban tengah bekerja sebagai konsultan di Kalimantan dan Retno bekerja sebagai admin di RS Tarakan Jakarta. Sedangkan dua anak laki-lakinya sekolah di pesantren.</content:encoded></item></channel></rss>
