<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Rakit Jeriken dan Bambu, Prajurit TNI Bantu Anak Sekolah di Perbatasan RI-Timor Leste</title><description>Prajurit TNI bantu anak sekolah di perbatasan RI-Timor Leste.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/01/29/340/2010634/rakit-jeriken-dan-bambu-prajurit-tni-bantu-anak-sekolah-di-perbatasan-ri-timor-leste</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/01/29/340/2010634/rakit-jeriken-dan-bambu-prajurit-tni-bantu-anak-sekolah-di-perbatasan-ri-timor-leste"/><item><title>Rakit Jeriken dan Bambu, Prajurit TNI Bantu Anak Sekolah di Perbatasan RI-Timor Leste</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/01/29/340/2010634/rakit-jeriken-dan-bambu-prajurit-tni-bantu-anak-sekolah-di-perbatasan-ri-timor-leste</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/01/29/340/2010634/rakit-jeriken-dan-bambu-prajurit-tni-bantu-anak-sekolah-di-perbatasan-ri-timor-leste</guid><pubDate>Selasa 29 Januari 2019 01:01 WIB</pubDate><dc:creator>Muhamad Rizky</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/01/29/340/2010634/rakit-jeriken-dan-bambu-prajurit-tni-bantu-anak-sekolah-di-perbatasan-ri-timor-leste-Vbw8v5Nm5M.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Istimewa</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/01/29/340/2010634/rakit-jeriken-dan-bambu-prajurit-tni-bantu-anak-sekolah-di-perbatasan-ri-timor-leste-Vbw8v5Nm5M.jpg</image><title>Foto: Istimewa</title></images><description>JAKARTA - Untuk membantu anak-anak bersekolah, Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Yonif Mekanis (Yonmek) 741/GN membuatkan rakit penyeberangan di atas sungai yang menghubungkan Desa Nainaban dan Sungkaen.
Hal ini disampaikan Dansatgas Pamtas RI-RDTL Sektor Barat Yonif Mekanis 741/GN, Mayor Inf Hendra Saputra, melalui rilis tertulisnya di Timur Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur, Minggu (27/1).
Diungkapkan Dansatgas, musim hujan berkepanjangan tidak hanya memberi berkah kesuburan tanah di daerah TTU, namun juga meluapnya debet air sungai di sekitarnya.
&quot;Seperti sungai yang menghubungkan Desa Nainaban dan Desa Sungkaen yang setiap hari dilalui anak-anak sekolah. Sungainya cukup lebar dan arusnya pun jika hujan cukup deras. Ini akan membahayakan anak-anak ketika menyeberang. Melihat itu, Danpos Baen Kipur I (Serka I Komang Artana) bersama anggotanya berinisiatif membuatkan rakit penyeberangan bagi mereka&quot; ujar Hendra Saputra.

Menurutnya, inisiatif Komang Artana dan anggotanya merupakan wujud teladan yang baik. &quot;Dihadapkan dengan derasnya arus sungai, awalnya sempat ragu, namun setelah diuji coba ternyata mereka berhasil menggunakannya untuk menyeberangkan orang dewasa sekalipun,&quot; ujarnya.
Sementara itu, Serka I Komang Artana saat dihubungi mengatakan, ide itu muncul ketika melihat anak-anak yang pulang sekolah tidak berani melintasi sungai. &quot;Karena selain tidak adanya alternatif jembatan penyeberangan memadai juga arus sungainya cukup deras. Selain itu, akibat hujan yang terus menerus, permukaan airnya pun meningkat. Oleh karenanya, jika dilalui anak-anak tanpa alat pengaman akan berbahaya,&quot; ujarnya.
(Baca juga: Prajurit TNI AD Bantu Seberangkan Seorang Ibu di Singkuen)
&amp;ldquo;Pernah terjadi, anak-anak menyeberangi sungai dalam kondisi tersebut, tapi tentunya akan membahayakan mereka dan jika air meluap maka merekapun tidak bisa berangkat sekolah. Ini akan menghambat masa depan mereka,&quot; tambahnya.
Lebih lanjut, Komang Artana menjelaskan, dia bersama anggotanya membuat rakit penyeberangan dari beberapa jeriken dan potongan bambu.&quot;Satu per satu bambu dan jerigen kita rakit. Kemudian kita bentangkan tali antara tepian sungai untuk pegangan saat menyeberang. Setelah kita coba, ternyata rakit bisa digunakan untuk menyeberangkan orang dewasa,&quot; tuturnya.
&quot;Berdasarkan hasil tersebut, kami berkeyakinan jika rakit tersebut dapat menjadi solusi bagi masyarakat dan membantu kelancaran anak-anak bersekolah sekaligus mempersiapkan masa depannya,&quot; kata dia.
Bagi Komang Artana dan anggotanya, apa yang mereka lakukan telah menjadi kebanggan tersendiri dan mulai hari Jumat (25/1/2019), beberapa personel Pos Baen pun mulai membantu menyeberangkan anak-anak dan masyarakat yang ingin melintas.
&quot;Keberadaan kami disini, tidak hanya menghadapi pelanggaran lintas batas namun juga menjalankan pengabdian kepada rakyat, yaitu dengan memberikan bantuan dan solusi terhadap kesulitan yang dialami mereka,&quot; pungkasnya. (Dispenad).
</description><content:encoded>JAKARTA - Untuk membantu anak-anak bersekolah, Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Yonif Mekanis (Yonmek) 741/GN membuatkan rakit penyeberangan di atas sungai yang menghubungkan Desa Nainaban dan Sungkaen.
Hal ini disampaikan Dansatgas Pamtas RI-RDTL Sektor Barat Yonif Mekanis 741/GN, Mayor Inf Hendra Saputra, melalui rilis tertulisnya di Timur Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur, Minggu (27/1).
Diungkapkan Dansatgas, musim hujan berkepanjangan tidak hanya memberi berkah kesuburan tanah di daerah TTU, namun juga meluapnya debet air sungai di sekitarnya.
&quot;Seperti sungai yang menghubungkan Desa Nainaban dan Desa Sungkaen yang setiap hari dilalui anak-anak sekolah. Sungainya cukup lebar dan arusnya pun jika hujan cukup deras. Ini akan membahayakan anak-anak ketika menyeberang. Melihat itu, Danpos Baen Kipur I (Serka I Komang Artana) bersama anggotanya berinisiatif membuatkan rakit penyeberangan bagi mereka&quot; ujar Hendra Saputra.

Menurutnya, inisiatif Komang Artana dan anggotanya merupakan wujud teladan yang baik. &quot;Dihadapkan dengan derasnya arus sungai, awalnya sempat ragu, namun setelah diuji coba ternyata mereka berhasil menggunakannya untuk menyeberangkan orang dewasa sekalipun,&quot; ujarnya.
Sementara itu, Serka I Komang Artana saat dihubungi mengatakan, ide itu muncul ketika melihat anak-anak yang pulang sekolah tidak berani melintasi sungai. &quot;Karena selain tidak adanya alternatif jembatan penyeberangan memadai juga arus sungainya cukup deras. Selain itu, akibat hujan yang terus menerus, permukaan airnya pun meningkat. Oleh karenanya, jika dilalui anak-anak tanpa alat pengaman akan berbahaya,&quot; ujarnya.
(Baca juga: Prajurit TNI AD Bantu Seberangkan Seorang Ibu di Singkuen)
&amp;ldquo;Pernah terjadi, anak-anak menyeberangi sungai dalam kondisi tersebut, tapi tentunya akan membahayakan mereka dan jika air meluap maka merekapun tidak bisa berangkat sekolah. Ini akan menghambat masa depan mereka,&quot; tambahnya.
Lebih lanjut, Komang Artana menjelaskan, dia bersama anggotanya membuat rakit penyeberangan dari beberapa jeriken dan potongan bambu.&quot;Satu per satu bambu dan jerigen kita rakit. Kemudian kita bentangkan tali antara tepian sungai untuk pegangan saat menyeberang. Setelah kita coba, ternyata rakit bisa digunakan untuk menyeberangkan orang dewasa,&quot; tuturnya.
&quot;Berdasarkan hasil tersebut, kami berkeyakinan jika rakit tersebut dapat menjadi solusi bagi masyarakat dan membantu kelancaran anak-anak bersekolah sekaligus mempersiapkan masa depannya,&quot; kata dia.
Bagi Komang Artana dan anggotanya, apa yang mereka lakukan telah menjadi kebanggan tersendiri dan mulai hari Jumat (25/1/2019), beberapa personel Pos Baen pun mulai membantu menyeberangkan anak-anak dan masyarakat yang ingin melintas.
&quot;Keberadaan kami disini, tidak hanya menghadapi pelanggaran lintas batas namun juga menjalankan pengabdian kepada rakyat, yaitu dengan memberikan bantuan dan solusi terhadap kesulitan yang dialami mereka,&quot; pungkasnya. (Dispenad).
</content:encoded></item></channel></rss>
