<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>TKN: Jokowi Tidak Banyak Polesan dan Jadi Diri Sendiri</title><description>Publik, kata Ace, lebih menyukai hal-hal yang tidak dibuat-buat.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/01/31/605/2011709/tkn-jokowi-tidak-banyak-polesan-dan-jadi-diri-sendiri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/01/31/605/2011709/tkn-jokowi-tidak-banyak-polesan-dan-jadi-diri-sendiri"/><item><title>TKN: Jokowi Tidak Banyak Polesan dan Jadi Diri Sendiri</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/01/31/605/2011709/tkn-jokowi-tidak-banyak-polesan-dan-jadi-diri-sendiri</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/01/31/605/2011709/tkn-jokowi-tidak-banyak-polesan-dan-jadi-diri-sendiri</guid><pubDate>Kamis 31 Januari 2019 06:58 WIB</pubDate><dc:creator>Achmad Fardiansyah </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/01/31/605/2011709/tkn-jokowi-tidak-banyak-polesan-dan-jadi-diri-sendiri-VboafVgGsx.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jokowi-Maruf saat debat perdana Pilpres 2019. Foto: Okezone/Heru Haryono</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/01/31/605/2011709/tkn-jokowi-tidak-banyak-polesan-dan-jadi-diri-sendiri-VboafVgGsx.jpg</image><title>Jokowi-Maruf saat debat perdana Pilpres 2019. Foto: Okezone/Heru Haryono</title></images><description>
JAKARTA &amp;ndash; Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi- Maruf Amin, Ace Hasan Syadzily menilai penampilan Joko Widodo saat debat Pilpres 2019 sangat original, sebab menyampaikan visi misi serta program dengan cara sederhana.
&amp;ldquo;Jokowi tampil apa adanya pada debat capres pertama, tidak terlalu banyak polesan dan mampu tampil menjadi dirinya sendiri,&amp;rdquo; kata Ace, Kamis (31/1/2019).
Terkait Jokowi yang kerap baca teks, Ace berujar hal itu tidak terlalu dihiraukan, &amp;ldquo;Karena di sini lah kejujuran beliau tidak memaksakan diri untuk tidak baca teks, tidak harus ditutup-tutupi.&amp;rdquo;
&amp;ldquo;Kemudian narasi yang diapakai juga adalah narasi keseharian yang mudah dimengerti oleh rakyat kebanyakan. Wajar bila dampak positif elektoral pasca debat lebih banyak untuk Jokowi-Ma'ruf,&amp;rdquo; lanjut dia.

Pernyataan Ace terkait  hasil survei Lembaga Survei Indonesia (LSI) Denny JA yang menyatakan Capres nomor 01 unggul dari paslon 02 dalam debat perdana Pilpres 2019.
Hasilnya, 50% responden memilih Jokowi-Ma&amp;rsquo;ruf Amin lebih unggul dibandingkan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, yang memperoleh suara 35,4%.
Baca:&amp;nbsp;MUI Akan Gelar Dialog Bareng Paslon Capres-Cawapres
Baca:&amp;nbsp;TKN Anggap Lucu ketika BPN Sebut Jan Ethes Jadi Alat Kampanye
Ace punya alasan mengapa Jokowi-Ma&amp;rsquo;ruf unggul dalam debat perdana Pilpres 2019. &amp;ldquo;Indikatornya sangat jelas bahwa Jokowi-Ma'ruf tampil lugas tanpa polesan berlebihan baik sisi penampilan maupun konten,&amp;rdquo; ujar dia.

Publik, lanjut Ace, lebih menyukai hal-hal yang tidak dibuat-buat, serta gaya komunikasi Jokowi yang satu frekuensi dengan rakyat. &amp;ldquo;Jokowi masih mendapatkan trust yang tinggi dari publik karena basis debatnya adalah kinerja Jokowi selama beliau menjadi Presiden.&amp;rdquo;
Dia berpendapat, debat perdana berdampak pada masyarakat yang belum menentukan pilihan.
&amp;ldquo;Debat capres yang pertama berpengaruhnya terhadap pemilih yang belum menentukan pilihannya,&amp;rdquo; katanya.</description><content:encoded>
JAKARTA &amp;ndash; Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi- Maruf Amin, Ace Hasan Syadzily menilai penampilan Joko Widodo saat debat Pilpres 2019 sangat original, sebab menyampaikan visi misi serta program dengan cara sederhana.
&amp;ldquo;Jokowi tampil apa adanya pada debat capres pertama, tidak terlalu banyak polesan dan mampu tampil menjadi dirinya sendiri,&amp;rdquo; kata Ace, Kamis (31/1/2019).
Terkait Jokowi yang kerap baca teks, Ace berujar hal itu tidak terlalu dihiraukan, &amp;ldquo;Karena di sini lah kejujuran beliau tidak memaksakan diri untuk tidak baca teks, tidak harus ditutup-tutupi.&amp;rdquo;
&amp;ldquo;Kemudian narasi yang diapakai juga adalah narasi keseharian yang mudah dimengerti oleh rakyat kebanyakan. Wajar bila dampak positif elektoral pasca debat lebih banyak untuk Jokowi-Ma'ruf,&amp;rdquo; lanjut dia.

Pernyataan Ace terkait  hasil survei Lembaga Survei Indonesia (LSI) Denny JA yang menyatakan Capres nomor 01 unggul dari paslon 02 dalam debat perdana Pilpres 2019.
Hasilnya, 50% responden memilih Jokowi-Ma&amp;rsquo;ruf Amin lebih unggul dibandingkan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, yang memperoleh suara 35,4%.
Baca:&amp;nbsp;MUI Akan Gelar Dialog Bareng Paslon Capres-Cawapres
Baca:&amp;nbsp;TKN Anggap Lucu ketika BPN Sebut Jan Ethes Jadi Alat Kampanye
Ace punya alasan mengapa Jokowi-Ma&amp;rsquo;ruf unggul dalam debat perdana Pilpres 2019. &amp;ldquo;Indikatornya sangat jelas bahwa Jokowi-Ma'ruf tampil lugas tanpa polesan berlebihan baik sisi penampilan maupun konten,&amp;rdquo; ujar dia.

Publik, lanjut Ace, lebih menyukai hal-hal yang tidak dibuat-buat, serta gaya komunikasi Jokowi yang satu frekuensi dengan rakyat. &amp;ldquo;Jokowi masih mendapatkan trust yang tinggi dari publik karena basis debatnya adalah kinerja Jokowi selama beliau menjadi Presiden.&amp;rdquo;
Dia berpendapat, debat perdana berdampak pada masyarakat yang belum menentukan pilihan.
&amp;ldquo;Debat capres yang pertama berpengaruhnya terhadap pemilih yang belum menentukan pilihannya,&amp;rdquo; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
