<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Imbas Kabut Beracun, Warga Bangkok Mulai Batuk Darah</title><description>Para warganet memperlihatkan bahwa mereka mengalami batuk berdarah.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/02/01/18/2012572/imbas-kabut-beracun-warga-bangkok-mulai-batuk-darah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/02/01/18/2012572/imbas-kabut-beracun-warga-bangkok-mulai-batuk-darah"/><item><title>Imbas Kabut Beracun, Warga Bangkok Mulai Batuk Darah</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/02/01/18/2012572/imbas-kabut-beracun-warga-bangkok-mulai-batuk-darah</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/02/01/18/2012572/imbas-kabut-beracun-warga-bangkok-mulai-batuk-darah</guid><pubDate>Jum'at 01 Februari 2019 17:59 WIB</pubDate><dc:creator>Rachmat Fahzry</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/02/01/18/2012572/imbas-kabut-beracun-warga-bangkok-mulai-batuk-darah-tHzNj7TeDj.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Warga memakai masker imbas kabut beracun menyelimuti kota Bangkok, Thailand. Foto/AFP</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/02/01/18/2012572/imbas-kabut-beracun-warga-bangkok-mulai-batuk-darah-tHzNj7TeDj.jpg</image><title>Warga memakai masker imbas kabut beracun menyelimuti kota Bangkok, Thailand. Foto/AFP</title></images><description>

BANGKOK &amp;ndash; Warga Bangkok mulai mengalami batuk berdarah imbas kabut asap beracun yang menyelimuti ibu kota Thailand itu.
Kabut tebal yang mengandung PM 25&amp;mdash;partikel udara yang berukuran lebih kecil dari 2,5 mikron (mikrometer)&amp;mdash;bisa mengendap di paru-paru manusia, dan telah menyelimuti Bangkok selama dua minggu terakhir.
Laporan Daily News yang dikutip Okezone, Jumat (1/2/2019), para ahli menyatakan asap beracun diduga berasal dari polusi kendaraan, proyek konstruksi, dan pembakaran lahan.

Dampak asap beracun semakin parah. Para warganet memperlihatkan bahwa mereka mengalami batuk berdarah.
Baca:&amp;nbsp;Hampir 450 Sekolah di Bangkok Ditutup Karena Kepungan Asap yang Makin Parah
Baca:&amp;nbsp;Buktikan Jimat yang Dijual Palsu, Seorang Biksu Gorok Pedagang Kaki Lima
Pekerja kantor, Nutthawut Sirichainarumit, berbagi foto darah di tangannya yang keluar setelah dia bersin pada 15 Januari 2019.
&amp;ldquo;Dua hari yang lalu, hidungku terluka saat bernafas. Saya bersin sepanjang malam, bahkan lebih buruk ketika besok pagi saat saya bersin keluar darah,&amp;rdquo; kata Nutthawut.
&amp;ldquo;Saya kaget karena saya tidak pernah bersin darah sepanjang hidup saya. Saya percaya debu penyebabnya. &quot;

Warga Bangkok lainnya, Seine Premmanuspaisal, terkejut setelah ia didiagnosis infeksi paru-paru setelah muntah dan batuk dalam darah selama tiga hari. Padahal ia tidak pernah memiliki riwayat penyakit pernapasan.
&amp;ldquo;Udara yang tercemar juga membawa kuman dan virus yang secara bertahap mempengaruhi tubuh kita. Meskipun berpikir Anda sehat, lingkungan yang mengerikan ini akan mengganggu Anda,&amp;rdquo; tutur Seine.
Kabut asap yang beracun yang menyelimuti Bangkok membuat pemerintah melibutkan 400 sekolah sampai akhir pekan ini. Hal tersebut dilakukan untuk melindungi anak-anak dari dampak buruk polusi.
Menurut proyek World Air Quality Index project (AQICN), Air Quality Index (AQI) Bangkok saat ini di kisaran 170, angka yang &quot;tidak sehat&quot;.
</description><content:encoded>

BANGKOK &amp;ndash; Warga Bangkok mulai mengalami batuk berdarah imbas kabut asap beracun yang menyelimuti ibu kota Thailand itu.
Kabut tebal yang mengandung PM 25&amp;mdash;partikel udara yang berukuran lebih kecil dari 2,5 mikron (mikrometer)&amp;mdash;bisa mengendap di paru-paru manusia, dan telah menyelimuti Bangkok selama dua minggu terakhir.
Laporan Daily News yang dikutip Okezone, Jumat (1/2/2019), para ahli menyatakan asap beracun diduga berasal dari polusi kendaraan, proyek konstruksi, dan pembakaran lahan.

Dampak asap beracun semakin parah. Para warganet memperlihatkan bahwa mereka mengalami batuk berdarah.
Baca:&amp;nbsp;Hampir 450 Sekolah di Bangkok Ditutup Karena Kepungan Asap yang Makin Parah
Baca:&amp;nbsp;Buktikan Jimat yang Dijual Palsu, Seorang Biksu Gorok Pedagang Kaki Lima
Pekerja kantor, Nutthawut Sirichainarumit, berbagi foto darah di tangannya yang keluar setelah dia bersin pada 15 Januari 2019.
&amp;ldquo;Dua hari yang lalu, hidungku terluka saat bernafas. Saya bersin sepanjang malam, bahkan lebih buruk ketika besok pagi saat saya bersin keluar darah,&amp;rdquo; kata Nutthawut.
&amp;ldquo;Saya kaget karena saya tidak pernah bersin darah sepanjang hidup saya. Saya percaya debu penyebabnya. &quot;

Warga Bangkok lainnya, Seine Premmanuspaisal, terkejut setelah ia didiagnosis infeksi paru-paru setelah muntah dan batuk dalam darah selama tiga hari. Padahal ia tidak pernah memiliki riwayat penyakit pernapasan.
&amp;ldquo;Udara yang tercemar juga membawa kuman dan virus yang secara bertahap mempengaruhi tubuh kita. Meskipun berpikir Anda sehat, lingkungan yang mengerikan ini akan mengganggu Anda,&amp;rdquo; tutur Seine.
Kabut asap yang beracun yang menyelimuti Bangkok membuat pemerintah melibutkan 400 sekolah sampai akhir pekan ini. Hal tersebut dilakukan untuk melindungi anak-anak dari dampak buruk polusi.
Menurut proyek World Air Quality Index project (AQICN), Air Quality Index (AQI) Bangkok saat ini di kisaran 170, angka yang &quot;tidak sehat&quot;.
</content:encoded></item></channel></rss>
