<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>DPR: Program Pemerintah Cegah DBD Sudah Berjalan Baik</title><description>Langkah pemerintah mengantisipasi penyakit DBD dinilai sudah cukup baik.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/02/02/337/2012838/dpr-program-pemerintah-cegah-dbd-sudah-berjalan-baik</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/02/02/337/2012838/dpr-program-pemerintah-cegah-dbd-sudah-berjalan-baik"/><item><title>DPR: Program Pemerintah Cegah DBD Sudah Berjalan Baik</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/02/02/337/2012838/dpr-program-pemerintah-cegah-dbd-sudah-berjalan-baik</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/02/02/337/2012838/dpr-program-pemerintah-cegah-dbd-sudah-berjalan-baik</guid><pubDate>Sabtu 02 Februari 2019 12:04 WIB</pubDate><dc:creator>Harits Tryan Akhmad</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/02/02/337/2012838/dpr-program-pemerintah-cegah-dbd-sudah-berjalan-baik-49wliGbqbT.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Saleh Partaonan Daulay. (Ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/02/02/337/2012838/dpr-program-pemerintah-cegah-dbd-sudah-berjalan-baik-49wliGbqbT.jpg</image><title>Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Saleh Partaonan Daulay. (Ist)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Jumlah penderita demam berdarah dengue (DBD) di musim penghujan saat ini terus melonjak. Bahkan, tak sedikit pasien meregang nyawa akibat penyakit yang ditularkan nyamuk Aedes aegypti.
Merespons fenomena DBD ini, Wakil Ketua Komisi IX DPR, Saleh Daulay menilai, sejauh ini langkah pemerintah mengantisipasi permasalahan DBD terutama saat musim hujan sudah cukup baik.
&quot;Tentunya pemerintah sudah melakukan langkah-langkah antisipasi dalam musim hujan ini. Di antaranya melakukan upaya-upaya preventif pencegahan sosialisasi gerakan masyarakat hidup sehat,&quot; kata Saleh saat berbincang dengan Okezone, belum lama ini.
Apalagi, kata Saleh, hingga saat ini wabah DBD untuk tahun ini belum dinaikkan statusnya menjadi Kejadian Luar Biasa (KLB). &quot;Dan sekarang ini belum kejadian luar biasa. Artinya, masih mereka bisa handle dengan baik permasalahan ini,&quot; tutur politikus PAN.
Sejauh ini menurut Saleh, langkah kongkret yang bisa dilakukan untuk mencegah DBD seperti gerakan 3M (mengubur, menguras dan menimbun) atau fogging.
&quot;Saya kira untuk sementara itu paling mudah dilakukan ya 3M dan fogging. Karena penyakit seperti ini harus betul-betul diketahui oleh masyarakat untuk mencegahnya,&amp;rdquo; tuturnya.



&amp;ldquo;Itu (3M) yang harus ditingkatkan. Gerakan Masyarakat Hidup sehat mesti ditingkatkan juga dan harus itu,&amp;rdquo; ucapnya.
Sementara itu, anggota Komisi IX DPR RI, Irma Suryani Chaniago mengakui wilayah Indonesia masih rentan terserang wabah DBD. Namun kata dia, pemerintah sudah mencanangkan program panjang melalui Nusantara Sehat dan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat yang dicanangkan Kemenkes untuk mencegah penyakit musiman ini.
&amp;ldquo;Program Nusantara Sehat dan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat Kemenkes di era Pak Jokowi ini sebenarnya sudah tepat. Namun, program ini memang tidak bisa instan dan merupakan program jangka panjang,&amp;rdquo; ucap Irma.
Karena itu, politikus Partai NasDem itu menekankan, pemerintah harus terus memberi edukasi lebih aktif terkait gerakan hidup sehat, agar masyarakat tetap menjaga hidup bersih dan terhindar dari DBD.
&amp;ldquo;Dengan lingkungan yang bersih maka kita dapat menghindari wabah DBD selain fogging,&amp;rdquo; katanya.


Penanganan terhadap Pasien Sudah Baik
Penanganan terhadap pasien penyakit demam berdarah dengue (DBD),  menurut Irma, tak bisa sembarangan apalagi sampai terlambat. Namun,  kerap kali pasien tak mendapatkan perlakuan yang sebagaimana mestinya.  Irma mengakui jika kerap kali ada saja pasien yang telantar akibat  membeludaknya pasien yang membuat pihak rumah sakit kewalahan.



&amp;ldquo;Alhamdulilah pelayanan surah cukup baik, tetapi memang kadang karena  pasien banyak, sehingga ada saja yang kurang terperhatikan,&amp;rdquo; tuturnya.

(Baca Juga : Teknologi Sederhana ala Kemenkes untuk Basmi Jentik Nyamuk)

Sementara itu, Saleh Daulay berharap agar pihak rumah sakit dapat  memberikan pelayanan sebaik-baiknya ke pada pasien DBD. Mengingat  penyakit ini sangatlah berbahaya bahkan rawan menimbulkan korban jiwa.
&amp;ldquo;Karena DBD itu merupakan bahaya sekali, jadi kita berharap ada hal-hal dan langkah cepat yang dilakukan,&amp;rdquo; ujar Saleh.

(Baca Juga : Dinkes DKI: Masyarakat Jangan Hanya Bergantung pada Fogging)</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Jumlah penderita demam berdarah dengue (DBD) di musim penghujan saat ini terus melonjak. Bahkan, tak sedikit pasien meregang nyawa akibat penyakit yang ditularkan nyamuk Aedes aegypti.
Merespons fenomena DBD ini, Wakil Ketua Komisi IX DPR, Saleh Daulay menilai, sejauh ini langkah pemerintah mengantisipasi permasalahan DBD terutama saat musim hujan sudah cukup baik.
&quot;Tentunya pemerintah sudah melakukan langkah-langkah antisipasi dalam musim hujan ini. Di antaranya melakukan upaya-upaya preventif pencegahan sosialisasi gerakan masyarakat hidup sehat,&quot; kata Saleh saat berbincang dengan Okezone, belum lama ini.
Apalagi, kata Saleh, hingga saat ini wabah DBD untuk tahun ini belum dinaikkan statusnya menjadi Kejadian Luar Biasa (KLB). &quot;Dan sekarang ini belum kejadian luar biasa. Artinya, masih mereka bisa handle dengan baik permasalahan ini,&quot; tutur politikus PAN.
Sejauh ini menurut Saleh, langkah kongkret yang bisa dilakukan untuk mencegah DBD seperti gerakan 3M (mengubur, menguras dan menimbun) atau fogging.
&quot;Saya kira untuk sementara itu paling mudah dilakukan ya 3M dan fogging. Karena penyakit seperti ini harus betul-betul diketahui oleh masyarakat untuk mencegahnya,&amp;rdquo; tuturnya.



&amp;ldquo;Itu (3M) yang harus ditingkatkan. Gerakan Masyarakat Hidup sehat mesti ditingkatkan juga dan harus itu,&amp;rdquo; ucapnya.
Sementara itu, anggota Komisi IX DPR RI, Irma Suryani Chaniago mengakui wilayah Indonesia masih rentan terserang wabah DBD. Namun kata dia, pemerintah sudah mencanangkan program panjang melalui Nusantara Sehat dan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat yang dicanangkan Kemenkes untuk mencegah penyakit musiman ini.
&amp;ldquo;Program Nusantara Sehat dan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat Kemenkes di era Pak Jokowi ini sebenarnya sudah tepat. Namun, program ini memang tidak bisa instan dan merupakan program jangka panjang,&amp;rdquo; ucap Irma.
Karena itu, politikus Partai NasDem itu menekankan, pemerintah harus terus memberi edukasi lebih aktif terkait gerakan hidup sehat, agar masyarakat tetap menjaga hidup bersih dan terhindar dari DBD.
&amp;ldquo;Dengan lingkungan yang bersih maka kita dapat menghindari wabah DBD selain fogging,&amp;rdquo; katanya.


Penanganan terhadap Pasien Sudah Baik
Penanganan terhadap pasien penyakit demam berdarah dengue (DBD),  menurut Irma, tak bisa sembarangan apalagi sampai terlambat. Namun,  kerap kali pasien tak mendapatkan perlakuan yang sebagaimana mestinya.  Irma mengakui jika kerap kali ada saja pasien yang telantar akibat  membeludaknya pasien yang membuat pihak rumah sakit kewalahan.



&amp;ldquo;Alhamdulilah pelayanan surah cukup baik, tetapi memang kadang karena  pasien banyak, sehingga ada saja yang kurang terperhatikan,&amp;rdquo; tuturnya.

(Baca Juga : Teknologi Sederhana ala Kemenkes untuk Basmi Jentik Nyamuk)

Sementara itu, Saleh Daulay berharap agar pihak rumah sakit dapat  memberikan pelayanan sebaik-baiknya ke pada pasien DBD. Mengingat  penyakit ini sangatlah berbahaya bahkan rawan menimbulkan korban jiwa.
&amp;ldquo;Karena DBD itu merupakan bahaya sekali, jadi kita berharap ada hal-hal dan langkah cepat yang dilakukan,&amp;rdquo; ujar Saleh.

(Baca Juga : Dinkes DKI: Masyarakat Jangan Hanya Bergantung pada Fogging)</content:encoded></item></channel></rss>
