<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menteri LHK Sebut Kebijakan Infrastruktur Jokowi Menunjang Ketahanan Wilayah</title><description>Kebijakan memperioritaskan pembangunan infrastruktur mencerminkan style kepemimpinan Jokowi yang sesuai dengan Teori Wilayah.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/02/03/337/2013324/menteri-lhk-sebut-kebijakan-infrastruktur-jokowi-menunjang-ketahanan-wilayah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/02/03/337/2013324/menteri-lhk-sebut-kebijakan-infrastruktur-jokowi-menunjang-ketahanan-wilayah"/><item><title>Menteri LHK Sebut Kebijakan Infrastruktur Jokowi Menunjang Ketahanan Wilayah</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/02/03/337/2013324/menteri-lhk-sebut-kebijakan-infrastruktur-jokowi-menunjang-ketahanan-wilayah</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/02/03/337/2013324/menteri-lhk-sebut-kebijakan-infrastruktur-jokowi-menunjang-ketahanan-wilayah</guid><pubDate>Minggu 03 Februari 2019 23:29 WIB</pubDate><dc:creator>Putra Ramadhani Astyawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/02/03/337/2013324/menteri-lhk-sebut-kebijakan-infrastruktur-jokowi-menunjang-ketahanan-wilayah-JPaYhAnrCI.jpg" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/02/03/337/2013324/menteri-lhk-sebut-kebijakan-infrastruktur-jokowi-menunjang-ketahanan-wilayah-JPaYhAnrCI.jpg</image><title></title></images><description>BOGOR - Alumni IPB Siti Nurbaya Bakar mengatakan, kebijakan pembangunan infrastuktur yang masih yang dilakukan Presiden Jokowi dalam empat tahun terakhir ini selain untuk menunjang kemajuan seluruh provinsi di Tanah Air, tetapi juga untuk ketahanan wilayah.

Kebijakan memperioritaskan pembangunan infrastruktur mencerminkan style kepemimpinan Jokowi yang sesuai dengan Teori Wilayah. Dalam buku Regional Planning: Introduction and Explanation by Melville C. Branch Praeger (1988).

Begitu juga pendekatan belusukan sosok Jokowi sejak sebagai wali kota, lalu gubernur dan presiden, maka aktualisasi kepemimpinannya juga ditopang oleh teori wilayah. Wilayah secara teori meliputi : Area, Distrik, Teritorial, Daerah komando, Tempat Operasi , bisa juga berarti terkait Masa Peradaban (lembah, sungai, dan lain laiin), masuk filosofis religi, surga neraka, juga bisa berarti  Indikasi komersial: tambang, mineral.

&amp;ldquo;Oleh karena itu, infrastruktur yang menjadi bagian penting agenda Bapak Presiden dan dirangkum dalam buku juga merupakan hal yang secara teoritik memang harus dilakukan. Selain untuk memenuhi pembangunan wilayah dan sangat penting juga untuk semakin memperkuat ketahanan wilayah dan ketahanan nasional kita,&amp;rdquo; ujar Siti Nurbayayang juga Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) yang hadir sebagai Keluarga Alumi Institut Pertanian Bogor (IPB) saat menjadi pembicara kunci atau keynote speach bedah buku Jokowi Perjalanan Karya bagi Bangsa: Menuju Cahaya, di Puri Begawan, Bogor, Minggu (3/2/2019).



Diungkapkan Siti Nurbaya, relevansi dirinya hadir dalam bedah buku dan concern tentang konteks dan konten buku Jokowi Perjalanan Karya bagi Bangsa: Menuju Cahaya mengingat sebagai alumni IPB Angkatan 12, masuk 20 Februari 1975 dan lulus 19 Februari 1979 dan wisuda tanggal 27 April 1979, 4 Mei membuat lamaran ke Mentan dan Mendagri dan mulai bekerja sebagai PNS Dinas Pertanian Juni 1979.

&amp;ldquo;Buku karya Alberthiene Endah ini  merupakan story telling tentang aktualisasi seorang anak manusia bernama Joko Widodo sejak kecil hingga kiprahnya saat ini dan juga mimpi-mimpi besar optimistik bangsa Indonesia ke depan,&amp;rdquo; nilai Siti Nurbaya.

Dalam diskusi bedah buku Jokowi ini yang dipandu mantan Pemimpin Redaksi Bisnis Indonesia Cyrillus I Kerong tersebut berjalan cukup menarik karena mengupas sosok Jokowi dan mendalami kinerja yang selama ini sudah dilakukan Presiden RI tersebut.

Dengan semakin paham, maka para pendukung Jokowi bisa menularkan kebaikan Jokowi kepada masyarakat secara obyektif.



Ratusan peserta yang tergabung dalam Keluarga Alumni IPB (KamIPB) dan kampus-kampus se-Bogor Raya hadir mendengarkan paparan dari penulis buku Jokowi, Alberthiene Endah, juga pembahas dari IPB Imam Sugema, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bogor KH Mustofa Abdullah Bin Nuh, dan anggota DPR Budiman Sudjatmiko.

Jokowi Membangun Keadilan

Siti Nurbaya  yang lulus dari kampus IPB  ini baik S-1  (1979) dan  S-3 (1998) menjelaskan dalam konteks kepemimpinan Jokowi, setidaknya  secara intelektual bisa dilihat hal-hal yang relevan dengan keilmuan  dalam kepemimpinan Presiden Jokowi; yang ini jelas mempertegas bahwa  pemimpin tidak bisa asal-asalan, harus cermat dan memiliki  landasan-landasan.

Pancasila dan UUD 1945 (ideologis dan konstitusi), serta landasan  operasional dan tentu berbagai atribut lain yang dibutuhkan seperti  sensitivitas terhadap persoalan rakyat. Ditegaskan dalam buku Menuju  Cahaya ini pandangan sangat prinsip dari Bapak Jokowi bahwa keadilan itu  ialah sensitif terhadap persoalan rakyat.  Dan itu sangat tepat dan  relevan dengan prinsip-prinsip apa gunanya pemerintah untuk rakyat.

Lebih lanjut dipaparkan Siti Nurbaya, secara teori bahwa demokrasi  membangun saluran untuk besuara atau voice serta menghasilkan  pilihan-pilihan yang baik supaya adil untuk rakyat atau choice. Itulah  yang dibangun dan dikerjakan oleh Presiden Jokowi. Memberi ruang untuk  bersuara, bertatap muka, mendengarkan hadir di tengah rakyat, memimpin  ditengah rakyat, merasakan kesulitan rakyat. That is the Voice concept.

&amp;ldquo;Tidak hanya berhenti di situ setibanya di kantor di meja kerja  bersama, dalam Sidang Kabinet Paripurna atau Rapat Terbatas Kabinet,  dibahas secara mendetil dengan situasi lapangan yang ada, maka  pilihan-pilihan apa yag bisa diberikan dan harus diselesaikan untuk  menjawab permasalahan rakyat yang dijumpai. Dan adalah tugas jajaran  eksekutif untuk membangun artikulasi kepentingan tersebut dan menyiapkan  pilihan-pilihan kebijakan untuk dipisahkan,&amp;rdquo; ujar Siti Nurbaya.

Dalam kaitan tugas Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK),  maka sesungguhnya gaya kepemimpinan Presiden Jokowi saat ini sangat  relevan dalam mencapai tujuan pembangunan LHK. Karena yang dijaga oleh  KLHK ialah berkiatan dengan hal-hal Kedaulatan Negara dan Produktivitas  Bangsa, Kebijakan alokasi/distribusi, Perizinan;  Supervisi dan  Pembinaan (stewardship), Pengawasan, dan  Penegakan Hukum.

&amp;ldquo;Hal ini berkaitan dengan posisi bahwa: Hutan merupakan sumber plasma  nutfah yang kaya keanekaragaman hayati. Lalu, hutan merupakan sistem  penyangga kehidupan dengan fungsi ekologi, ekonomi dan sosial. Kemudian,  hutan merupakan komponen penting dalam perubahan iklim dan hutan  merupakan pendukung pembangunan penyedia ruang/lahan,&amp;rdquo; ujar Siti  Nurbaya.

Sementara itu, Ketua KamIPB Titik Wijayanti menyebutkan bahwa  kegiatan itu merupakan salah satu upaya untuk terus menggelorakan  dukungan bagi Jokowi dan Ma&amp;rsquo;ruf Amin. Dengan diskusi tersebut maka  publik semakin paham tentang figur Jokowi yang tetap konsisten untuk  terus membangun Indonesia.

&amp;ldquo;Sosok Jokowi semakin dipahami sehingga publik tidak tertipu dengan hoaks yang menyebarkan kebencian,&amp;rdquo; ujarnya.

Sebelumnya, KamiIPB bergabung dengan ribuan alumni perguruan tinggi  negeri (PTN) dan swasta dalam deklarasi mendukung Jokowi-Maruf Amin di  Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, Sabtu (12/1). Ratusan alumni  IPB tersebut berbaur bersama ribuan alumni dari Universitas Indonesia  (UI), dan berbagai perguruan tinggi negeri dan lainnya.</description><content:encoded>BOGOR - Alumni IPB Siti Nurbaya Bakar mengatakan, kebijakan pembangunan infrastuktur yang masih yang dilakukan Presiden Jokowi dalam empat tahun terakhir ini selain untuk menunjang kemajuan seluruh provinsi di Tanah Air, tetapi juga untuk ketahanan wilayah.

Kebijakan memperioritaskan pembangunan infrastruktur mencerminkan style kepemimpinan Jokowi yang sesuai dengan Teori Wilayah. Dalam buku Regional Planning: Introduction and Explanation by Melville C. Branch Praeger (1988).

Begitu juga pendekatan belusukan sosok Jokowi sejak sebagai wali kota, lalu gubernur dan presiden, maka aktualisasi kepemimpinannya juga ditopang oleh teori wilayah. Wilayah secara teori meliputi : Area, Distrik, Teritorial, Daerah komando, Tempat Operasi , bisa juga berarti terkait Masa Peradaban (lembah, sungai, dan lain laiin), masuk filosofis religi, surga neraka, juga bisa berarti  Indikasi komersial: tambang, mineral.

&amp;ldquo;Oleh karena itu, infrastruktur yang menjadi bagian penting agenda Bapak Presiden dan dirangkum dalam buku juga merupakan hal yang secara teoritik memang harus dilakukan. Selain untuk memenuhi pembangunan wilayah dan sangat penting juga untuk semakin memperkuat ketahanan wilayah dan ketahanan nasional kita,&amp;rdquo; ujar Siti Nurbayayang juga Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) yang hadir sebagai Keluarga Alumi Institut Pertanian Bogor (IPB) saat menjadi pembicara kunci atau keynote speach bedah buku Jokowi Perjalanan Karya bagi Bangsa: Menuju Cahaya, di Puri Begawan, Bogor, Minggu (3/2/2019).



Diungkapkan Siti Nurbaya, relevansi dirinya hadir dalam bedah buku dan concern tentang konteks dan konten buku Jokowi Perjalanan Karya bagi Bangsa: Menuju Cahaya mengingat sebagai alumni IPB Angkatan 12, masuk 20 Februari 1975 dan lulus 19 Februari 1979 dan wisuda tanggal 27 April 1979, 4 Mei membuat lamaran ke Mentan dan Mendagri dan mulai bekerja sebagai PNS Dinas Pertanian Juni 1979.

&amp;ldquo;Buku karya Alberthiene Endah ini  merupakan story telling tentang aktualisasi seorang anak manusia bernama Joko Widodo sejak kecil hingga kiprahnya saat ini dan juga mimpi-mimpi besar optimistik bangsa Indonesia ke depan,&amp;rdquo; nilai Siti Nurbaya.

Dalam diskusi bedah buku Jokowi ini yang dipandu mantan Pemimpin Redaksi Bisnis Indonesia Cyrillus I Kerong tersebut berjalan cukup menarik karena mengupas sosok Jokowi dan mendalami kinerja yang selama ini sudah dilakukan Presiden RI tersebut.

Dengan semakin paham, maka para pendukung Jokowi bisa menularkan kebaikan Jokowi kepada masyarakat secara obyektif.



Ratusan peserta yang tergabung dalam Keluarga Alumni IPB (KamIPB) dan kampus-kampus se-Bogor Raya hadir mendengarkan paparan dari penulis buku Jokowi, Alberthiene Endah, juga pembahas dari IPB Imam Sugema, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bogor KH Mustofa Abdullah Bin Nuh, dan anggota DPR Budiman Sudjatmiko.

Jokowi Membangun Keadilan

Siti Nurbaya  yang lulus dari kampus IPB  ini baik S-1  (1979) dan  S-3 (1998) menjelaskan dalam konteks kepemimpinan Jokowi, setidaknya  secara intelektual bisa dilihat hal-hal yang relevan dengan keilmuan  dalam kepemimpinan Presiden Jokowi; yang ini jelas mempertegas bahwa  pemimpin tidak bisa asal-asalan, harus cermat dan memiliki  landasan-landasan.

Pancasila dan UUD 1945 (ideologis dan konstitusi), serta landasan  operasional dan tentu berbagai atribut lain yang dibutuhkan seperti  sensitivitas terhadap persoalan rakyat. Ditegaskan dalam buku Menuju  Cahaya ini pandangan sangat prinsip dari Bapak Jokowi bahwa keadilan itu  ialah sensitif terhadap persoalan rakyat.  Dan itu sangat tepat dan  relevan dengan prinsip-prinsip apa gunanya pemerintah untuk rakyat.

Lebih lanjut dipaparkan Siti Nurbaya, secara teori bahwa demokrasi  membangun saluran untuk besuara atau voice serta menghasilkan  pilihan-pilihan yang baik supaya adil untuk rakyat atau choice. Itulah  yang dibangun dan dikerjakan oleh Presiden Jokowi. Memberi ruang untuk  bersuara, bertatap muka, mendengarkan hadir di tengah rakyat, memimpin  ditengah rakyat, merasakan kesulitan rakyat. That is the Voice concept.

&amp;ldquo;Tidak hanya berhenti di situ setibanya di kantor di meja kerja  bersama, dalam Sidang Kabinet Paripurna atau Rapat Terbatas Kabinet,  dibahas secara mendetil dengan situasi lapangan yang ada, maka  pilihan-pilihan apa yag bisa diberikan dan harus diselesaikan untuk  menjawab permasalahan rakyat yang dijumpai. Dan adalah tugas jajaran  eksekutif untuk membangun artikulasi kepentingan tersebut dan menyiapkan  pilihan-pilihan kebijakan untuk dipisahkan,&amp;rdquo; ujar Siti Nurbaya.

Dalam kaitan tugas Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK),  maka sesungguhnya gaya kepemimpinan Presiden Jokowi saat ini sangat  relevan dalam mencapai tujuan pembangunan LHK. Karena yang dijaga oleh  KLHK ialah berkiatan dengan hal-hal Kedaulatan Negara dan Produktivitas  Bangsa, Kebijakan alokasi/distribusi, Perizinan;  Supervisi dan  Pembinaan (stewardship), Pengawasan, dan  Penegakan Hukum.

&amp;ldquo;Hal ini berkaitan dengan posisi bahwa: Hutan merupakan sumber plasma  nutfah yang kaya keanekaragaman hayati. Lalu, hutan merupakan sistem  penyangga kehidupan dengan fungsi ekologi, ekonomi dan sosial. Kemudian,  hutan merupakan komponen penting dalam perubahan iklim dan hutan  merupakan pendukung pembangunan penyedia ruang/lahan,&amp;rdquo; ujar Siti  Nurbaya.

Sementara itu, Ketua KamIPB Titik Wijayanti menyebutkan bahwa  kegiatan itu merupakan salah satu upaya untuk terus menggelorakan  dukungan bagi Jokowi dan Ma&amp;rsquo;ruf Amin. Dengan diskusi tersebut maka  publik semakin paham tentang figur Jokowi yang tetap konsisten untuk  terus membangun Indonesia.

&amp;ldquo;Sosok Jokowi semakin dipahami sehingga publik tidak tertipu dengan hoaks yang menyebarkan kebencian,&amp;rdquo; ujarnya.

Sebelumnya, KamiIPB bergabung dengan ribuan alumni perguruan tinggi  negeri (PTN) dan swasta dalam deklarasi mendukung Jokowi-Maruf Amin di  Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, Sabtu (12/1). Ratusan alumni  IPB tersebut berbaur bersama ribuan alumni dari Universitas Indonesia  (UI), dan berbagai perguruan tinggi negeri dan lainnya.</content:encoded></item></channel></rss>
