<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gencar Lakukan &quot;Serangan&quot; Politik ke Kubu Lawan, Jokowi: Kampanye Juga Perlu Ofensif</title><description>Sebagai petahana, kata dia, pihaknya juga perlu melakukan &quot;penyerangan-penyerangan&quot;</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/02/06/605/2014148/gencar-lakukan-serangan-politik-ke-kubu-lawan-jokowi-kampanye-juga-perlu-ofensif</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/02/06/605/2014148/gencar-lakukan-serangan-politik-ke-kubu-lawan-jokowi-kampanye-juga-perlu-ofensif"/><item><title>Gencar Lakukan &quot;Serangan&quot; Politik ke Kubu Lawan, Jokowi: Kampanye Juga Perlu Ofensif</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/02/06/605/2014148/gencar-lakukan-serangan-politik-ke-kubu-lawan-jokowi-kampanye-juga-perlu-ofensif</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/02/06/605/2014148/gencar-lakukan-serangan-politik-ke-kubu-lawan-jokowi-kampanye-juga-perlu-ofensif</guid><pubDate>Rabu 06 Februari 2019 04:30 WIB</pubDate><dc:creator>Puteranegara Batubara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/02/06/605/2014148/gencar-lakukan-serangan-politik-ke-kubu-lawan-jokowi-kampanye-juga-perlu-ofensif-fxqProwFEI.jpg" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/02/06/605/2014148/gencar-lakukan-serangan-politik-ke-kubu-lawan-jokowi-kampanye-juga-perlu-ofensif-fxqProwFEI.jpg</image><title></title></images><description>JAKARTA - Calon presiden dengan nomor urut 01, Joko Widodo (Jokowi) membenarkan bahwa strategi kampanye yang dilakukannya juga melakukan serangan politik ke kubu lawan.

Sebagai petahana, kata dia, pihaknya juga perlu melakukan &quot;penyerangan-penyerangan&quot; ke pasangan capres dan cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno guna merontokkan elektabilitasnya.

&quot;Ya kampanye juga kan perlu ofensif,&quot; kata Jokowi saat menghadiri acara peringatan ke-72 tahun Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) di kediaman Ketua Majelis Pembina KAHMI Akbar Tandjung, Jakarta, Selasa (5/2/2019).

Jokowi menilai, selama empat tahun telah banyak diam ketika mendapat berbagai kritikan, hoaks, fitnah, maupun serangan politik lainnya yang digencarkan oleh pihak oposisi.

Sehingga, ia pun berinisiatif membalas kritikan tersebut dengan menyampaikan berbagai hasil kerja nyata pemerintah selama masa kepemimpinannya.

&quot;Masa kita empat tahun suruh diam saja. Ya enggaklah,&quot; tandasnya.

Dihimpun Okezone, Jokowi tercatat melontarkan tiga serangan politik ke kubu Prabowo-Sandi. Pertama, serangan politik dengan menyatakan adanya tim sukses yang menggunakan propaganda Rusia.

Banyak pihak yang menyangkan klaim sepihak dari sang petahana. Bahkan, Rusia turut berkomentar dengan menyatakan bahwa Negara Tirai Besi itu tak pernah ikut campur urusan politik Indonesia.

Ternyata istilah propaganda Rusia itu diambil Jokowi dari terminologi Rand Corporation. Rand Corporation saat ini dinilai sebagai scape goat atau kambing hitam atas konflik yang ada di media sosial (medsos) Indonesia.

Serangan politik kedua Jokowi yakni dengan melontarkan pernyataan kontroversial dengan menyebut adanya politikus yang gemar menyebar ketakutan sebagai politik genderuwo.

Mentan Gubernur DKI Jakarta itu menilai cara berpolitik semacam itu bukanlah berpolitik yang beretika. Pasalnya, masyarakat digiring ke arah kondisi Indonesia yang terkesan mencekam.

Sementara ketiga, Jokowi juga pernah mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati karena saat ini banyak politisi sontoloyo. Adapun penyebutan politisi sontoloyo itu ditujukan kepada politisi yang menggunakan berbagai cara yang tidak saat dalam berkampanye menjelang Pemilu serentak 2019.

&quot;Segala jurus dipakai untuk memperoleh simpati rakyat, tetapi yang enggak baik sering menyerang lawan politik dengan cara-cara yang tidak beradab juga, tidak ada tata kramanya,&quot; ucap Jokowi.</description><content:encoded>JAKARTA - Calon presiden dengan nomor urut 01, Joko Widodo (Jokowi) membenarkan bahwa strategi kampanye yang dilakukannya juga melakukan serangan politik ke kubu lawan.

Sebagai petahana, kata dia, pihaknya juga perlu melakukan &quot;penyerangan-penyerangan&quot; ke pasangan capres dan cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno guna merontokkan elektabilitasnya.

&quot;Ya kampanye juga kan perlu ofensif,&quot; kata Jokowi saat menghadiri acara peringatan ke-72 tahun Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) di kediaman Ketua Majelis Pembina KAHMI Akbar Tandjung, Jakarta, Selasa (5/2/2019).

Jokowi menilai, selama empat tahun telah banyak diam ketika mendapat berbagai kritikan, hoaks, fitnah, maupun serangan politik lainnya yang digencarkan oleh pihak oposisi.

Sehingga, ia pun berinisiatif membalas kritikan tersebut dengan menyampaikan berbagai hasil kerja nyata pemerintah selama masa kepemimpinannya.

&quot;Masa kita empat tahun suruh diam saja. Ya enggaklah,&quot; tandasnya.

Dihimpun Okezone, Jokowi tercatat melontarkan tiga serangan politik ke kubu Prabowo-Sandi. Pertama, serangan politik dengan menyatakan adanya tim sukses yang menggunakan propaganda Rusia.

Banyak pihak yang menyangkan klaim sepihak dari sang petahana. Bahkan, Rusia turut berkomentar dengan menyatakan bahwa Negara Tirai Besi itu tak pernah ikut campur urusan politik Indonesia.

Ternyata istilah propaganda Rusia itu diambil Jokowi dari terminologi Rand Corporation. Rand Corporation saat ini dinilai sebagai scape goat atau kambing hitam atas konflik yang ada di media sosial (medsos) Indonesia.

Serangan politik kedua Jokowi yakni dengan melontarkan pernyataan kontroversial dengan menyebut adanya politikus yang gemar menyebar ketakutan sebagai politik genderuwo.

Mentan Gubernur DKI Jakarta itu menilai cara berpolitik semacam itu bukanlah berpolitik yang beretika. Pasalnya, masyarakat digiring ke arah kondisi Indonesia yang terkesan mencekam.

Sementara ketiga, Jokowi juga pernah mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati karena saat ini banyak politisi sontoloyo. Adapun penyebutan politisi sontoloyo itu ditujukan kepada politisi yang menggunakan berbagai cara yang tidak saat dalam berkampanye menjelang Pemilu serentak 2019.

&quot;Segala jurus dipakai untuk memperoleh simpati rakyat, tetapi yang enggak baik sering menyerang lawan politik dengan cara-cara yang tidak beradab juga, tidak ada tata kramanya,&quot; ucap Jokowi.</content:encoded></item></channel></rss>
