<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Soal Puisi 'Doa yang Ditukar' Fadli Zon, TKN: Tidak Terpuji dan Memalukan</title><description>TKN menganggap puisi 'Doa yang Ditukar' karya Fadli Zon adalah sesuatu yang tidak elegan dan tidak terpuji.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/02/06/605/2014206/soal-puisi-doa-yang-ditukar-fadli-zon-tkn-tidak-terpuji-dan-memalukan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/02/06/605/2014206/soal-puisi-doa-yang-ditukar-fadli-zon-tkn-tidak-terpuji-dan-memalukan"/><item><title>Soal Puisi 'Doa yang Ditukar' Fadli Zon, TKN: Tidak Terpuji dan Memalukan</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/02/06/605/2014206/soal-puisi-doa-yang-ditukar-fadli-zon-tkn-tidak-terpuji-dan-memalukan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/02/06/605/2014206/soal-puisi-doa-yang-ditukar-fadli-zon-tkn-tidak-terpuji-dan-memalukan</guid><pubDate>Rabu 06 Februari 2019 08:30 WIB</pubDate><dc:creator>Puteranegara Batubara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/02/06/605/2014206/soal-puisi-doa-yang-ditukar-fadli-zon-tkn-tidak-terpuji-dan-memalukan-CnKULdF96U.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Fadli Zon. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/02/06/605/2014206/soal-puisi-doa-yang-ditukar-fadli-zon-tkn-tidak-terpuji-dan-memalukan-CnKULdF96U.jpg</image><title>Fadli Zon. (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Irma Suryani Chaniago, mengatakan puisi berjudul 'Doa yang Ditukar' karya Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon merupakan sesuatu yang tidak terpuji dan memalukan. Fadli, kata dia, seolah-olah melakukan kriminalisasi terhadap Kiai Maimun Zubair atau Mbah Moen.
&quot;Fadly Zon ke-GR-an, dan mengkriminalisasi Mbah Moen. Orang tua yang sangat dihormati itu dijadikan dagangan politik! Sungguh perbuatan tidak terpuji dan memalukan,&quot; kata Irma, ketika dikonfirmasi Okezone, Rabu (6/2/2019).
Irma mengatakan, selama ini Fadli Zon selalu teriak-teriak &quot;kriminalisasi ulama&quot;, padahal dialah yang justru tidak menghargai ulama.
Fadli Zon dan kubunya, lanjut Irma, dinilai mengingkari ijtima ulama. Ia melanjutkan, kemudian mereka membela penceramah yang menganiaya santrinya yang jelas-jelas menjelekkan nama ulama, lalu kini diduga mempolitisasi Mbah Moen.
&quot;Sungguh perbuatan yang tidak elegan dan tidak terpuji. 'Lempar batu sembunyi tangan',&quot; ucap Irma.


Ini adlh puisi sy terbaru dgn judul &quot;Doa Yang Ditukar&quot; #doayangditukar pic.twitter.com/5TagFd5QO8
&amp;mdash; Fadli Zon (@fadlizon) 3 Februari 2019




Sebagaimana diketahui, polemik ini berawal dari Fadli Zon yang mengunggah puisi 'Doa yang Ditukar' di linimasa Twitter. Sejumlah tokoh nasional kemudian meresponsnya, salah satunya Koordinator Nasional Jaringan Gusdurian, Alissa Wahid.
Ia menduga sosok 'Kau' yang ada dalam puisi tersebut adalah Mbah Moen. Alissa menulis, jika benar kata 'Kau' dalam puisi itu yang dimaksud adalah Mbah Moen, Fadli Zon sudah keterlaluan.
&quot;Pak, yang Anda 'kau-kau'-kan di sini siapa? Kiai Maimoen Zubair? Anda kan juga pernah salah dan Anda minta maaf,&quot; tulis @AlissaWahid.
&quot;Kepleset lidah Mbah Moen kesalahan manusiawi. Beliau ralat seperti Anda ralat hoaks Anda. Mengapa Anda menuduh Mbah Moen membegal doa?&quot; lanjut @AlissaWahid.



</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Irma Suryani Chaniago, mengatakan puisi berjudul 'Doa yang Ditukar' karya Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon merupakan sesuatu yang tidak terpuji dan memalukan. Fadli, kata dia, seolah-olah melakukan kriminalisasi terhadap Kiai Maimun Zubair atau Mbah Moen.
&quot;Fadly Zon ke-GR-an, dan mengkriminalisasi Mbah Moen. Orang tua yang sangat dihormati itu dijadikan dagangan politik! Sungguh perbuatan tidak terpuji dan memalukan,&quot; kata Irma, ketika dikonfirmasi Okezone, Rabu (6/2/2019).
Irma mengatakan, selama ini Fadli Zon selalu teriak-teriak &quot;kriminalisasi ulama&quot;, padahal dialah yang justru tidak menghargai ulama.
Fadli Zon dan kubunya, lanjut Irma, dinilai mengingkari ijtima ulama. Ia melanjutkan, kemudian mereka membela penceramah yang menganiaya santrinya yang jelas-jelas menjelekkan nama ulama, lalu kini diduga mempolitisasi Mbah Moen.
&quot;Sungguh perbuatan yang tidak elegan dan tidak terpuji. 'Lempar batu sembunyi tangan',&quot; ucap Irma.


Ini adlh puisi sy terbaru dgn judul &quot;Doa Yang Ditukar&quot; #doayangditukar pic.twitter.com/5TagFd5QO8
&amp;mdash; Fadli Zon (@fadlizon) 3 Februari 2019




Sebagaimana diketahui, polemik ini berawal dari Fadli Zon yang mengunggah puisi 'Doa yang Ditukar' di linimasa Twitter. Sejumlah tokoh nasional kemudian meresponsnya, salah satunya Koordinator Nasional Jaringan Gusdurian, Alissa Wahid.
Ia menduga sosok 'Kau' yang ada dalam puisi tersebut adalah Mbah Moen. Alissa menulis, jika benar kata 'Kau' dalam puisi itu yang dimaksud adalah Mbah Moen, Fadli Zon sudah keterlaluan.
&quot;Pak, yang Anda 'kau-kau'-kan di sini siapa? Kiai Maimoen Zubair? Anda kan juga pernah salah dan Anda minta maaf,&quot; tulis @AlissaWahid.
&quot;Kepleset lidah Mbah Moen kesalahan manusiawi. Beliau ralat seperti Anda ralat hoaks Anda. Mengapa Anda menuduh Mbah Moen membegal doa?&quot; lanjut @AlissaWahid.



</content:encoded></item></channel></rss>
