<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>TGB: Pilpres Bukan Medan Perang!</title><description>Politikus Partai Golkar itu menuturkan, pandangan positif terhadap pesta demokrasi akan menghasilkan kebaikan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/02/07/605/2014956/tgb-pilpres-bukan-medan-perang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/02/07/605/2014956/tgb-pilpres-bukan-medan-perang"/><item><title>TGB: Pilpres Bukan Medan Perang!</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/02/07/605/2014956/tgb-pilpres-bukan-medan-perang</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/02/07/605/2014956/tgb-pilpres-bukan-medan-perang</guid><pubDate>Kamis 07 Februari 2019 17:49 WIB</pubDate><dc:creator>Fahreza Rizky</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/02/07/605/2014956/tgb-pilpres-bukan-medan-perang-qanKzqTWj8.JPG" expression="full" type="image/jpeg">TGB Muhamamd Zainul Majdi (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/02/07/605/2014956/tgb-pilpres-bukan-medan-perang-qanKzqTWj8.JPG</image><title>TGB Muhamamd Zainul Majdi (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Mantan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Tuan Guru Bajang (TGB) Muhammad Zainul Majdi mengimbau masyarakat tidak menjadikan Pilpres 2019 sebagai momentum untuk perang. Sebaliknya, kata dia, pilpres merupakan sarana untuk berlomba-lomba dalam kebaikan (fastabiqul khairat).
&quot;Pilpres ini bukan medan perang, bukan perang badar, bukan armagedon tapi ini adalah ajang demokrasi yang diharapkan bisa menghasilkan kepemimpinan yang baik untuk kita semua,&quot; ujar TGB di Posko Cemara, Menteng, Jakarta Pusat Kamis (7/2/2019).
Politikus Partai Golkar itu menuturkan, pandangan positif terhadap pesta demokrasi akan menghasilkan kebaikan dan ketenteraman. Namun jika pemilu dipandang sebagai perang, maka narasi yang muncul ialah provokasi, hoaks dan fitnah. Karenanya hal tersebut mesti dihindari.

&quot;Bahkan lebih jauh lagi akan mengancam persaudaraan bangsa,&quot; tuturnya.
TGB menambahkan, Pilpres sudah semestinya berjalan dengan semangat kegembiraan dan persaudaraan. Karenanya, ia meminta pesta demokrasi tak dibahasakan sebagai suatu pertarungan.
&quot;Itu sangat tidak relevan karena kita berlomba dalam kebaikan, fastabiqul khairat,&quot; katanya.</description><content:encoded>JAKARTA - Mantan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Tuan Guru Bajang (TGB) Muhammad Zainul Majdi mengimbau masyarakat tidak menjadikan Pilpres 2019 sebagai momentum untuk perang. Sebaliknya, kata dia, pilpres merupakan sarana untuk berlomba-lomba dalam kebaikan (fastabiqul khairat).
&quot;Pilpres ini bukan medan perang, bukan perang badar, bukan armagedon tapi ini adalah ajang demokrasi yang diharapkan bisa menghasilkan kepemimpinan yang baik untuk kita semua,&quot; ujar TGB di Posko Cemara, Menteng, Jakarta Pusat Kamis (7/2/2019).
Politikus Partai Golkar itu menuturkan, pandangan positif terhadap pesta demokrasi akan menghasilkan kebaikan dan ketenteraman. Namun jika pemilu dipandang sebagai perang, maka narasi yang muncul ialah provokasi, hoaks dan fitnah. Karenanya hal tersebut mesti dihindari.

&quot;Bahkan lebih jauh lagi akan mengancam persaudaraan bangsa,&quot; tuturnya.
TGB menambahkan, Pilpres sudah semestinya berjalan dengan semangat kegembiraan dan persaudaraan. Karenanya, ia meminta pesta demokrasi tak dibahasakan sebagai suatu pertarungan.
&quot;Itu sangat tidak relevan karena kita berlomba dalam kebaikan, fastabiqul khairat,&quot; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
