<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Pengamat: Software Bajakan Rentan dengan Serangan Siber   </title><description>Pengamat Keamanan Siber Charles Lim menyatakan, apabila serangan siber ke Indonesia masih sering terjadi.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/02/09/337/2015699/pengamat-software-bajakan-rentan-dengan-serangan-siber</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/02/09/337/2015699/pengamat-software-bajakan-rentan-dengan-serangan-siber"/><item><title> Pengamat: Software Bajakan Rentan dengan Serangan Siber   </title><link>https://news.okezone.com/read/2019/02/09/337/2015699/pengamat-software-bajakan-rentan-dengan-serangan-siber</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/02/09/337/2015699/pengamat-software-bajakan-rentan-dengan-serangan-siber</guid><pubDate>Sabtu 09 Februari 2019 11:51 WIB</pubDate><dc:creator>Harits Tryan Akhmad</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/02/09/337/2015699/pengamat-software-bajakan-rentan-dengan-serangan-siber-4rWtFFKXpk.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/02/09/337/2015699/pengamat-software-bajakan-rentan-dengan-serangan-siber-4rWtFFKXpk.jpg</image><title>Foto: Okezone</title></images><description>
JAKARTA - Pengamat Keamanan Siber Charles Lim menyatakan, apabila serangan siber ke Indonesia masih sering terjadi. Adapun serangan itu masif  menyerang melalui sistem operasi.

&amp;ldquo;Serangan yang paling masif itu sampai saat ini menyerang sistem operasi itu, yang memang masih banyak dipakai masyarakat. Serangan ini terjadi pada OS penguna user itu buka folder, share folder, sehingga mereka lupa untuk menutup kembali saat mereka selesai share,&amp;rdquo; tutur Charles dalam Polemik MNC Trijaya bertema Darurat Keamanan Siber di D&amp;rsquo;Consulate, Jakarta Pusat, Sabtu (9/2/2019).

Charles menuturkan, terbiasanya masyarakat Indonesia menggunakan software murah dan abal-abal menjadi faktor lainnya masih rutinnya serangan siber. Sehingga pra hacker pun mudah masuk ke sistem operasi dan melakukan serangan siber tersebut.
&amp;nbsp;
Padahal, software murah tersebut keamanan sibernya masih sangat rentan sehingga kejahatan siber pun tak bisa dihindarkan lantaran mudah diretas.

&quot;Masalah yang terjadi juga adalah pengguna menggunakan software bajakan, dan software bajakan ini jadi sering kali jadi kerentanan sistem operasi itu karena tidak bisa ditangani akibatnya diserang maleware,&quot; jelas dia.

Padahal, dari serangan kepada software itu akan memberikan dampak kepada komputer yang dimiliki penggunanya. Dengan begitu komputer itu akan juga menjadi tempat serangan masif ke software lainnya.

&amp;ldquo;Masalah lainnya adalah setelah diserang maka komputer ini jadi tempat untuk menyerang ke tempat lain, jadi masif itu yang terjadi,&amp;rdquo; tandas dia.
</description><content:encoded>
JAKARTA - Pengamat Keamanan Siber Charles Lim menyatakan, apabila serangan siber ke Indonesia masih sering terjadi. Adapun serangan itu masif  menyerang melalui sistem operasi.

&amp;ldquo;Serangan yang paling masif itu sampai saat ini menyerang sistem operasi itu, yang memang masih banyak dipakai masyarakat. Serangan ini terjadi pada OS penguna user itu buka folder, share folder, sehingga mereka lupa untuk menutup kembali saat mereka selesai share,&amp;rdquo; tutur Charles dalam Polemik MNC Trijaya bertema Darurat Keamanan Siber di D&amp;rsquo;Consulate, Jakarta Pusat, Sabtu (9/2/2019).

Charles menuturkan, terbiasanya masyarakat Indonesia menggunakan software murah dan abal-abal menjadi faktor lainnya masih rutinnya serangan siber. Sehingga pra hacker pun mudah masuk ke sistem operasi dan melakukan serangan siber tersebut.
&amp;nbsp;
Padahal, software murah tersebut keamanan sibernya masih sangat rentan sehingga kejahatan siber pun tak bisa dihindarkan lantaran mudah diretas.

&quot;Masalah yang terjadi juga adalah pengguna menggunakan software bajakan, dan software bajakan ini jadi sering kali jadi kerentanan sistem operasi itu karena tidak bisa ditangani akibatnya diserang maleware,&quot; jelas dia.

Padahal, dari serangan kepada software itu akan memberikan dampak kepada komputer yang dimiliki penggunanya. Dengan begitu komputer itu akan juga menjadi tempat serangan masif ke software lainnya.

&amp;ldquo;Masalah lainnya adalah setelah diserang maka komputer ini jadi tempat untuk menyerang ke tempat lain, jadi masif itu yang terjadi,&amp;rdquo; tandas dia.
</content:encoded></item></channel></rss>
