<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Heboh Awan Hitam Berbentuk Gelombang Tsunami Selimuti Langit Pangkalan Bun</title><description>Awan hitam berbentuk gelombang tsunami selimuti langit Pangkalan Bun.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/02/09/340/2015796/heboh-awan-hitam-berbentuk-gelombang-tsunami-selimuti-langit-pangkalan-bun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/02/09/340/2015796/heboh-awan-hitam-berbentuk-gelombang-tsunami-selimuti-langit-pangkalan-bun"/><item><title>Heboh Awan Hitam Berbentuk Gelombang Tsunami Selimuti Langit Pangkalan Bun</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/02/09/340/2015796/heboh-awan-hitam-berbentuk-gelombang-tsunami-selimuti-langit-pangkalan-bun</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/02/09/340/2015796/heboh-awan-hitam-berbentuk-gelombang-tsunami-selimuti-langit-pangkalan-bun</guid><pubDate>Sabtu 09 Februari 2019 18:05 WIB</pubDate><dc:creator>Sigit Dzakwan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/02/09/340/2015796/heboh-awan-hitam-berbentuk-gelombang-tsunami-selimuti-langit-pangkalan-bun-NDru5MneXh.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Awan berbentuk gelombang tsunami di langit Pangkalan Bun. (Foto: Istimewa)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/02/09/340/2015796/heboh-awan-hitam-berbentuk-gelombang-tsunami-selimuti-langit-pangkalan-bun-NDru5MneXh.jpg</image><title>Awan berbentuk gelombang tsunami di langit Pangkalan Bun. (Foto: Istimewa)</title></images><description>KOBAR - Fenomena awan hitam berbentuk gelombang tsunami terjadi di langit Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalteng pada Sabtu (9/2/2019) sore, sekira Pukul 16.00 WIB.
Fenomena langka ini bisa dilihat di seluruh penjuru Kota Pangkalan Bun selama 10 menit. Fenomena &amp;lsquo;awan tsunami&amp;rsquo; ini dibarengi angin kencang dan kemudian hujan deras.
&amp;ldquo;Ya Allah awan hitam mirip tsunami, pertanda apa ini,&amp;rdquo; ujar warga Pangkalan Bun, Yanti Lia sambil merekam momen langka ini menggunakan ponsel di depan rumah.
&amp;ldquo;Dahsyat sekali awannya mirip gelombang tsunami. Allahu Akbar,&amp;rdquo; ujar Ika dalam unggahannya di Instagram.
(Baca juga: Awan Berbentuk Gelombang Tsunami Gemparkan Warga Mamuju)
Menurut Kepala BMKG Bandara Iskandar Pangkalan Bun, Slamet Riyadi, peristiwa munculnya awan berbentuk gelombang tsunami karena cell awan kumulonimbus yang cukup besar.

&amp;ldquo;Peristiwa tersebut dikenal sebagai cell awan kumulonimbus yang cukup besar, biasanya menimbulkan hujan deras disertai kilat atau petir dan angin kencang. Untuk periode luruhnya awan tersebut tergantung besarnya,&amp;rdquo; ujar Slamet.
Ia menuturkan, awan kumulonimbus ini berpotensi terjadi di sejumlah wilayah di Kalteng.
&amp;ldquo;Awan kumulonimbus ini sangat berbahaya. Bahkan, membahayakan bagi lalu lintas penerbangan,&amp;rdquo; ujarnya.
</description><content:encoded>KOBAR - Fenomena awan hitam berbentuk gelombang tsunami terjadi di langit Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalteng pada Sabtu (9/2/2019) sore, sekira Pukul 16.00 WIB.
Fenomena langka ini bisa dilihat di seluruh penjuru Kota Pangkalan Bun selama 10 menit. Fenomena &amp;lsquo;awan tsunami&amp;rsquo; ini dibarengi angin kencang dan kemudian hujan deras.
&amp;ldquo;Ya Allah awan hitam mirip tsunami, pertanda apa ini,&amp;rdquo; ujar warga Pangkalan Bun, Yanti Lia sambil merekam momen langka ini menggunakan ponsel di depan rumah.
&amp;ldquo;Dahsyat sekali awannya mirip gelombang tsunami. Allahu Akbar,&amp;rdquo; ujar Ika dalam unggahannya di Instagram.
(Baca juga: Awan Berbentuk Gelombang Tsunami Gemparkan Warga Mamuju)
Menurut Kepala BMKG Bandara Iskandar Pangkalan Bun, Slamet Riyadi, peristiwa munculnya awan berbentuk gelombang tsunami karena cell awan kumulonimbus yang cukup besar.

&amp;ldquo;Peristiwa tersebut dikenal sebagai cell awan kumulonimbus yang cukup besar, biasanya menimbulkan hujan deras disertai kilat atau petir dan angin kencang. Untuk periode luruhnya awan tersebut tergantung besarnya,&amp;rdquo; ujar Slamet.
Ia menuturkan, awan kumulonimbus ini berpotensi terjadi di sejumlah wilayah di Kalteng.
&amp;ldquo;Awan kumulonimbus ini sangat berbahaya. Bahkan, membahayakan bagi lalu lintas penerbangan,&amp;rdquo; ujarnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
