<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>PSI: Kaum Intoleran Ancam Yogyakarta</title><description>Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie mengkhawatirkan munculnya kelompok intoleran.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/02/11/510/2016605/psi-kaum-intoleran-ancam-yogyakarta</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/02/11/510/2016605/psi-kaum-intoleran-ancam-yogyakarta"/><item><title>PSI: Kaum Intoleran Ancam Yogyakarta</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/02/11/510/2016605/psi-kaum-intoleran-ancam-yogyakarta</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/02/11/510/2016605/psi-kaum-intoleran-ancam-yogyakarta</guid><pubDate>Senin 11 Februari 2019 23:40 WIB</pubDate><dc:creator>Achmad Fardiansyah </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/02/11/510/2016605/psi-kaum-intoleran-ancam-yogyakarta-uqQkIZUaz0.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/02/11/510/2016605/psi-kaum-intoleran-ancam-yogyakarta-uqQkIZUaz0.jpg</image><title>Foto: Okezone</title></images><description>JAKARTA - Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie mengkhawatirkan munculnya kelompok intoleran yang mencoba merusak ketenangan kota Yogyakarta.
Grace menjelaskan bahwa Yogyakarta, kota yang digambarkan sebagai kota yang menyimpan identitas Indonesia dalam bentuk kesenian, tradisi dan kuliner Nusantara, kini sudah mulai terancam oleh kaum intoleran. Ia pun memaparkan beberapa kejadian intoleransi yang belakangan ini terjadi di Yogyakarta.
&amp;ldquo;Pertengahan Desember lalu, sebuah nisan kayu salib dipotong di Kotagede, Yogyakarta, dan prosesi doa kematian gagal dilakukan karena mendapat penolakan massa,&amp;rdquo; kata Grace dalam keterangannya, Senin (11/2/2019).
Mantan presenter TV berita itu menambahkan, kejadian tersebut telah menandakan bahwa intoleransi tidak hanya mengancam kita yang masih hidup, bahkan yang sudah matipun juga menjadi sasaran.
&amp;ldquo;Kelompok Intoleran juga menyasar upacara adat. Oktober tahun lalu, upacara &quot;Sedekah Laut&quot; sebagai ekspresi rasa syukur  yang dilaksanakan nelayan Pantai Baron dan Kukup di Tanjungsari, Gunungkidul, diserang dan diteror sekelompok orang yang menganggap upacara adat itu sesat,&amp;rdquo; tambah Grace.

Kata dia, kejadian itu telah mencerminkan bahwa kelompok adat juga kini telah menjadi sasaran kebencian sampai mereka dituduh sesat, persekusi dan mengalami diksriminasi sosial. Kejadian intoleran lain adalah teror yang terjadi di Gereja Santo Lidwina Bedog di Sleman. Ditemukan seorang pemuda dengan samurai yang menghancurkan isi Gereja, melukai pastor dan jemaat yang sedang khusyuk beribadah.
&amp;ldquo;PSI sesuai dengan perjuangan pokoknya yaitu melawan intoleransi akan memprioritaskan masalah ini. PSI akan menjadi sayap politik kaum Nasionalis, kaum Moderat, yang ingin mengembalikan toleransi di negeri ini,&amp;rdquo; pungkasnya.
</description><content:encoded>JAKARTA - Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie mengkhawatirkan munculnya kelompok intoleran yang mencoba merusak ketenangan kota Yogyakarta.
Grace menjelaskan bahwa Yogyakarta, kota yang digambarkan sebagai kota yang menyimpan identitas Indonesia dalam bentuk kesenian, tradisi dan kuliner Nusantara, kini sudah mulai terancam oleh kaum intoleran. Ia pun memaparkan beberapa kejadian intoleransi yang belakangan ini terjadi di Yogyakarta.
&amp;ldquo;Pertengahan Desember lalu, sebuah nisan kayu salib dipotong di Kotagede, Yogyakarta, dan prosesi doa kematian gagal dilakukan karena mendapat penolakan massa,&amp;rdquo; kata Grace dalam keterangannya, Senin (11/2/2019).
Mantan presenter TV berita itu menambahkan, kejadian tersebut telah menandakan bahwa intoleransi tidak hanya mengancam kita yang masih hidup, bahkan yang sudah matipun juga menjadi sasaran.
&amp;ldquo;Kelompok Intoleran juga menyasar upacara adat. Oktober tahun lalu, upacara &quot;Sedekah Laut&quot; sebagai ekspresi rasa syukur  yang dilaksanakan nelayan Pantai Baron dan Kukup di Tanjungsari, Gunungkidul, diserang dan diteror sekelompok orang yang menganggap upacara adat itu sesat,&amp;rdquo; tambah Grace.

Kata dia, kejadian itu telah mencerminkan bahwa kelompok adat juga kini telah menjadi sasaran kebencian sampai mereka dituduh sesat, persekusi dan mengalami diksriminasi sosial. Kejadian intoleran lain adalah teror yang terjadi di Gereja Santo Lidwina Bedog di Sleman. Ditemukan seorang pemuda dengan samurai yang menghancurkan isi Gereja, melukai pastor dan jemaat yang sedang khusyuk beribadah.
&amp;ldquo;PSI sesuai dengan perjuangan pokoknya yaitu melawan intoleransi akan memprioritaskan masalah ini. PSI akan menjadi sayap politik kaum Nasionalis, kaum Moderat, yang ingin mengembalikan toleransi di negeri ini,&amp;rdquo; pungkasnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
