<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Harga BBM Turun Dikaitkan dengan Pilpres, Ini Penjelasan Moeldoko</title><description>Sejak 10 Februari 2019, PT Pertamina (Persero)  kembali melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM).</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/02/11/605/2016277/harga-bbm-turun-dikaitkan-dengan-pilpres-ini-penjelasan-moeldoko</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/02/11/605/2016277/harga-bbm-turun-dikaitkan-dengan-pilpres-ini-penjelasan-moeldoko"/><item><title>Harga BBM Turun Dikaitkan dengan Pilpres, Ini Penjelasan Moeldoko</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/02/11/605/2016277/harga-bbm-turun-dikaitkan-dengan-pilpres-ini-penjelasan-moeldoko</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/02/11/605/2016277/harga-bbm-turun-dikaitkan-dengan-pilpres-ini-penjelasan-moeldoko</guid><pubDate>Senin 11 Februari 2019 12:32 WIB</pubDate><dc:creator>Sarah Hutagaol</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/02/11/605/2016277/harga-bbm-turun-dikaitkan-dengan-pilpres-ini-penjelasan-moeldoko-ChIuyuK4Y2.jpg" expression="full" type="image/jpeg">KSP Moeldoko (OKezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/02/11/605/2016277/harga-bbm-turun-dikaitkan-dengan-pilpres-ini-penjelasan-moeldoko-ChIuyuK4Y2.jpg</image><title>KSP Moeldoko (OKezone)</title></images><description>JAKARTA - Sejak 10 Februari 2019, PT Pertamina (Persero)  kembali melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM). Tak  sedikit  yang berasumsi kalau keputusan itu dibuat jelang Pemilu 2019.

Seperti diketahui, harga Premium turun Rp100 dari Rp6.550 per liter  menjadi Rp6.450 per liter. Sementara itu, untuk harga BBM nonsubsidi  turun sekira Rp50-800 per liternya, kecuali pertalite yang tetap di  harga tersebut.
&amp;nbsp;Baca juga: PDIP Benarkan Anggaran Bocor, Tapi Tak Sampai Rp500 Triliun 
Terkait mengenai asumsi keputusan tersebut dibuat jelang Pemilu,  Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko memberikan penjelasan kepada awak  media saat menghadiri rapat koordinasi bidang kehumasan dan hukum yang  digelar oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
&amp;nbsp;
&quot;Saya pikir begini, janganlah kita menistakan teman-teman kita yang  menderita sekian lama teman kita yang ada di Papua, Kalimantan,&quot; ujar  Moeldoko saat ditemui di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Senin  (11/2/2019).
&amp;nbsp;Baca juga: Diduga Penyusup di Deklarasi Dukung Jokowi, 3 Kuli Proyek Diamankan
Dirinya mengatakan, keputusan tersebut dibuat karena melihat  penderitaan puluhan tahun daerah-daerah selain Jawa, Madura dan Bali  (Jamali) karena harga BBM. &amp;ldquo;Harga kita hanya Rp6.400, di sana kalau  cuacanya buruk kadang kadang sampai Rp100 ribu,&quot; ujarnya.

Moeldoko menegaskan bahwa turunnya harga BBM itu bukan dikarenakan  Pemilu 2019, melainkan karena memang Presiden Joko Widodo yang peduli  dengan kondisi harga BBM yang terdapat di daerah-daerah perbatasan,  sehingga terjadi pemerataan.
&amp;nbsp;Baca juga: Survei CRC: Prabowo-Sandi Hanya Unggul di Pulau Sumatera
&quot;Makanya sering presiden berseloroh di Jawa ini harga bensin dinaiki  seribu demonya 3 bulan. Padahal teman-teman kita yang ada di perbatasan  sana harga BBM 30 ribu puluhan tahun enggak ada yang peduli,&quot; ungkap  Moeldoko.

Dirinya pun mengeluhkan di saat presiden peduli akan BBM, namun  dikoreksi karena urusan pemilu. &amp;ldquo;Bukan (itu maksudnya), presiden bekerja  untuk pemerataan ekonomi, pembangunan sosial, dan seterusnya. Jadi  pandangan itu menurut saya perlu diarahi oleh orang di pedalaman,&quot;  tegasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Sejak 10 Februari 2019, PT Pertamina (Persero)  kembali melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM). Tak  sedikit  yang berasumsi kalau keputusan itu dibuat jelang Pemilu 2019.

Seperti diketahui, harga Premium turun Rp100 dari Rp6.550 per liter  menjadi Rp6.450 per liter. Sementara itu, untuk harga BBM nonsubsidi  turun sekira Rp50-800 per liternya, kecuali pertalite yang tetap di  harga tersebut.
&amp;nbsp;Baca juga: PDIP Benarkan Anggaran Bocor, Tapi Tak Sampai Rp500 Triliun 
Terkait mengenai asumsi keputusan tersebut dibuat jelang Pemilu,  Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko memberikan penjelasan kepada awak  media saat menghadiri rapat koordinasi bidang kehumasan dan hukum yang  digelar oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
&amp;nbsp;
&quot;Saya pikir begini, janganlah kita menistakan teman-teman kita yang  menderita sekian lama teman kita yang ada di Papua, Kalimantan,&quot; ujar  Moeldoko saat ditemui di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Senin  (11/2/2019).
&amp;nbsp;Baca juga: Diduga Penyusup di Deklarasi Dukung Jokowi, 3 Kuli Proyek Diamankan
Dirinya mengatakan, keputusan tersebut dibuat karena melihat  penderitaan puluhan tahun daerah-daerah selain Jawa, Madura dan Bali  (Jamali) karena harga BBM. &amp;ldquo;Harga kita hanya Rp6.400, di sana kalau  cuacanya buruk kadang kadang sampai Rp100 ribu,&quot; ujarnya.

Moeldoko menegaskan bahwa turunnya harga BBM itu bukan dikarenakan  Pemilu 2019, melainkan karena memang Presiden Joko Widodo yang peduli  dengan kondisi harga BBM yang terdapat di daerah-daerah perbatasan,  sehingga terjadi pemerataan.
&amp;nbsp;Baca juga: Survei CRC: Prabowo-Sandi Hanya Unggul di Pulau Sumatera
&quot;Makanya sering presiden berseloroh di Jawa ini harga bensin dinaiki  seribu demonya 3 bulan. Padahal teman-teman kita yang ada di perbatasan  sana harga BBM 30 ribu puluhan tahun enggak ada yang peduli,&quot; ungkap  Moeldoko.

Dirinya pun mengeluhkan di saat presiden peduli akan BBM, namun  dikoreksi karena urusan pemilu. &amp;ldquo;Bukan (itu maksudnya), presiden bekerja  untuk pemerataan ekonomi, pembangunan sosial, dan seterusnya. Jadi  pandangan itu menurut saya perlu diarahi oleh orang di pedalaman,&quot;  tegasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
