<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sofyan Basir Geram Kotjo Bahas Proyek PLTU Riau-2</title><description>Perbincangan antara Sofyan dengan Kotjo terjadi di kediamannya, pada Juni 2018 silam.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/02/12/337/2016900/sofyan-basir-geram-kotjo-bahas-proyek-pltu-riau-2</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/02/12/337/2016900/sofyan-basir-geram-kotjo-bahas-proyek-pltu-riau-2"/><item><title>Sofyan Basir Geram Kotjo Bahas Proyek PLTU Riau-2</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/02/12/337/2016900/sofyan-basir-geram-kotjo-bahas-proyek-pltu-riau-2</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/02/12/337/2016900/sofyan-basir-geram-kotjo-bahas-proyek-pltu-riau-2</guid><pubDate>Selasa 12 Februari 2019 16:37 WIB</pubDate><dc:creator>Arie Dwi Satrio</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/02/12/337/2016900/sofyan-basir-geram-kotjo-bahas-proyek-pltu-riau-2-97Wvp3MzTS.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Sofyan Basir di persidangan korupsi proyek PLTU Riau-1 (Foto: Arie Dwi Satrio/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/02/12/337/2016900/sofyan-basir-geram-kotjo-bahas-proyek-pltu-riau-2-97Wvp3MzTS.JPG</image><title>Sofyan Basir di persidangan korupsi proyek PLTU Riau-1 (Foto: Arie Dwi Satrio/Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Direktur Utama (Dirut) PT Perusahaan Listrik Negara (PLN), Sofyan Basir mengaku geram ketika pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited, Johannes B Kotjo membahas dan meminta proyek PLTU Riau-2. Padahal, kata Sofyan, proyek PLTU Riau-1 belum rampung.
Perbincangan antara Sofyan dengan Kotjo terjadi di kediamannya, pada Juni 2018. &amp;lrm;Selain Sofyan dan Kotjo, pertemuan tersebut juga dihadiri oleh Menteri Sosial (Mensos), Idrus Marham dan Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Eni Maulani Saragih.
&quot;Di situ, mohon maaf saya agak sedikit emosi, saya bilang, Pak Kotjo, tolong jangan diskusi, jangan mimpi. Selesaikan saja dulu Riau-1, waktu sudah hampir selesai,&quot; ujar Sofyan saat bersaksi untuk terdakwa perkara korupsi proyek PLTU Riau-1, Idrus Marham di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Selasa (12/2/2019).
Kotjo sendiri merupakan orang yang membawa investor China Huadian Engineering Company (CHEC) untuk memegang proyek PLTU Riau-1. Namun, Sofyan merasa kecewa dengan kinerja CHEC yang belum maksimal dalam menggarap proyek PLTU Riau-1.

&amp;lrm;Tidak lama kemudian, kata Sofyan, suasana agak sedikit tegang setelah adanya perdebatan dengan Kotjo soal proyek PLTU Riau-2. Tak lama, Idrus meminta agar Eni Saragih dan Kotjo pindah dari ruang tamu Sofyan Basir.
&quot;Kira-kira, setelah 10 menit keluar, saya bilang (ke Idrus Marham, mereka kan tamu saya. Tapi, dia (Idrus) bilang enggak usah, di luar saja,&quot; kata dia.
Diketahui&amp;lrm;, Idrus Marham didakwa menerima uang suap proyek pembangunan PLTU Riau-1 sebesar Rp2,25 miliar oleh Jaksa penuntut umum pada KPK. Uang tersebut berasal dari pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited, Johanes B Kotjo.
Mantan Menteri Sosial (Mensos) tersebut didakwa menerima suap bersama-sama dengan mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Eni Maulani Saragih. Suap itu dimaksudkan untuk membantu Kotjo mendapatkan proyek Independent Power Producer (IPP) PLTU Riau-1.</description><content:encoded>JAKARTA - Direktur Utama (Dirut) PT Perusahaan Listrik Negara (PLN), Sofyan Basir mengaku geram ketika pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited, Johannes B Kotjo membahas dan meminta proyek PLTU Riau-2. Padahal, kata Sofyan, proyek PLTU Riau-1 belum rampung.
Perbincangan antara Sofyan dengan Kotjo terjadi di kediamannya, pada Juni 2018. &amp;lrm;Selain Sofyan dan Kotjo, pertemuan tersebut juga dihadiri oleh Menteri Sosial (Mensos), Idrus Marham dan Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Eni Maulani Saragih.
&quot;Di situ, mohon maaf saya agak sedikit emosi, saya bilang, Pak Kotjo, tolong jangan diskusi, jangan mimpi. Selesaikan saja dulu Riau-1, waktu sudah hampir selesai,&quot; ujar Sofyan saat bersaksi untuk terdakwa perkara korupsi proyek PLTU Riau-1, Idrus Marham di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Selasa (12/2/2019).
Kotjo sendiri merupakan orang yang membawa investor China Huadian Engineering Company (CHEC) untuk memegang proyek PLTU Riau-1. Namun, Sofyan merasa kecewa dengan kinerja CHEC yang belum maksimal dalam menggarap proyek PLTU Riau-1.

&amp;lrm;Tidak lama kemudian, kata Sofyan, suasana agak sedikit tegang setelah adanya perdebatan dengan Kotjo soal proyek PLTU Riau-2. Tak lama, Idrus meminta agar Eni Saragih dan Kotjo pindah dari ruang tamu Sofyan Basir.
&quot;Kira-kira, setelah 10 menit keluar, saya bilang (ke Idrus Marham, mereka kan tamu saya. Tapi, dia (Idrus) bilang enggak usah, di luar saja,&quot; kata dia.
Diketahui&amp;lrm;, Idrus Marham didakwa menerima uang suap proyek pembangunan PLTU Riau-1 sebesar Rp2,25 miliar oleh Jaksa penuntut umum pada KPK. Uang tersebut berasal dari pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited, Johanes B Kotjo.
Mantan Menteri Sosial (Mensos) tersebut didakwa menerima suap bersama-sama dengan mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Eni Maulani Saragih. Suap itu dimaksudkan untuk membantu Kotjo mendapatkan proyek Independent Power Producer (IPP) PLTU Riau-1.</content:encoded></item></channel></rss>
