<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Polri: Laboratorium Forensik Filipina Tes DNA Jenazah Pengebom Gereja</title><description>Otoritas Filipina  melakukan tes DNA terhadap potongan tubuh yang diduga pelaku pengebom di  Gereja Pulau Jolo.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/02/13/18/2017267/polri-laboratorium-forensik-filipina-tes-dna-jenazah-pengebom-gereja</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/02/13/18/2017267/polri-laboratorium-forensik-filipina-tes-dna-jenazah-pengebom-gereja"/><item><title>Polri: Laboratorium Forensik Filipina Tes DNA Jenazah Pengebom Gereja</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/02/13/18/2017267/polri-laboratorium-forensik-filipina-tes-dna-jenazah-pengebom-gereja</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/02/13/18/2017267/polri-laboratorium-forensik-filipina-tes-dna-jenazah-pengebom-gereja</guid><pubDate>Rabu 13 Februari 2019 12:16 WIB</pubDate><dc:creator>Puteranegara Batubara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/02/13/18/2017267/polri-laboratorium-forensik-filipina-tes-dna-jenazah-pengebom-gereja-mtXw945yIt.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bom (ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/02/13/18/2017267/polri-laboratorium-forensik-filipina-tes-dna-jenazah-pengebom-gereja-mtXw945yIt.jpg</image><title>Bom (ist)</title></images><description>JAKARTA - Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Divisi  Humas Polri Kombes Syahar Diantono menyebutkan bahwa otoritas Filipina  melakukan tes DNA terhadap potongan tubuh yang diduga pelaku pengebom di  Gereja Pulau Jolo.
&quot;Labfor (laboratorium forensik) Filipina melakukan tes DNA terhadap  potongan jenazah yang diduga itu (pengebom Gereja),&quot; ujar Syahar di  Mabes Polri, Jakarta, Rabu (13/2/2019).
&amp;nbsp;Baca juga: Filipina Belum Simpulkan Pelaku Bom Gereja di Pulau Jolo Warga Indonesia
Pemerintah dan aparat penegak hukum di Indonesia turut mengikuti  setiap proses dari otoritas Filipina dalam melakukan penyelidikan pelaku  pengeboman tersebut. Mengingat, beredar kabar pengantin bom tersebut  berasal dari Warga Negara Indonesia (WNI).
&quot;Tim di sana sudah lalukan koordinasi pendalaman dengan penyidik  yang ada di sana,&quot; tutur Syahar.
&amp;nbsp;
Tim gabungan yang terdiri dari Densus 88 Anti-Teror, Badan Intelijen  Negara (BIN), Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT), serta  Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) telah diberangkatkan ke Filipina untuk  ikut menyelidiki ledakan bom di Gereja Pulau Jolo.
&amp;nbsp;Baca juga: Pelaku Pengeboman Gereja di Filipina Diyakini &quot;Tiru&quot; Aksi di Surabaya
Kendati begitu, kata Syahar, pihak Indonesia belum menerima hasil  pemeriksaan DNA yang dilakukan oleh Filipina. Mengingat, saat ini masih  menunggu bahan DNA dari Indonesia.
&quot;Hasilnya belum. Belum ada pembandingannya yang dari sini, itu yang termasuk koordinasi dengan yang di sana tadi,&quot; ucap Syahar.
Kedutaan Besar (Kedubes) Republik Indonesia di Manila sebelumnya,  menyatakan bahwa otoritas Filipina hingga saat ini belum menyimpulkan  bahwa pelaku pengeboman Gereja di Pulau Jolo adalah seorang Warga Negara  Indonesia (WNI).
&amp;nbsp;Baca juga: Pelaku Pengeboman Gereja di Filipina Diyakini &quot;Tiru&quot; Aksi di Surabaya
Aksi teror di tempat ibadah itu sebelumnya disebut dilakukan oleh dua  orang WNI, seperti yang disampaikan oleh Menteri Dalam Negeri  (Mendagri) Filipina Eduardo Ano.
Kedubes RI memberikan pernyataan ini setelah melakukan koordinasi  dengan aparat Filipina terkait dengan adanya aksi berdarah itu. Dalam  proses komunikasi itu, pihak Militer Filipina menyampaikan bahwa sampai  saat ini pihaknya masih terus melakukan investigasi.
Dari beberapa proses penyidikan awal, berdasarkan keterangan beberapa  saksi dan bukti-bukti yang ditemukan belum dapat disimpulkan secara  cepat bahwa ledakan bom itu diinisiasi oleh warga pendatang dari  Indonesia.</description><content:encoded>JAKARTA - Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Divisi  Humas Polri Kombes Syahar Diantono menyebutkan bahwa otoritas Filipina  melakukan tes DNA terhadap potongan tubuh yang diduga pelaku pengebom di  Gereja Pulau Jolo.
&quot;Labfor (laboratorium forensik) Filipina melakukan tes DNA terhadap  potongan jenazah yang diduga itu (pengebom Gereja),&quot; ujar Syahar di  Mabes Polri, Jakarta, Rabu (13/2/2019).
&amp;nbsp;Baca juga: Filipina Belum Simpulkan Pelaku Bom Gereja di Pulau Jolo Warga Indonesia
Pemerintah dan aparat penegak hukum di Indonesia turut mengikuti  setiap proses dari otoritas Filipina dalam melakukan penyelidikan pelaku  pengeboman tersebut. Mengingat, beredar kabar pengantin bom tersebut  berasal dari Warga Negara Indonesia (WNI).
&quot;Tim di sana sudah lalukan koordinasi pendalaman dengan penyidik  yang ada di sana,&quot; tutur Syahar.
&amp;nbsp;
Tim gabungan yang terdiri dari Densus 88 Anti-Teror, Badan Intelijen  Negara (BIN), Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT), serta  Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) telah diberangkatkan ke Filipina untuk  ikut menyelidiki ledakan bom di Gereja Pulau Jolo.
&amp;nbsp;Baca juga: Pelaku Pengeboman Gereja di Filipina Diyakini &quot;Tiru&quot; Aksi di Surabaya
Kendati begitu, kata Syahar, pihak Indonesia belum menerima hasil  pemeriksaan DNA yang dilakukan oleh Filipina. Mengingat, saat ini masih  menunggu bahan DNA dari Indonesia.
&quot;Hasilnya belum. Belum ada pembandingannya yang dari sini, itu yang termasuk koordinasi dengan yang di sana tadi,&quot; ucap Syahar.
Kedutaan Besar (Kedubes) Republik Indonesia di Manila sebelumnya,  menyatakan bahwa otoritas Filipina hingga saat ini belum menyimpulkan  bahwa pelaku pengeboman Gereja di Pulau Jolo adalah seorang Warga Negara  Indonesia (WNI).
&amp;nbsp;Baca juga: Pelaku Pengeboman Gereja di Filipina Diyakini &quot;Tiru&quot; Aksi di Surabaya
Aksi teror di tempat ibadah itu sebelumnya disebut dilakukan oleh dua  orang WNI, seperti yang disampaikan oleh Menteri Dalam Negeri  (Mendagri) Filipina Eduardo Ano.
Kedubes RI memberikan pernyataan ini setelah melakukan koordinasi  dengan aparat Filipina terkait dengan adanya aksi berdarah itu. Dalam  proses komunikasi itu, pihak Militer Filipina menyampaikan bahwa sampai  saat ini pihaknya masih terus melakukan investigasi.
Dari beberapa proses penyidikan awal, berdasarkan keterangan beberapa  saksi dan bukti-bukti yang ditemukan belum dapat disimpulkan secara  cepat bahwa ledakan bom itu diinisiasi oleh warga pendatang dari  Indonesia.</content:encoded></item></channel></rss>
