<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Viral Jenazah Ditandu 60 Km karena Keluarga Tak Mampu Bayar Biaya Pesawat</title><description>Viral jenazah ditandu 60 km karena tak punya biaya sewa pesawat perintis.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/02/13/340/2017410/viral-jenazah-ditandu-60-km-karena-keluarga-tak-mampu-bayar-biaya-pesawat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/02/13/340/2017410/viral-jenazah-ditandu-60-km-karena-keluarga-tak-mampu-bayar-biaya-pesawat"/><item><title>Viral Jenazah Ditandu 60 Km karena Keluarga Tak Mampu Bayar Biaya Pesawat</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/02/13/340/2017410/viral-jenazah-ditandu-60-km-karena-keluarga-tak-mampu-bayar-biaya-pesawat</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/02/13/340/2017410/viral-jenazah-ditandu-60-km-karena-keluarga-tak-mampu-bayar-biaya-pesawat</guid><pubDate>Rabu 13 Februari 2019 15:53 WIB</pubDate><dc:creator>Qur'anul Hidayat</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/02/13/340/2017410/viral-jenazah-ditandu-60-km-karena-keluarga-tak-mampu-bayar-biaya-pesawat-069l9vqvKU.JPG" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/02/13/340/2017410/viral-jenazah-ditandu-60-km-karena-keluarga-tak-mampu-bayar-biaya-pesawat-069l9vqvKU.JPG</image><title></title></images><description>JAKARTA - Jenazah Ranti Tanta harus ditandu dari wilayah Bada menuju rumah duka di Desa Tedeboe, Rampi, Luwu Utara. Jarak 60 kilometer harus ditempuh dengan berjalan kaki karena daerah mereka yang terpencil hingga tak bisa dilalui ambulans.
Seperti diberitakan Seputar iNews, Rabu (13/2/2019), jenazah sebenarnya bisa dibawa dengan pesawat perintis. Namun keluarga tak sanggup membayar uang sewa pesawat yang mencapai puluhan juta rupiah.
Alhasil, dengan peralatan sederhana, pihak keluarga dan warga menandu jenazah Ranti ke rumah duka. Mereka harus melewati hutan belantara dengan jalan seadanya dan berlumpur.
(Baca juga: Viral Kucing Diseret Pakai Motor di Pekalongan, Pencinta Hewan Meradang)
Ranti sempat dirawat di Rumah Sakit Andi Djemma Masamba, Luwu Utara. Namun ambulans RS tersebut tak bisa mengantar jenazah sampai ke rumah duka karena tak adanya akses jalan memadai.
Seorang warga, Darto Dasinga mengatakan, estimasi waktu perjalanan mereka membawa jenazah adalah 14 jam.
&amp;lt;iframe width=&quot;560&quot; height=&quot;315&quot; src=&quot;https://www.youtube.com/embed/neiEvi9WKoQ&quot; frameborder=&quot;0&quot; allow=&quot;accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;
Kecamatan Rampi merupakan daerah terpencil dan terjauh di Luwu Utara. Wilayah ini tak bisa diakses menggunakan mobil. Warga hanya mengandalkan sepeda motor dengan melewati sela bebatuan tebing dan lumpur.</description><content:encoded>JAKARTA - Jenazah Ranti Tanta harus ditandu dari wilayah Bada menuju rumah duka di Desa Tedeboe, Rampi, Luwu Utara. Jarak 60 kilometer harus ditempuh dengan berjalan kaki karena daerah mereka yang terpencil hingga tak bisa dilalui ambulans.
Seperti diberitakan Seputar iNews, Rabu (13/2/2019), jenazah sebenarnya bisa dibawa dengan pesawat perintis. Namun keluarga tak sanggup membayar uang sewa pesawat yang mencapai puluhan juta rupiah.
Alhasil, dengan peralatan sederhana, pihak keluarga dan warga menandu jenazah Ranti ke rumah duka. Mereka harus melewati hutan belantara dengan jalan seadanya dan berlumpur.
(Baca juga: Viral Kucing Diseret Pakai Motor di Pekalongan, Pencinta Hewan Meradang)
Ranti sempat dirawat di Rumah Sakit Andi Djemma Masamba, Luwu Utara. Namun ambulans RS tersebut tak bisa mengantar jenazah sampai ke rumah duka karena tak adanya akses jalan memadai.
Seorang warga, Darto Dasinga mengatakan, estimasi waktu perjalanan mereka membawa jenazah adalah 14 jam.
&amp;lt;iframe width=&quot;560&quot; height=&quot;315&quot; src=&quot;https://www.youtube.com/embed/neiEvi9WKoQ&quot; frameborder=&quot;0&quot; allow=&quot;accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;
Kecamatan Rampi merupakan daerah terpencil dan terjauh di Luwu Utara. Wilayah ini tak bisa diakses menggunakan mobil. Warga hanya mengandalkan sepeda motor dengan melewati sela bebatuan tebing dan lumpur.</content:encoded></item></channel></rss>
