<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Petani di Kalbar Serahkan Meriam Peninggalan Kerajaan Majapahit ke TNI AD</title><description>Petani di Kalbar serahkan meriam peninggalan Kerajaan Majapahit ke TNI AD.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/02/14/340/2018140/petani-di-kalbar-serahkan-meriam-peninggalan-kerajaan-majapahit-ke-tni-ad</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/02/14/340/2018140/petani-di-kalbar-serahkan-meriam-peninggalan-kerajaan-majapahit-ke-tni-ad"/><item><title>Petani di Kalbar Serahkan Meriam Peninggalan Kerajaan Majapahit ke TNI AD</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/02/14/340/2018140/petani-di-kalbar-serahkan-meriam-peninggalan-kerajaan-majapahit-ke-tni-ad</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/02/14/340/2018140/petani-di-kalbar-serahkan-meriam-peninggalan-kerajaan-majapahit-ke-tni-ad</guid><pubDate>Kamis 14 Februari 2019 21:18 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/02/14/340/2018140/petani-di-kalbar-serahkan-meriam-peninggalan-kerajaan-majapahit-ke-tni-ad-2sbGdu4SmK.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Istimewa</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/02/14/340/2018140/petani-di-kalbar-serahkan-meriam-peninggalan-kerajaan-majapahit-ke-tni-ad-2sbGdu4SmK.jpg</image><title>Foto: Istimewa</title></images><description>JAKARTA - Satgas Pamtas  Yonif 320/Badak Putih menerima penyerahan Meriam Kuno Lantaka dari warga masyarakat yang berada di perbatasan RI-Malaysia. Tersebut disampaikan Dansatgas Pamtas Yonif 320/BP, Letkol Inf Imam Wicaksana, dalam rilis tertulisnya di Pos Kotis Nanga Badau, Kapuas Hulu, Kalbar, Kamis (14/2/2019).
Diungkapkan Dansatgas, penerimaan meriam kuno jenis Cetbang yang diduga buatan abad 16-17 M tersebut diserahkan secara sukarela oleh Yulianto, petani (48), warga Dusun Sungai Lalau, Desa Nanga Kelapan, Kecamatan Ketungau Tengah, Kabupaten Sintang, kepada anggota Pos Tanjung Lesung.

&amp;ldquo;Meriam dengan berat 23 kg, panjang 84 cm dan memiliki kaliber 20 mm ini dinamakan Lantaka, karena diledakkan dengan mesiu,&amp;rdquo; kata Imam Wicaksana.
Lebih lanjut dijelaskannya, meriam bekas peninggalan masa Kerajaan Majapahit tersebut, diserahkan Yulianto kepada Danpos Tanjung Lesung, Letda Inf Andreas Bagus.
(Baca juga: Terima Kunjungan Koordinator Khusus PBB, Satgas Indobatt Paparkan Blue Line)
&amp;ldquo;Karena simpati terhadap anggota Pos Tanjung Lesung yang sudah membantunya memperbaiki atap rumah dan pengobatan dirnya, Yulianto sukarela menyerahkan meriam kuno yang merupakan warisan turun temurun keluarganya kepada Satgas,&amp;rdquo; jelasnya.

Terkait dengan pendekatan yang dilakukan Satgasnya kepada masyarakat tentang penyimpanan senjata api, menurutnya dilakukan dengan cara persuasif dan mengedukasi, agar tumbuh kesadaran dari masyarakat.
&amp;ldquo;Dalam kegiatan keseharian, kita berikan sosialisasi ataupun penyuluhan hukum kepada masyarakat, bahwa siapa saja yang menyimpan atau memegang senjata secara iiegal adalah perbuatan melanggar hukum yang dapat merugikan mereka sendiri,&amp;rdquo; kata lulusan Akmil tahun 2000 ini.

&amp;ldquo;Namun itu juga tentunya tidak terlepas, dari bagaimana cara kita untuk memberikan keyakinan dan menumbuhkan kepercayaan mereka, bahwa keberadaan kita bisa memberikan jaminan atas keselamatannya,&amp;rdquo; imbuhnya.
Berkaitan dengan penyerahan meriam yang masih aktif berikut mesiunya ini, lanjut Imam Wicaksana, sudah dilaporkan ke Komando Atas untuk petunjuk lebih lanjut.

&amp;ldquo;Saat ini, meriam yang dinyalakan dengan bantuan sumbu  tersebut, diamankan di Pos Pamtas Tanjung Lesung,&amp;rdquo; imbuhnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Satgas Pamtas  Yonif 320/Badak Putih menerima penyerahan Meriam Kuno Lantaka dari warga masyarakat yang berada di perbatasan RI-Malaysia. Tersebut disampaikan Dansatgas Pamtas Yonif 320/BP, Letkol Inf Imam Wicaksana, dalam rilis tertulisnya di Pos Kotis Nanga Badau, Kapuas Hulu, Kalbar, Kamis (14/2/2019).
Diungkapkan Dansatgas, penerimaan meriam kuno jenis Cetbang yang diduga buatan abad 16-17 M tersebut diserahkan secara sukarela oleh Yulianto, petani (48), warga Dusun Sungai Lalau, Desa Nanga Kelapan, Kecamatan Ketungau Tengah, Kabupaten Sintang, kepada anggota Pos Tanjung Lesung.

&amp;ldquo;Meriam dengan berat 23 kg, panjang 84 cm dan memiliki kaliber 20 mm ini dinamakan Lantaka, karena diledakkan dengan mesiu,&amp;rdquo; kata Imam Wicaksana.
Lebih lanjut dijelaskannya, meriam bekas peninggalan masa Kerajaan Majapahit tersebut, diserahkan Yulianto kepada Danpos Tanjung Lesung, Letda Inf Andreas Bagus.
(Baca juga: Terima Kunjungan Koordinator Khusus PBB, Satgas Indobatt Paparkan Blue Line)
&amp;ldquo;Karena simpati terhadap anggota Pos Tanjung Lesung yang sudah membantunya memperbaiki atap rumah dan pengobatan dirnya, Yulianto sukarela menyerahkan meriam kuno yang merupakan warisan turun temurun keluarganya kepada Satgas,&amp;rdquo; jelasnya.

Terkait dengan pendekatan yang dilakukan Satgasnya kepada masyarakat tentang penyimpanan senjata api, menurutnya dilakukan dengan cara persuasif dan mengedukasi, agar tumbuh kesadaran dari masyarakat.
&amp;ldquo;Dalam kegiatan keseharian, kita berikan sosialisasi ataupun penyuluhan hukum kepada masyarakat, bahwa siapa saja yang menyimpan atau memegang senjata secara iiegal adalah perbuatan melanggar hukum yang dapat merugikan mereka sendiri,&amp;rdquo; kata lulusan Akmil tahun 2000 ini.

&amp;ldquo;Namun itu juga tentunya tidak terlepas, dari bagaimana cara kita untuk memberikan keyakinan dan menumbuhkan kepercayaan mereka, bahwa keberadaan kita bisa memberikan jaminan atas keselamatannya,&amp;rdquo; imbuhnya.
Berkaitan dengan penyerahan meriam yang masih aktif berikut mesiunya ini, lanjut Imam Wicaksana, sudah dilaporkan ke Komando Atas untuk petunjuk lebih lanjut.

&amp;ldquo;Saat ini, meriam yang dinyalakan dengan bantuan sumbu  tersebut, diamankan di Pos Pamtas Tanjung Lesung,&amp;rdquo; imbuhnya.</content:encoded></item></channel></rss>
