<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>4 Siswa Pengeroyok Cleaning Service Dikeluarkan dari Sekolah</title><description>Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Galesong, Takalar, Sulsel mengeluarkan 4 siswa yang terlibat penganiayaan petugas cleaning service.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/02/14/609/2017994/4-siswa-pengeroyok-cleaning-service-dikeluarkan-dari-sekolah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/02/14/609/2017994/4-siswa-pengeroyok-cleaning-service-dikeluarkan-dari-sekolah"/><item><title>4 Siswa Pengeroyok Cleaning Service Dikeluarkan dari Sekolah</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/02/14/609/2017994/4-siswa-pengeroyok-cleaning-service-dikeluarkan-dari-sekolah</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/02/14/609/2017994/4-siswa-pengeroyok-cleaning-service-dikeluarkan-dari-sekolah</guid><pubDate>Kamis 14 Februari 2019 16:57 WIB</pubDate><dc:creator>Herman Amiruddin</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/02/14/609/2017994/4-siswa-pengroyok-cleaning-service-dikeluarkan-dari-sekolah-Oq3KPnIfLU.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Takalar, H Hamzah Mengeluarkan 4 Siswa yang Mengeroyok Cleaning Service (foto: Herman A/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/02/14/609/2017994/4-siswa-pengroyok-cleaning-service-dikeluarkan-dari-sekolah-Oq3KPnIfLU.jpg</image><title>Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Takalar, H Hamzah Mengeluarkan 4 Siswa yang Mengeroyok Cleaning Service (foto: Herman A/Okezone)</title></images><description>MAKASSAR - Empat pelaku penganiayaan terhadap petugas cleaning service sekaligus penjaga sekolah, Faisal Dg Pole (38), di SMP Negeri 2 Galesong, Takalar, Sulawesi Selatan, akhirnya dikeluarkan dari sekolah.
Hal itu berdasarkan kesepakatan guru-guru setelah melakukan rapat di sekolah. Lantaran kelakuan siswa tersebut tidak sesuai lagi dengan aturan yang berlaku di sekolah.
(Baca Juga: Cleaning Service SMP di Takalar Dikeroyok Siswa dan Dikatain Pegawai Najis)&amp;nbsp;

Kepala Sekolah (kepsek) SMP Negeri 2 Takalar H Hamzah mengatakan keempat siswa itu dipindahkan ke salah satu Madrsah yang ada di Kabupaten Takalar.
Menurut Hamzah, empat siswa tersebut dinilai sudah tidak layak mengikuti aturan sekolah. Melalui hasil pertimbangan dan kesepakatan guru dan orang tua siswa.
&quot;Saya panggil orang tuanya untuk mencari sekolah yang lebih bagus. Dia suruh minta saya mencari sekolah yang bisa menerima, sekarang baru satu orang yang mengambil surat pidah dari saya,&quot; kata Hamzah kepada Okezone, Kamis (14/2/2019).
&amp;nbsp;
Sementara Guru BK SMP 2 Galesong Takalar, Sukmawati Jaffar mengatakan, empat siswa itu lebih baik dipindahkan ke sekolah lain untuk mendapat pembinaan agama.
&quot;Kalau untuk pendidikan karakter lebih ke agamanya metodenya seperti ceramah dan kalau terlambat tidak mesti keluar dari kelas. Dan diberikan Alquran dan sangsinya kita serahkan dan terkait dengan perlindungan anak, kalau dibilang pendekatan dengan yang lain lebih ke riligius,&quot; ucap Sukmawati.
(Baca Juga: Fakta Penganiayaan Cleaning Service SMP: Umpatan &quot;Najis&quot; hingga 4 Murid Gunakan Gagang Besi)</description><content:encoded>MAKASSAR - Empat pelaku penganiayaan terhadap petugas cleaning service sekaligus penjaga sekolah, Faisal Dg Pole (38), di SMP Negeri 2 Galesong, Takalar, Sulawesi Selatan, akhirnya dikeluarkan dari sekolah.
Hal itu berdasarkan kesepakatan guru-guru setelah melakukan rapat di sekolah. Lantaran kelakuan siswa tersebut tidak sesuai lagi dengan aturan yang berlaku di sekolah.
(Baca Juga: Cleaning Service SMP di Takalar Dikeroyok Siswa dan Dikatain Pegawai Najis)&amp;nbsp;

Kepala Sekolah (kepsek) SMP Negeri 2 Takalar H Hamzah mengatakan keempat siswa itu dipindahkan ke salah satu Madrsah yang ada di Kabupaten Takalar.
Menurut Hamzah, empat siswa tersebut dinilai sudah tidak layak mengikuti aturan sekolah. Melalui hasil pertimbangan dan kesepakatan guru dan orang tua siswa.
&quot;Saya panggil orang tuanya untuk mencari sekolah yang lebih bagus. Dia suruh minta saya mencari sekolah yang bisa menerima, sekarang baru satu orang yang mengambil surat pidah dari saya,&quot; kata Hamzah kepada Okezone, Kamis (14/2/2019).
&amp;nbsp;
Sementara Guru BK SMP 2 Galesong Takalar, Sukmawati Jaffar mengatakan, empat siswa itu lebih baik dipindahkan ke sekolah lain untuk mendapat pembinaan agama.
&quot;Kalau untuk pendidikan karakter lebih ke agamanya metodenya seperti ceramah dan kalau terlambat tidak mesti keluar dari kelas. Dan diberikan Alquran dan sangsinya kita serahkan dan terkait dengan perlindungan anak, kalau dibilang pendekatan dengan yang lain lebih ke riligius,&quot; ucap Sukmawati.
(Baca Juga: Fakta Penganiayaan Cleaning Service SMP: Umpatan &quot;Najis&quot; hingga 4 Murid Gunakan Gagang Besi)</content:encoded></item></channel></rss>
