<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ini Langkah Sekolah agar Pengeroyokan Cleaning Service Tak Terulang</title><description>Langkah antisipasi SMP Galesong agar pengeroyokan cleaning service tak terulang.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/02/14/609/2018070/ini-langkah-sekolah-agar-pengeroyokan-cleaning-service-tak-terulang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/02/14/609/2018070/ini-langkah-sekolah-agar-pengeroyokan-cleaning-service-tak-terulang"/><item><title>Ini Langkah Sekolah agar Pengeroyokan Cleaning Service Tak Terulang</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/02/14/609/2018070/ini-langkah-sekolah-agar-pengeroyokan-cleaning-service-tak-terulang</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/02/14/609/2018070/ini-langkah-sekolah-agar-pengeroyokan-cleaning-service-tak-terulang</guid><pubDate>Kamis 14 Februari 2019 19:14 WIB</pubDate><dc:creator>Herman Amiruddin</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/02/14/609/2018070/antisipasi-pengeroyokan-cleaning-service-tak-terulang-pihak-sekolah-lakukan-ini-54RUDNu3Hd.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Korban pengeroyokan empat orang siswa dan salah satu orangtua siswa. (Foto: Istimewa)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/02/14/609/2018070/antisipasi-pengeroyokan-cleaning-service-tak-terulang-pihak-sekolah-lakukan-ini-54RUDNu3Hd.jpg</image><title>Korban pengeroyokan empat orang siswa dan salah satu orangtua siswa. (Foto: Istimewa)</title></images><description>MAKASSAR - Pihak SMP Negeri 2 Galesong, Takalar, Sulawesi Selatan akan menerapkan peraturan secara tegas. Hal itu mencegah terulangnya kasus penganiayaan, seperti yang menimpa petugas cleaning service sekaligus penjaga sekolah, Faisal Dg Pole (38).
Kepala Sekolah (kepsek) SMP Negeri 2 Takalar, H Hamzah mengatakan, pihaknya akan menerapkan sanksi tegas guna mengantisipasi kejadian tersebut terulang.
&quot;Aturan di sekolah tetap ada sejak masuk. Sistem sanksi dengan melakukan pendekatan spritual untuk membuat para siswa tidak lagi melakukan tindakan yang harusnya tidak dilakukan siswa,&quot; kata Hamzah kepada Okezone saat dihubungi, Kamis (14/2/2019)
Selain mengajarkan pendidikan moral, piahak sekolah juga menerapkan sikap menghargai satu sama lain.
(Baca juga: 4 Siswa Pengeroyok Cleaning Service Dikeluarkan dari Sekolah)
Hamzah mengaku, pihaknya akhir-akhir ini terus melakukan pengembangan terhadap pembangunan mental jiwa anak didiknya. Hal itu agar tidak terjadi lagi penganiayaan seperti yang dialami penjaga sekolah.

&quot;Langkah sekolah kita tempuh untuk menghindari hal-hal yang kita tempuh untuk tidak terulang kembali, dan anak itu dipindahkan dari sekolah ini,&quot; kata Hamzah.
Diberitakan sebelumnya, empat pelaku penganiayaan akhirnya dikeluarkan dari sekolah. Hal itu berdasarkan kesepakatan guru-guru setelah melakukan rapat di sekolah. Lantaran kelakuan siswa tersebut tidak sesuai lagi dengan aturan yang berlaku di sekolah.</description><content:encoded>MAKASSAR - Pihak SMP Negeri 2 Galesong, Takalar, Sulawesi Selatan akan menerapkan peraturan secara tegas. Hal itu mencegah terulangnya kasus penganiayaan, seperti yang menimpa petugas cleaning service sekaligus penjaga sekolah, Faisal Dg Pole (38).
Kepala Sekolah (kepsek) SMP Negeri 2 Takalar, H Hamzah mengatakan, pihaknya akan menerapkan sanksi tegas guna mengantisipasi kejadian tersebut terulang.
&quot;Aturan di sekolah tetap ada sejak masuk. Sistem sanksi dengan melakukan pendekatan spritual untuk membuat para siswa tidak lagi melakukan tindakan yang harusnya tidak dilakukan siswa,&quot; kata Hamzah kepada Okezone saat dihubungi, Kamis (14/2/2019)
Selain mengajarkan pendidikan moral, piahak sekolah juga menerapkan sikap menghargai satu sama lain.
(Baca juga: 4 Siswa Pengeroyok Cleaning Service Dikeluarkan dari Sekolah)
Hamzah mengaku, pihaknya akhir-akhir ini terus melakukan pengembangan terhadap pembangunan mental jiwa anak didiknya. Hal itu agar tidak terjadi lagi penganiayaan seperti yang dialami penjaga sekolah.

&quot;Langkah sekolah kita tempuh untuk menghindari hal-hal yang kita tempuh untuk tidak terulang kembali, dan anak itu dipindahkan dari sekolah ini,&quot; kata Hamzah.
Diberitakan sebelumnya, empat pelaku penganiayaan akhirnya dikeluarkan dari sekolah. Hal itu berdasarkan kesepakatan guru-guru setelah melakukan rapat di sekolah. Lantaran kelakuan siswa tersebut tidak sesuai lagi dengan aturan yang berlaku di sekolah.</content:encoded></item></channel></rss>
