<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Alasan Membahayakan, China Larang Pelajar Belajar Bahasa Tibet</title><description>Cara bagi anak mereka belajar bahasa yang disisihkan dari kurikulum resmi.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/02/19/18/2019894/alasan-membahayakan-china-larang-pelajar-belajar-bahasa-tibet</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/02/19/18/2019894/alasan-membahayakan-china-larang-pelajar-belajar-bahasa-tibet"/><item><title>Alasan Membahayakan, China Larang Pelajar Belajar Bahasa Tibet</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/02/19/18/2019894/alasan-membahayakan-china-larang-pelajar-belajar-bahasa-tibet</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/02/19/18/2019894/alasan-membahayakan-china-larang-pelajar-belajar-bahasa-tibet</guid><pubDate>Selasa 19 Februari 2019 07:57 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi VOA</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/02/19/18/2019894/alasan-membahayakan-china-larang-pelajar-belajar-bahasa-tibet-IFJLdPh2yp.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Anak-anak Tibet belajar bahasa Tanah Air mereka secara ilegal. Foto/AFP</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/02/19/18/2019894/alasan-membahayakan-china-larang-pelajar-belajar-bahasa-tibet-IFJLdPh2yp.jpg</image><title>Anak-anak Tibet belajar bahasa Tanah Air mereka secara ilegal. Foto/AFP</title></images><description>
QINGHAI - Pemerintah China Senin (18/2/2019) menegaskan melarang para pelajar untuk mengikuti kelas-kelas informal bahasa Tibet yang diajarkan para biksu di China barat, sementara tekanan terhadap kebebasan beragama dan budaya di negara itu semakin meningkat.
Satu kabupaten di Qinghai barat&amp;mdash;provinsi dengan populasi besar orang Tibet yang umumnya pemeluk Budha&amp;mdash;Desember lalu memerintahkan segera menghentikan kelas bahasa informal yang diajarkan para biksu selama liburan sekolah musim dingin.
Pelajaran itu, yang diajarkan di vihara-vihara di provinsi yang berbatasan dengan Tibet, popular di kalangan orangtua sebagai cara bagi anak mereka belajar bahasa yang disisihkan dari kurikulum resmi.
Baca:&amp;nbsp;Gunung Everest Menjelma Jadi Tempat Sampah Tertinggi di Dunia
Baca:&amp;nbsp;Matematika Buat Kaisar China Bisa Tiduri 121 Perempuan Setiap 15 Hari
Mengutip VOA, kepada AFP, pemerintah provinsi mengatakan, kelas bahasa itu &quot;ilegal&quot; dan bahwa vihara-vihara itu&quot; membahayakan keselamatan&quot; karena&quot; tidak dilengkapi peralatan&quot; saat mengajar para siswa.
Ditambahkan, kelas-kelas itu menimbulkan beban keuangan bagi siswa dan keluarga mereka, dan melanggar peraturan mengurangi beban kerja siswa.
Organisasi-organisasi HAM menuduh pemerintah China mengekang kebebasan beragama dan hak berbudaya.</description><content:encoded>
QINGHAI - Pemerintah China Senin (18/2/2019) menegaskan melarang para pelajar untuk mengikuti kelas-kelas informal bahasa Tibet yang diajarkan para biksu di China barat, sementara tekanan terhadap kebebasan beragama dan budaya di negara itu semakin meningkat.
Satu kabupaten di Qinghai barat&amp;mdash;provinsi dengan populasi besar orang Tibet yang umumnya pemeluk Budha&amp;mdash;Desember lalu memerintahkan segera menghentikan kelas bahasa informal yang diajarkan para biksu selama liburan sekolah musim dingin.
Pelajaran itu, yang diajarkan di vihara-vihara di provinsi yang berbatasan dengan Tibet, popular di kalangan orangtua sebagai cara bagi anak mereka belajar bahasa yang disisihkan dari kurikulum resmi.
Baca:&amp;nbsp;Gunung Everest Menjelma Jadi Tempat Sampah Tertinggi di Dunia
Baca:&amp;nbsp;Matematika Buat Kaisar China Bisa Tiduri 121 Perempuan Setiap 15 Hari
Mengutip VOA, kepada AFP, pemerintah provinsi mengatakan, kelas bahasa itu &quot;ilegal&quot; dan bahwa vihara-vihara itu&quot; membahayakan keselamatan&quot; karena&quot; tidak dilengkapi peralatan&quot; saat mengajar para siswa.
Ditambahkan, kelas-kelas itu menimbulkan beban keuangan bagi siswa dan keluarga mereka, dan melanggar peraturan mengurangi beban kerja siswa.
Organisasi-organisasi HAM menuduh pemerintah China mengekang kebebasan beragama dan hak berbudaya.</content:encoded></item></channel></rss>
