<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tradisi Perayaan Cap Go Meh yang Dapat Dinikmati Seluruh Warga Kota Malang</title><description></description><link>https://news.okezone.com/read/2019/02/19/519/2020264/tradisi-perayaan-cap-go-meh-yang-dapat-dinikmati-seluruh-warga-kota-malang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/02/19/519/2020264/tradisi-perayaan-cap-go-meh-yang-dapat-dinikmati-seluruh-warga-kota-malang"/><item><title>Tradisi Perayaan Cap Go Meh yang Dapat Dinikmati Seluruh Warga Kota Malang</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/02/19/519/2020264/tradisi-perayaan-cap-go-meh-yang-dapat-dinikmati-seluruh-warga-kota-malang</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/02/19/519/2020264/tradisi-perayaan-cap-go-meh-yang-dapat-dinikmati-seluruh-warga-kota-malang</guid><pubDate>Selasa 19 Februari 2019 20:28 WIB</pubDate><dc:creator>Avirista Midaada</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/02/19/519/2020264/tradisi-perayaan-cap-go-meh-yang-dapat-dinikmati-seluruh-warga-kota-malang-84nNBCM1QE.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Perayaan Cap Go Meh di Klenteng Eng Ang Kiong, Kota Malang (foto: Avirista M/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/02/19/519/2020264/tradisi-perayaan-cap-go-meh-yang-dapat-dinikmati-seluruh-warga-kota-malang-84nNBCM1QE.jpg</image><title>Perayaan Cap Go Meh di Klenteng Eng Ang Kiong, Kota Malang (foto: Avirista M/Okezone)</title></images><description>MALANG - Perayaan Cap Go Meh di Klenteng Eng An Kiong di Jalan Laksamana Martadinata, Kelurahan Kota Lama, Kedungkandang, Kota Malang, berlangsung meriah sepanjang, Selasa (19/2/2019).

Ribuan warga dari berbagai suku, agama, dan ras menjadi satu, bersama - sama menikmati hidangan lontong cap go meh yang dihidangkan pengurus klenteng.

Humas Klenteng Eng An Kiong, Anton Triyono mengatakan perayaan Cap Go Meh rutin digelar di hari ke - 15 pasca perayaan Imlek.
(Baca Juga: Festival Pecinan Semarakan Perayaan Cap Go Meh 2019 di Jakarta)&amp;nbsp;
Hari cap go meh merupakan 15 hari setelah imlek itu rutin,&quot; terangnya ditemui di klenteng. Terkait makan bersama dengan menu lontong cap go meh tanpa memandang agama, suku, dan ras, Anton menjelaskan itu menjadii bagian dari rasa syukur dan kebersamaan.
&amp;nbsp;
&quot;Kalau kita sebagai manusia ciptaan Tuhan ingin selamat abadi maka hubungan kemanusiaan harus dijalankan dengan baik tanpa memandang suku, bangsa, dan agama,&quot; jawabnya saat ditanya tak ada batas dalam perayaan Cap Go Meh ini.

Bahkan Anton mengungkapkan budaya makan bersama lontong cap go meh itu berasal dari budaya asli Indonesia.

&quot;Lontong Cap Go Meh itu di China tidak ada, adanya cuma sembayangnya saja. Cap Go Meh itu budaya indonesia, lontong itu dari nasi, nasi adalah bahan pangan kita,&quot; lanjutnya.
(Baca Juga: 1.200 Petugas Disiagakan dalam Perhelatan Cap Go Meh di Bogor)&amp;nbsp;
Di tahun ini sendiri pengurus klenteng menyajikan setidaknya 5.000 porsi piring lontong Cap Go Meh yang bisa dinikmati masyarakat Kota Malang secara umum hingga malam hari.

&quot;Perayaannya hanya hari ini saja sampai nanti malam. Kalau sembayang-nya nanti jam 17.00 WIB,&quot; tuturnya.</description><content:encoded>MALANG - Perayaan Cap Go Meh di Klenteng Eng An Kiong di Jalan Laksamana Martadinata, Kelurahan Kota Lama, Kedungkandang, Kota Malang, berlangsung meriah sepanjang, Selasa (19/2/2019).

Ribuan warga dari berbagai suku, agama, dan ras menjadi satu, bersama - sama menikmati hidangan lontong cap go meh yang dihidangkan pengurus klenteng.

Humas Klenteng Eng An Kiong, Anton Triyono mengatakan perayaan Cap Go Meh rutin digelar di hari ke - 15 pasca perayaan Imlek.
(Baca Juga: Festival Pecinan Semarakan Perayaan Cap Go Meh 2019 di Jakarta)&amp;nbsp;
Hari cap go meh merupakan 15 hari setelah imlek itu rutin,&quot; terangnya ditemui di klenteng. Terkait makan bersama dengan menu lontong cap go meh tanpa memandang agama, suku, dan ras, Anton menjelaskan itu menjadii bagian dari rasa syukur dan kebersamaan.
&amp;nbsp;
&quot;Kalau kita sebagai manusia ciptaan Tuhan ingin selamat abadi maka hubungan kemanusiaan harus dijalankan dengan baik tanpa memandang suku, bangsa, dan agama,&quot; jawabnya saat ditanya tak ada batas dalam perayaan Cap Go Meh ini.

Bahkan Anton mengungkapkan budaya makan bersama lontong cap go meh itu berasal dari budaya asli Indonesia.

&quot;Lontong Cap Go Meh itu di China tidak ada, adanya cuma sembayangnya saja. Cap Go Meh itu budaya indonesia, lontong itu dari nasi, nasi adalah bahan pangan kita,&quot; lanjutnya.
(Baca Juga: 1.200 Petugas Disiagakan dalam Perhelatan Cap Go Meh di Bogor)&amp;nbsp;
Di tahun ini sendiri pengurus klenteng menyajikan setidaknya 5.000 porsi piring lontong Cap Go Meh yang bisa dinikmati masyarakat Kota Malang secara umum hingga malam hari.

&quot;Perayaannya hanya hari ini saja sampai nanti malam. Kalau sembayang-nya nanti jam 17.00 WIB,&quot; tuturnya.</content:encoded></item></channel></rss>
